Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Nirwan Suparwan

lahir di Kepulauan Selayar, sementara menempuh pendidikan D4 akuntansi sejak tahun 2010 hingga 2014 insyaallah.

LDR (Long Distance Relationship)

OPINI | 11 June 2013 | 11:02 Dibaca: 272   Komentar: 0   0

Tahukah apa itu LDR ?

LDR adalah singkatan dari Long Distance Relationship yang artinya hubungan jarak jauh. Tidak usah banyak bacok lagi deh mempertanyakan lebih detail hubungan apa yang dimaksud? Paling semua muda mudi sudah tahu yakni hubungan asmara tetapi dipisahkan oleh jarak yang jauh.

Seseorang menjalin hubungan LDR karena sesuatu hal seperti tempat kuliah yang berbeda, tempat kerja dan lain sebagainya. Memang kata orang bijak cinta itu butuh perjuangan, seberat apapun rintangan yang ada, sebesar badai dilautan tak ada kata meyerah kecuali maut yang memisahkan.

Menjalin hubungan yang harmonis memang dibutuhkan kesabaran yang eksra dari kedua pihak baik itu sang pria maupun pasangan wanitanya apalagi jika ingin melakukan LDR. Ada banyak pasangan kandas ditengah jalan karena komunikasi yang tidak efektif diantara mereka. Permasalahan kecil saja bisa merenggut hubungan mereka yang sudah sekian lama dijalin dengan penuh suka dan duka, jika hal ini terjadi sudah tentu rasa sakit bagai sayatan pedang yang tak bisa lagi diceritakan sakitnya. Pengorbanan yang begitu tulus seakan tak ada artinya lagi, canda tawa yang keluar dari bibis merah ini seakan hilang diterpa badai dan topan, sungguh menyedihkan rasanya bahkan bisa menjadi akhir dari segalanya dengan jalan mengakhiri hidup. Saya rasa jangan sampai hal “mengakhiri hidup” gara-gara diputusin sama pasangan yah….!!!

LDR menurut saya malah banyak sisi posotifnya ketimbang dengan hubungan tanpa batas diantaranya menjauhkan diri dari maksiat karena pasangan hanya bisa berkomunikasi lewat SMS, Telepon, FB, Twitter atau webcam dengan Skype. Sudah tentu hanya suara atau raut muka yang kelihatan pada sang pasangan selebihnya bisa dijaga dengan baik. Disamping itu melatih kedua pasangan untuk bersabar dan menjaga rasa saling percaya sehingga pada nantinya jika memang hubungan itu bisa dibawa kepelaminan sudah kenal terlalu dekat sehingga tidak ada lagi batas keraguan diantara kedua pasangan.

Kuncinya dari LDR itu sendiri adalah saling percaya saja diantara kedua pasangan bahwa hanya dialah yang ada di dalam hati terukir dengan goresan tinta merah yang sudah menyatu dengan darah dan daging kecuali Maut dan rencana Tuhan yang menghapus goresan tinta itu. Jika sudah saling percaya saya yakin anda sudah bisa melakukan LDR. Bukan cuman saling percaya yang mesti dimiliki dalam menjalin hubungan, sangat diperlukan juga saling mengerti dan saling memberikan support juga penting. Jika salah satunya merasa nggak enak maka pasangan harus memberikan support bagi pasangannya dengan jawaban yang tulus dan jujur sehingga pasangan merasa diperhatikan begitulah sebaliknya.

Anggaplah LDR sebagai bagian hidup anda, jangan sekali-kali dianggap beban hidup yang justru membuat badan kurus kering mikirin pasangan. Anggaplah LDR ini sebagai “Education Love”, untuk saling menerima dan memahami diantara kedua pasangan. Jika memang tidak sejalan katakanlah yang sejujurnya jangan sampai berdusta karena dusta hanya berujung pada penyesalan hidup. Berusahalah menjadi seorang yang jujur walau itu sangat memalukan ketimbang jadi pemenang tetapi wujudmu hanya seorang pecundang.

Salam LDR…………………………………………………..@@@

sumber : http://nirwansuparwan2.blogspot.com/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Baduy, Eksotisme Peradaban Ke XV yang Masih …

Ulul Rosyad | | 20 December 2014 | 23:21

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 17 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 19 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 19 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 20 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 20 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: