Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Gunawan

Blogger & Praktisi IT @GUNWANug https://www.facebook.com/gunawankompasianer PIN BB 7961DB9F

Waspadai Penderita Kelainan Seksual (PKS) Mencari Mangsa Melalui Internet

OPINI | 20 April 2013 | 15:34 Dibaca: 1512   Komentar: 52   7

1366446608666806221

img-garutnews.com

Hati-hati jangan sampai terjangkit PKS. Waspadalah karena PKS  yang ini sangat ditakuti baik oleh pria maupun wanita. Seseorang yang terjangkit PKS kelihatannya sih normal-normal saja. Pergaulannya sehari-hari juga kelihatan wajar-wajar saja. Tak ada tanda-tanda bahwa seseorang itu terjangkit PKS.

Pada fisiknya juga tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan yang signifikan. Perubahan yang jelas bisa diamati adalah dari prilaku seksual dan kejiwaannya. Karena PKS yang saya maksud adalah Penyakit Kelainan Seksual.

PKS yang satu ini cenderung menyerang kejiwaan seseorang. Bisa juga orang ini dikatakan mendertita penyimpangan seksual. Aktifitas seksualnya cenderung abnormal dan diluar kelaziman. Adapun Penyakit Kelainan Seksual yang harus diwaspadai adalah:

1.Homoseksual
Homoseksual merupakan kelainan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya. Disebut gay bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan. Hal yang memprihatinkan disini adalah kaitan yang erat antara homoseksual dengan peningkatan risiko AIDS. Pernyataan ini dipertegas dalam jurnal kedokteran Amerika (JAMA tahun 2000), kaum homoseksual yang “mencari” pasangannya melalui internet, terpapar risiko penyakit menular seksual (termasuk AIDS) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.

Banyak para kaum homo ini mencari mangsa dari facebook dengan mengajak korbannya kopdar dan memberi imbalan sejumlah uang dan akhirnya korbannya tak berdaya dan akhirnya terbuai dan menjadi komunitas mereka.

2. Lesbian

Lesbian adalah prilaku wanita yang menyukai sesama wanita dan mendapatkan kepuasan seks dari sesama wanita. Kaum lesbian ini biasanya memndam rasa benci kepada laki-laki .

Komunitas lesbian juga tak jarang menjaring mangsa melalui dunia maya dengan mencoba menjerat mangsa biasanya dari kalangan anak-anak sekolah yang ingin mendapatkan sekedar materi dengan menjadi pasangan kaum lesbian dengan mendapatkan imbalan uang. Biasanya para lesbi adalah wanita karier yang cukup sukses dan tak mau membina rumah tangga secara normal. Jadilah mereka memanfaatkan para wanita yang lemah dari segi ekonomi tetapi memiliki paras yang juga cantik dan memenuhi selera kaum lesbi ini. Para wanita korban juga merasa aman karena tidak ada resiko hamil.

3.Sadomasokisme

Sadisme seksual termasuk kelainan seksual. Dalam hal ini kepuasan seksual diperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangannya. Sedangkan masokisme seksual merupakan kebalikan dari sadisme seksual. Seseorang dengan sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual.

Orang seperti ini biasanya mencari pelampiasan dengan menyewa wanita panggilan baik dari dunia nyata maupun dari internet. Mereka tak segan menyakiti para pelacur itu karena merasa sudah membayar mahal.

4.Ekshibisionisme
Penderita ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksualnya dengan memperlihatkan alat kelamin mereka kepada orang lain yang sesuai dengan kehendaknya. Bila korban terkejut, jijik dan menjerit ketakutan, ia akan semakin terangsang. Kondisi begini sering diderita pria, dengan memperlihatkan penisnya yang dilanjutkan dengan masturbasi hingga ejakulasi.

Dengan adanya webcam dan chating online memanfaatkan skype dan fasilitas video chat lainnya kadang mereka menunjukkan aksi mereka kepada orang-orang atau teman-teman yang akan menjadi mangsa mereka.

5.Voyeurisme
Istilah voyeurisme (disebut juga scoptophilia) berasal dari bahasa Prancis yakni vayeur yang artinya mengintip. Penderita kelainan ini akan memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi atau bahkan berhubungan seksual. Setelah melakukan kegiatan mengintipnya, penderita tidak melakukan tindakan lebih lanjut terhadap korban yang diintip. Dia hanya mengintip atau melihat, tidak lebih. Ejakuasinya dilakukan dengan cara bermasturbasi setelah atau selama mengintip atau melihat korbannya. Dengan kata lain, kegiatan mengintip atau melihat tadi merupakan rangsangan seksual bagi penderita untuk memperoleh kepuasan seksual. Yang jelas, para penderita perilaku seksual menyimpang sering membutuhkan bimbingan atau konseling kejiwaan, disamping dukungan orang-orang terdekatnya agar dapat membantu mengatasi keadaan mereka.

Dengan adanya internet orang-orang yang suka mengintip ini bisa memanfaatkan fasilitas situs-situs porno yang tersebar di internet dan bahkan bisa melakukan live chat dengan fasilitas video chat seperti camsex dan lain-lain.

6.Fetishisme
Fatishi berarti sesuatu yang dipuja. Jadi pada penderita fetishisme, aktivitas seksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan BH (breast holder), celana dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat atau dorongan seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi dan mendapatkan kepuasan. Namun, ada juga penderita yang meminta pasangannya untuk mengenakan benda-benda favoritnya, kemudian melakukan hubungan seksual yang sebenarnya dengan pasangannya tersebut.

Sering kita mendengar seorang wanita ada saja yang kehilangan pakaian dalamnya terutama anak-anak kos, dan mungkin pelakunya adalah penderita fatihisme ini.

7. Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / Pedofil

Adalah orang dewasa yang yang suka melakukan hubungan seks / kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur. Hati-hati anda sebagai orang tua yang mempunyai anak-anak, karena par pedhofile sekarang melancarkan aksinya melalui dunia maya. Dengan kelihaiannya menipu anak-anak dan akhirnya melampiasakan nafsu bejatnya.

8.Bestially

Bestially adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing, dan lain sebagainya.

Penyimpangan yang satu ini disebabkan karena minder dan kurang pergaulan dan menganggap aman tindakannya itu. Mereka sadar bahwa binatang tak bisa mengadu kepada komnas HAM ataupun pihak perlindungan hewan.

9.Incest
Adalah hubungan seks dengan sesama anggota keluarga sendiri non suami istri seperti antara ayah dan anak perempuan dan ibu dengna anak cowok.

Prilaku ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kecacatan jika menghasilkan keturunan. Dalam hukum agama juga sangat terlarang.

10.Necrophilia/Necrofil
Adalah orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah menjadi mayat / orang mati.

Ini banyak terjadi di kamar-kamar mayat dan dilakukan oleh petugas penjaga mayat. Seperti pada cerita film horor saja tetapin ada dalam dunia nyata.

11.Sodomi

Sodomi adalah pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan seks baik pasangan sesama jenis (homo) maupun dengan pasangan perempuan.

Dulu mereka menyukai sodomi karena menghindari kehamilan, lama-lama kelakuan seksual mereka menjadi menyimpang dan menjadi penyakit dan sulit untuk disembuhkan.

12.Frotteurisme/Frotteuris
Yaitu suatu bentuk kelainan sexual di mana seseorang laki-laki mendapatkan kepuasan seks dengan jalan menggesek-gesek / menggosok-gosok alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat publik / umum seperti di kereta, pesawat, bis, dll.

Hati-hati bagi anda seorang wanita yang bepergian sendirian, rawan menjadi korban perlakuan dari orang-orang yang mempunyai kelainan ini. Mereka selalu melampiaskan nafsunya di tempat-tempat ramai dan padat.

13.Gerontopilia

Gerontopilia adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Gerontopilia termasuk dalam salah satu diagnosis gangguan seksual, dari sekian banyak gangguan seksual seperti voyurisme, exhibisionisme, sadisme, masochisme, pedopilia, brestilia, homoseksual, fetisisme, frotteurisme, dan lain sebagainya. Keluhan awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek).

Hati-hatilah dengan prilaku seksual kita. Tanpa sadar kadang diri kita juga bisa menderita kelainan seksual, ika kita menikmati hal-hal yang aneh dan tidak wajar dalam hubungan seksual.

Salam Kompasiana

Referensi: wikipedia.org dan berbagai sumber.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 18 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 8 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: