Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Shalahuddin Ahmad

Alumni ITB, Managing Consultant di sebuah perusahaan global. Ingin mengasah rasa dan akal. Hanya menanggapi selengkapnya

Sekali Lagi Tentang Homoseksualitas

OPINI | 27 October 2013 | 21:40 Dibaca: 384   Komentar: 4   1

Pria menyukai pria dan wanita menyukai wanita selalu menjadi topik yang menjadi pembahasan panas. Banyak orang yang mengecam para kaum homoseksual dengan berbagai dalih dan dalih yang paling sering dijadikan dasar adalah dalih agama terutama bagi agama semitik yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Meskipun ada sementara golongan dalam agama semitik diatas yang mentolerir homoseksualitas seperti Islam liberal, Yahudi reformasi, dan beberapa sekte di Kristen.

Bahkan di beberapa negara Eropa dan sebagian negara bagian di Amerika Serikat sudah melegalkan hubungan sejenis dan bahkan mengesahkan pernikahannya.

Agama Islam yang saya anut secara terang dan jelas menolak homoseksualitas dan dianggap perilaku yang amat tercela. Dalam kitab suci bahkan digambarkan bagaimana suatu bangsa dimusnahkan karena perilaku homoseksualitas seperti ini.

Dalam agama Islam status apakah seseorang pria dan wanita amat penting karena terkait dengan warisan, kesaksian dalam suatu sengketa, dan juga dalam pernikahan. Seseorang dikatakan pria dan wanita bukan didasarkan pada kecenderungan dan perasaannya tapi dilihat dari bentuk fisik genitalnya. Paling mudah sebenarnya dengan berpatokan pada aturan, jika mempunyai liang  rahim maka berarti wanita dan jika tidak maka berarti pria. Jika ada kelainan fisik sehingga mempunyai kedua-duanya atau tak mempunyai kedua-duanya maka hakimlah yang harus memutuskan jenis kelamin dari orang tersebut.

Salah satu misi ummat manusia adalah untuk beranak pinak. Hubungan sejenis bukan hanya tidak mendukung adagium ini bahkan berpotensi membuat ras manusia punah. Suatu saat jika manusia sudah berhenti berkembang biak karena tidak ada lagi pernikahan pria dan wanita maka manusia akan berada dalam taman dan menjadi mahluk yang dilindungi karena kelangkaannya. Taman safari akan punya acara  tur dari mahluk lain untuk menyaksikan spesies langka yang namanya manusia.

Bahkan tindakan reproduksi dibuat sedemikian indahnya oleh Sang Pencipta dengan membuat rasa nikmat  yang luar biasa dalam tindakan reproduksi agar manusia pria dan wanita mau melakukannya setelah terikat dalam ikatan perkawinan, meskipun pada hakikatnya aktifitas sex secara saintifik  adalah aktifitas menjijikkan karena bertemunya saluran pembuangan kotoran pria dan wanita. Sang pencipta juga menciptakan yanga namanya cinta, hasrat, dan gairah (love, desire, and passion)  yang indah dan membuat manusia seakan berada di dunia yang berbeda, meskipun sampai sekarang tetap sulit  didefinisikan karena abstrak, tak jelas kapan datang dan perginya dan munculnya.

Jika hubungan perkawinan  sejenis ditolerir dan dibiarkan maka bukan tak mungkin suatu saat akan ada pernikahan antar spesies. Pria menikah dengan kuda nil, wanita menikah dengan burung kakak tua. Tahapan berikutnya adalah spesies manusia pria menikah dengan spesies kuda pria. Dalam tiga generasi maka spesies manusia bisa punah dan tinggal nama. Keberadaannya bisa dibuktikan  dari peninggalan fosil yang ada. Hanya saja membingungkan ketika ditemukan fosil pria menunggang kuda, apakah sedang bepergian atau sedang melakukan hubungan seks.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Peternakan Nyamuk di Loka Litbang …

Nurlaila Yusuf | | 18 December 2014 | 14:47

Meteorisme, Penyakit Hitler yang …

Gustaaf Kusno | | 18 December 2014 | 12:20

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Rangkuman Foto: Menyusuri Monumen Penting di …

Bisurjadi | | 18 December 2014 | 14:42

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Seleb yang Satu Ini Sepertinya Belum Layak …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | 9 jam lalu

Menyoal Boleh Tidaknya Ucapkan “Selamat …

Dihar Dakir | 10 jam lalu

Presiden Jokowi Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 12 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan, dan Berhijab …

Axtea 99 | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: