Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Salahkan Saja Film Porno, Biar Gaduh!

REP | 03 September 2013 | 20:54 Dibaca: 515   Komentar: 0   0

Film porno adalah sebuah cerita yang mempertontonkan adegan suami istri. Sebenarnya gak usah di jelasin karena di jaman sekarang dari tua sampai muda bahkan anak2 sudah tau film porno. Inilah efek dari globalisasi dan mudahnya info masuk dari luar tanpa ada penyaringan.

Sudah banyak korban film porno di indonesia dan sekarang2 ini sering terjadi sama anak2. Mulai dari anak2 yang suka nonton film porno, pelecehan seksual pada anak2, sampai pemerkosaan anak2 di bawah umur.

Film porno harus di berantas atau di bumi hanguskan dari dunia minimal di indonesia. Karena film porno merusak moral dan ke pribadian anak bangsa. Kasus yang beberapa bulan yang lalu terjadi 5 atau 6 anak sd memperkosa temannya sendiri adalah bukti bahayanya film porno. Mungkin ini hanya satu kasus dari beribu-ribu kasus serupa tapi tidak terungkap.

Kenapa tentang film porno yang ku tulis, karena aku dulu suka nonton film porno dan membuatku menggelinjang gak karuan. Untungnya sekarang sudah ada internet positif yang memblokir konten porno walaupun masih bisa jalur belakang.

Aku punya saran untuk pemerintah kalaupun situs porno tidak bisah di hapus seratus persen, paling tidak buat kebijakan situs porno harus berbayar, dan situs porno tersebut harus membayar pajak yang tinggi sehingga secara otomatis situs porno menjadi mahal, sehingga hanya orang dewasa yang sudah berpenghasilan yang bisa mengakses.

Apabila situs porno sudah tidak ada atau minimal sulit di cari maka hidup akan lebih mudah tersenyum dan saling menghargai.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 8 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 11 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 13 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 15 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

PM Vanuatu Desak PBB Tuntaskan Dekolonisasi …

Arkilaus Baho | 7 jam lalu

Plus Minus Pilkada Langsung dan Melalui DPRD …

Ahmad Soleh | 7 jam lalu

Bantaran …

Tasch Taufan | 8 jam lalu

Indonesia Tangguh (Puisi untuk Presiden …

Partoba Pangaribuan | 8 jam lalu

UU Pilkada Batal Demi Hukum? …

Ipan Roy Sitepu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: