Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

I Ketut Merta Mupu

Alumni UNHI, sedang menempuh Magister Hukum Adat di UNDWI. Sederhana dan blak-blakan. mupu.merta@gmail.com I www.mertamupu.blogspot.com selengkapnya

Cara Mudah Test Keperjakaan

REP | 24 August 2013 | 00:06    Dibaca: 2689   Komentar: 11   2

13772774721448830565

Test Keperjakaan (Kompas)

Topik test keperawanan telah mereda. Mereka yang setuju test keperawanan dianggap sebagai orang sakit yang telah kehilangan akal sehat. Padahal tujuannya untuk memuliakan wanita. Pergaulan bebas remaja saat ini sudah berada di ambang batas, dalam kondisi akut. Sehingga dalam jangka pendek perlu tindakan represif.

Perawan dan perjaka dalam pandangan agama sangat berarti, didalam kitab suci Hindu ada dinyatakan pengantin yang sudah tidak perawan dan tidak perjaka, ia tidak boleh melakukan upacara perkawinan dengan mantra Veda. Mereka yang sudah pernah berhubungan intim sebelum menikah termasuk penzina, bahkan dianggap telah melakukan perkawinan kotor.

Tampaknya sebagian masyarakat dalam kebimbangan atas rencana test keperawanan, di satu sisi dianggap ampuh mencegah seks bebas, di sisi lain diskriminasi terhadap kaum perempuan. Kaum perempuan menggugat bagaimana kalau lelaki juga ditest keperjakaannya.

Mendikbud Muhammad Nuh meminta agar rencana peraturan yang akan mengetes keperawanan siswi benar-benar dipikirkan dan ditangani dengan baik. Menurutnya, tujuan dan alasan hendak memberlakukan aturan tersebut harus jelas (kompas, 2013). Ketua Sub Komisi Reformasi Hukum dan Kebijakan Komnas Perempuan, Kunthi Tridewiyanti, mempertanyakan alasan hanya perempuan yang menjadi sasaran utama penyebab kerusakan moral sehingga diperlukan tes keperawanan. Menurutnya, jika keperawanan dipersoalkan, maka seharusnya keperjakaan laki-laki juga ikut dipersoalkan (kompas,2013).

Jika pemerintah daerah tetap ingin memberlakukan tes keperawanan, maka mereka juga harus melakukan tes keperjakaan bagi siswa laki-laki agar penerapan ini adil. Lalu kalau ada tes keperjakaan, bagaimana caranya?” Tanya Ace Hasan di Gedung DPR (inilah, 2013).

Tidak mudah untuk mengetahui keperjakaan laki-laki. Namun sebenarnya bisa dilihat dari fisiknya, hanya saja tidak ada kepastian. Untuk memastikan perjaka atau tidak perjaka seorang laki-laki untuk kepentingan hukum, hanya dapat dilakukan dengan pernyataan dari laki-laki itu sendiri.
Caranya dengan disumpah dalam sebuah sidang khusus (private). Apabila mengingkari sumpahnya, laki-laki itu akan berurusan dengan Tuhan. Berbohong atas sumpah, sangat besar dosanya.

Baca sebelumnya  Keperawanan Syarat Masuk Sekolah Lebih Tinggi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sudut Perempuan Dalam Iklan Rokok …

Bai Ruindra | | 25 May 2015 | 15:54

Suksesnya Pagelaran Malang Youth Day 2015 …

Mbah Ukik | | 25 May 2015 | 18:28

[Nangkring] Bedah Copa América 2015 Bersama …

Kompasiana | | 25 May 2015 | 18:23

Menjaring Ide ala Cita Citata, Deep Purple …

Rumahkayu | | 25 May 2015 | 18:59

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04


TRENDING ARTICLES

Meluruskan Opini Publik yang Keliru: Wakil …

Himam Miladi | 7 jam lalu

Wibawa Bupati Subang Ojang Sohandi, Jeblok! …

Jadiah Upati | 9 jam lalu

Saat Timnas Menanti Deadline FIFA, Thailand …

Achmad Suwefi | 15 jam lalu

Terobsesi Menulis Hingga Lupa Anak Istri …

Tjiptadinata Effend... | 19 jam lalu

Wacana Menristek Opsionalkan Skripsi, Kabar …

Liafit Nadia Yuniar | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: