Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Apakah Mungkin Miss V Anda Bisa Kencang Kembali Tanpa Operasi?

OPINI | 02 May 2013 | 17:46 Dibaca: 829   Komentar: 3   2

Kehidupan pasangan tidak hanya berkutet dimasalah ekonomi saja. Masalah hubungan intim juga tidak kalah sengitnya. Bahkan, terkadang masalah tersebut bisa menjadi hancurnya sebuah komitmen kebersamaan.

Ada hal-hal yang sulit dijelaskan mengapa sebuah komitmen begitu mudahnya hancur. Apakah peranan kata ‘cinta’ dan sakralnya perkawinan menjadi kurang begitu penting dibanding masalah kehidupan seksual pasangan?

Terlepas dari pribadi dan watak seseorang, ‘citra rasa’ seks merupakan hak alami setiap mahluk hidup setelah mereka dilahirkan. Dalam kondisi tertentu, efek psikologis dari masalah tersebut menjadi ‘tidak tersaingi’ dengan faktor-faktor lainnya.

Bagi wanita yang sering melakukan hubungan intim, pernah melahirkan, ataupun berusia lanjut, ini menjadi tantangan sendiri. Mengapa demikian?

Semua proses tersebut melahirkan efek penurunan fungsi dan performance organ kewanitaan yang akan dirasakan baik oleh wanita itu sendiri maupun pasangannya. Penurunan fungsi dan performance ini sebenarnya normal, dan memang terjadi pada kondisi-kondisi tersebut.

Apakah kita harus complain dengan kenyataan tersebut?

Ya tidak demikian. Selain perlunya membina keharmonisan pasangan secara sehat, benar dan berlandaskan agama, wanita dalam kondisi tersebut juga tidak salah jika tetap bisa memberi ’service’ pada pasangannya yang maksimal.

Tahukah anda, dalam sebuah survey yang dilakukan majalah Magazine, US, hampir diatas 70% kaum pria masih tetap berpikiran ’seks’ sekalipun dalam kondisi krisis finansial.

Walaupun tidak semua pria demikian, ini juga menjadi gambaran betapa dahsyatnya ‘faktor gejolak hormone’ yang mengalahkan segala sesuatu yang kita anggap tidak logis.
Pada kenyataannya memang demikian.

Pertanyaannya jika memang demikian, apakah kondisi miss V yang kendor pada kondisi-kondisi tersebut bisa di perbaiki?

Tentu saja bisa.

Salah satu cara yang direkomendasikan oleh para ginekolog adalah dengan sering melakukan latihan otot pelvic. Latihan ini bertujuan agar anda dapat ‘mengontrol’ kontraksi otot-otot miss V anda saat berhubungan intim. Selain itu juga, latihan tersebut juga bermanfaat untuk mencegah efek negatif dari otot pelvic atau otot miss V yang kendor, seperti mudahnya buang air kecil, dan keluarnya bagian dalam miss V atau uterus keluar mulut miss V (dalam dunia medis, ini disebut vaginal prolapse dan uterus prolapse).

Cara lainnya yang tidak direkomendasikan oleh assosiasi dokter bedah tapi tidak melarang para dokter bedah yang berpengalaman untuk melakukannya adalah melalui tindakan operasi Vaginoplasty.
Singkatnya operasi ini akan ‘memotong’ kulit bagian dalam dan luar miss V anda atau dinding miss V anda, serta otot-ototnya agar kencang kembali. Tindakan ini bisa dilakukan secara konvensional atau dengan bantuan teknologi laser yang lagi marak sekarang ini disebut laser vaginal rejuvenation (LVR).

Apa keburukannya?

Ya selain resiko pendarahan dan komplikasi, operasi tersebut juga akan memotong urat-urat saraf yang berada dalam miss V anda. Alhasil, kejadian ‘mati rasa’ akan umum ditemukan oleh para klien.
Parahnya lagi, kondisi mati rasa tersebut atau biasa disebut ‘numbness’ bisa berlangsung tahunan bahkan permanent.

Pertanyaannya, kalau sudah demikian, buat apa melakukan pengencangan miss V kalau anda sendiri tidak merasakan senssasinya? Jika anda tanyakan kepada pasangan anda, tentu saja bermanfaat. Tapi anda sendiri?

Cara lain adalah melalui cara alami. Dari apa yang saya baca dan salah satunya berjudul ‘vaginal rejuvenation‘ menjelaskan banyak cara yang bisa anda lakukan. Salah satunya adalah rajin mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan tertentu yang banyak mengandung phytoestrogen atau estrogen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.  Bahkan pada tumbuh-tumbuhan tertentu mereka bisa memberikan efek pengencangan jaringan kulit miss V anda secara sangat singkat.

Terlepas dari itu semua, jika memang anda concern dengan masalah ini dan pasangan anda memang mengeluhkan kondisi demikian, awali terlebih dahulu dengan berkomunikasi secara baik dan terbuka. Suka atau tidak suka, kondisi miss V yang mengendur ini juga dirasakan pasangan anda. Sekalipun pasangan anda tidak mmpermasalahkannya, sensasi dari hubungan intim merupakan kenikmatan yang tiada tara yang diberikian dari sononya.

Tinggal bagaimana kita memaintain-nya agar tetap dalam kondisi maksimal.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ignatius Jonan Akan Menjadi Menteri? …

Daus | 3 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 3 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 3 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Berbagi Cerita Wisata, Menggali Potensi Kota …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Lima Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia …

Utiket | 7 jam lalu

My Idiot Brother: Kalah dengan Saudaranya …

Nyayu Fatimah Zahro... | 8 jam lalu

Cita-cita? Jadi anggota DPR! …

Diana Santi | 8 jam lalu

Pak Tua, Sudahlah… …

Selsa | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: