Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Sunita Yani

penyair dari gunung serindit Aku cinta Indonesia..Kalau tidak bisa memperbaikinya paling tidak kita tidak turut serta selengkapnya

Nafsu Birahi, Pendidikan Seks, dan Kenakalan Orang Tua (Bagian I dari 2 Tulisan)

OPINI | 14 May 2013 | 13:12 Dibaca: 12220   Komentar: 32   17

Tulisan ini diawali dengan kisah nyata:

Sebuah SMS masuk ke nomor  layanan konsultasi kesehatan reproduksi remaja dari seorang pelajar perempuan, isinya:

siswi      : Kakak.. kemarin pacar saya ngajakin saya “karaoke” terus maninya ketelan,  bahaya nggak ya kak?..saya bisa hamil nggak ya?

Konselor: Coba kamu ceritain yang lengkap biar lebih jelas lagi ya..apa bener Cuma    gitu aja

siswi      : Maksudnya?

Konselor: Burung cowokmu itu Cuma masuk ke mulutmu yang atas aja apa pake mulut yang bawah juga?

Siswi      :  Iya sih..kak yang bawah juga,..tapi waktu mau keluar di terusin pake mulut yang atas..

Konselor: Sudah berpa kali gituan sama pacarmu?

siswi       : Sudah beberapa kali

Konselor : Sama pacar yang dulu gimana?

siswi        : Nggak…Cuma pegang-pegang aja.

Konselor : Pacarmu ini temen sekolah apa orang dewasa

siswi        : Teman sekolah.

Vulgar. Terus terang. Porno(?). Memang harus lugas dan terbuka. Tapi  begitulah  ceritanya. Banyak kisah SMS seru lain yang sejenis isinya. SMS ini merupakan salah satu diantara Ratusan SMS yang masuk ke layanan konsultasi remaja yang kami bentuk sekitar dua tahun  yang lalu. Kegiatan layanan konsultasi kesehatan reproduksi remaja itu kami beri nama KONSER KASIH singkatan dari KON-SULTASI

S-EPUTAR R-EMAJA: K-ATAKAN A-PA S-EBENARNYA I-SI H-ATIMU.

Kegiatan ini dilakukan denganmemberikan penyuluhan dan dialog tentang kesehatan reproduksi remaja khususnya mengenai sex, penyakit menular sexual, HIV-AIDS, NARKOBA. Kami berikan penyuluhan kesekolah-sekolah mulai dari tingkat SD,SMP dan SMU. Tema sex dan sejenisnya hanya kami berikan kepada siswa SMP dan SMU dengan topic terpilih, disesuaikan dengan yang kami kunjungi. Setiap setelah selesai acara kami berikan selebaran yang berisi ajakan dan motivasi hidup sukses, kemudoan tidak lupa kami berikan No HP sebagai layanan paska penyuluhan dan dialog. Gunanya bagi yang ingin berkonsultasi secara pribadi kami tunggu di nomor tersebut. Kami tidak melayani percakapan langsung, tapi hanya melayani SMS saja. Ini semua demi menjaga kerahasiaan dan kemanan bersama. Ada tiga nomor HP yang kami sediakan. Biasanya setelah penyuluhan selesai maka puluhan SMS seperti tersebut diatas akan mengalir ke tempat kami.

Hasil penelitian ( Dalam Buku PEMERKOSAAN ATAS NAMA CINTA (PANCI), tulisan Iip wijayanto ), disebutkan bahwa 73% Surabaya dan 75% Jakarta hubungan seks pertama kali dilakukan DENGAN PACAR.

Akibatnya : Pada penelitian terakhir KPA di kota besar, 62,7% anak SMP sudah melakukan hubungan seks. 21,2% anak SMA melakukan aborsi selama tahun 2010.

Dan 93 % anak SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seks(Radar, 7 Mei 2011 ).

Angka angka itu menunjukan betapa perilaku anak-anak remaja kita, sudah sedemikian jauhnya.

Apakah mereka selama ini belum mendpatkan pengetahuan tentang reproduksi? Tentang sex? Tentang HIV-AIDS? Tentang Penyakit menular sexual? Tentang narkoba? Jawabnya tentu saja sudah. Dalam mata pelajaran sains (dulu disebut IPA/biologi) sejak SMP dan SMU mereka sudah di perkenalkan tentang Anatomi organ reproduksi, tentang haid, kehamilan. Pada mata pelajaran lain juga di singgung mengenai sex, narkoba. Dari beberapa buku yang diajarkan dalam kurikulum sekolah seperti dalam sains tersebut memang isinya lebih menekankan kepada sesuatu yang bersifat penegetahua. Sebatas ilmu pengetetahuan belaka. Berikutnya buku tentang pendidikan sex remaja yang di terbitkan oleh departemen kesehatan dan juga oleh departemen pendidikan isinya sepertinya lebih mengarahkan kepada SAVE SEX  bagi remaja. Jadi mirip dengan panduan bagaimana melaksankan hubungan seksual tapi tidak tertular penyakit atau melakukan hubungan seksual tapi tidak hamil. Sex yang aman. Coba telaah isinya. Selain mengenai anatomi organ reproduksi di buku itu juga di kenalkan istilah-istilah pre sexual intercourse (pemanasan-pemanasan dalam hubungan sexual). Petting, necking, licking, deep kissing dan wett kissing atau yang semakna dengan itu di berikan keterangan secara rinci mengenai maksudnya. Memang di situ di sertakan juga mengenai risiko-risiko dari penyalahgunaan organ reproduksi. Berbeda sekali dengan buku-buku yang berkaitan dengan narkoba. Di buku tentang narkoba ini isinya benar-benar menekankan perang terhadap narkoba.

ARIEL-CUT TARI-LUNA MAYA

Masih ingat kasus heboh video porno artis Indonesia ariel-cut tari-luna maya?. Adegan mesum yang hot seperti dalam blue film ketiga artis itu menyebar secara massive ke seluruh penjuru tanah air. Dari mulai anak SD sampai para usia lanjut  mungkin pernah menyaksikan video tersebut.  Tua-muda, laki-laki dan perempuan semua penasaran. Dari yang bisik-bisik dan sembunyi-sembunyi atau mungkin ada yang nonton bareng. Sungguh luar biasa. Gempar. Selama hampir beberapa bulan kasus itu terpampang di mata kita. Ini tentu tidak lepas dari peran awak media cetak dan elektronik yang tanpa di sadar telah memantik rasa penasaran dan penyebaran video mesum itu.

Bagi media, berita adalah berita. Sepertinya tidak perduli akan efek yang akan timbul dari berita yang di buatnya. Baik atau buruk bagi pemirsa dan pembacanya sepertinya bukan urusan mereka. Siapakah yang akan menonton dan membaca beritanya bukan masalah baginya. Padahal berita yang dia muat bisa juga di tonton dan di baca anaknya yang masih kecil atau yang remaja. Setiap berita yang menjadi heboh berarti meningkatnya jumlah penjualan  dan rating. Ini berarti juga meningkatnya jumlah keuntungan yang di dapat. Karena pers tak lain adalah industri berita belaka, keuntungan materi yang jadi tujuanya.

Sungguh luar biasa, efek booming dari video ariel-cut tari-luna maya yang tersebar itu. Sebagaimana di lansir juga oleh media betapa banyak kejadian mesum berikutnya yang dilakukan pelajar SD, SMP dan SMU setelah mereka menonton adegan dalam video itu. Belum pernah dalam sejarah ada video porno yang begitu terkenal di Indonesia selain kasus video artis tersebut.  Tak elok jika menimpakan kerusakan ini hanya kepada si artis saja karena ini  semua tak lepas dari peran media massa.

HAND PHONE DAN AKSES INTERNET

Suatu saat kami juga pernah mengadakan penelitian dengan menggunakan quisioner terhadap para pelajar SD,SMP dan SMU di sebuah kecamatan. Penelitian ini bbertujuan untuk mengetahui perilaku kesehatan remaja berkaitan dengan aktivitas merokok, narkoba, minuman keras, dan perilaku sex mereka.  Salah satu pertanyaan dalam quisioner yang kami buat adalah: PERNAHKAH ANDA MELIHAT GAMBAR ATAU VIDEO PORNO? Jawabanya >90% meyatakan pernah. DARIMANA ANDA MELIHAT VIDEO PORNO/ GAMBAR PORNO? >90% Jawabanya dari HP dan dari internet (termasuk warnet).

Kemudahan mendapatkan informasi sekarang tamapaknya menjadi boomerang bagi bangsa ini. Kehadiran IT tentulah tidak dapat di tolak. Dengan kemajuan teknologi terciptalah perangkat-perangkat yang makin mudah dan murah untuk mengakses segala macam informasi. Hanya dengan uang 100 ribu(HP bekas) atau 500ribu (HP baru)  bocah bocah SD dan SMP maupun SMU sudah dapat memiliki HP  buatan cina  dengan Fitur lengkap yang, bisa mengakses internet, rekam video dan lain sebagainya.

Dengan alat semurah dan semudah itu mereka menelusuri seluruh isi dunia. Dengan alat semudah dan semurah itu mereka dapat berekpresi dengan memotret atau merekam gambar layaknya artis idola.

Jutaan video dan gambar mesum sampai hari ini masih dengan mudah di akses melalui alat sederhana dan murah tersebut. Dengan bekal sedikit otak atik komputer  mereka saling berbagi informasi. Sayangnya lebih banyak diantaranya yang berbagi hala-hal tidak bermanfaat atau bahkan hal maksiat. Memang tidak seluruhnya demikian. Kebebasan informasi yang di dukung dan di dengungkan segelintir orang telah membuat kerusakan sedemikian luasnya. KALAU BOLEH INFORMASI DI IBARATKAN ARUS LISTRIK MAKA SESUNGGUHNYA JUGA DI PERLUKAN GARDU-GARDU DI SETIAP WILAYAHNYA DAN JUGA PERLU SEKRING PEMUTUS DI SETIAP RUMAHNYA SEHINGGA DAPAT  DILAKUKAN KONTROL TERHADAP ARUS YANG MASUK. BILA TIDAK MAKA ARUS LISTRIK YANG BERLEBIHAN AKAN MERUSAK PERANGKAT-PERANGKAT DALAM RUMAH KITA. “Kebebasan” informasi bisa yang berubah menjadi “kebabalasan” inormasi, akibatnya sama dengan listrik tadi tidak memberi manfaat tapi malah merusak. Belum lama dari pihak GOOGL.COM mulai memeikirkan perlunya perangkat yang dapat MEN-DELETE informasi yang ada di jejaringnya dengan maksud agar informasi yang pernah muncul dapat di hapus bila itu membahayakan atau merugikan kehidupan seseorang.

Namun demikian pembatasan informasi tampaknya akan bertentangan dengan era kebebasan informasi global yang sedang bertiup. Para penggiat kebebasan atas nama hak asasi manusia akan selalu menentang setiap pembatasan informasi. Mereka beranggapan informasi adalah hal paling penting di dunia dan tidak boleh di halangi keberadaanya. Penutupan akses pornografi di dunia maya seperti yang di lakukan menkominfo TIFFATUL SEMBIRING juga menuai cercaan dan perlawanan. Meskipun orang yang menentang itu juga tahu  bahwa sebenarnya pornografi lebih banyak efek merusak dari pada manfaatnya. Indonesia terdaftar sebagai JUARA Penikmat pornografi dunia. Tentu ini bukan prestasi yang membanggakan.

Masa pubertas dengan dorongan libido yang tinggi dan rasa ingin tahu terhadap hal baru  bisa jadi merupakan pemicu remaja terjebak pornografi. PORN ADDICT di tengarai merupakan “penyakit baru” yang akan melanda sebagian besar Negara kita. Porn addict ini tentu saja merupakan kawan akrab dari  FREE SEX DAN SEX ADDICT, kalau sudah demikian masalah remaja akan semakin berat.Masalah remaja berarti juga masalah buat orang tuanya. Apakah masalaha remaja hanya bersumber dari para remaja itu saja. Tentu tidak. KENAKALAN ORANG TUA ssesungguhnyalah sumber dari kerusakan remaja. Orang tua yang di maksud tentu saja bukan saja orang tua biologis dalam hal ini Para anggota DPR, para Pebisnis Media massa, dan pemerintah juga termasuk orang tua yang harus bertanggungjawab terhadap tumbuhnya kenakalan remaja.

bersambung…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Trik Licik Money Changer Abal-abal di Bali! …

Weedy Koshino | | 20 August 2014 | 23:31

Seleksi CPNS 2014 Dibuka dan Diselingi …

Pebriano Bagindo | | 21 August 2014 | 05:00

Menanti Keputusan MK …

Wisnu Aj | | 21 August 2014 | 02:20

Senja Kala Pesepeda di Yogyakarta …

Yusticia Arif | | 21 August 2014 | 09:02

[Proyek Buku] Catatan Warga Indonesia di 10 …

Kompasiana | | 12 August 2014 | 23:19


TRENDING ARTICLES

Hebat, Indonesia Paling Menjanjikan Sedunia! …

Firdaus Hidayat | 3 jam lalu

Dapur Umum di Benak Saya …

Itno Itoyo | 14 jam lalu

Bonsai MK dan KPU, Berharap Rakyat Cueki …

Sa3oaji | 15 jam lalu

Menunggu Aksi Kenegarawanan Hatta Rajasa …

Giens | 16 jam lalu

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: