Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Syukri Muhammad Syukri

Orang biasa yang ingin memberi sesuatu yang bermanfaat kepada yang lain…. tinggal di kota kecil Takengon selengkapnya

[Bahaya] Permen Libido Bisa Picu Kekacauan Seksual

OPINI | 07 February 2013 | 11:39 Dibaca: 1679   Komentar: 0   0

Isu yang sedang hangat dibicarakan kalangan perempuan akhir-akhir ini menyangkut dengan khasiat permen karet pembangkit libido. Setelah efek permen ini diblow-up media massa dan media jejaring sosial, termasuk 36 situs di internet menawarkan produk tersebut secara bebas. Karenanya,  bahasan tentang permen itu bukan lagi terbatas di masyarakat perkotaan, mereka yang berada di kota-kota kecil mulai mencari tahu tentang permen karet yang dapat meningkatkan libido itu.

Bisik-bisik antar sesama perempuan, biasanya membicarakan tentang gosip seputar artis. Hari ini, saya mendengar bisik-bisik tentang permen pembangkit libido. Penasaran terhadap isu itu, saya berselancar di dunia maya untuk mencari tahu topik bisik-bisik pagi ini.

Saya menemukan artikel di Kompasdotcom, Kamis (7/2/2013) yang berjudul “Permen Libido” Jadi Obrolan Panas di Kantor. Dalam artikel itu dikisahkan pengalaman seorang perempuan bernama Astrid. Menurut Astrid, efek permen itu mulai terasa 15 menit setelah dia mengunyahnya. Dia merasakan ada dorongan yang kuat untuk berhubungan intim. Sesuatu yang jarang dirasakannya selama ini.

Memang, bagi mereka yang sudah berkeluarga (suami-isteri) terutama pasangan yang sibuk, tentu permen karet pembangkit libido itu cukup bermanfaat. Sebaliknya, jika permen libido itu dikonsumsi oleh anak sekolah atau perempuan yang belum menikah, tentu budaya free sex makin merajalela.

Sekarang saja budaya free sex sudah sangat sulit menghempangnya, apalagi jika permen karet  pembangkit libido itu beredar bebas di pasaran. Dikhawatirkan akan terjadi pesta sex dimana-mana (tidak mustahil didepan umum) dan berakhir dengan kekacauan seksual.

Bahkan, efek permen itu akan disusul lagi dengan berbagai kasus perselingkuhan, karena ibu-ibu rumah tangga yang terlanjur mengunyah permen libido tanpa sungkan akan mencari pria idaman lain (PIL). Bayangkan, rumah tangga yang merupakan sendi-sendi negara, hancur berantakan. Efeknya, muncul anak-anak broken home yang makin tidak  jelas masa depannya.

Dewasa ini saja narkoba sudah nyata-nyata mulai menghancurkan fondasi dan moral bangsa . Bagaimana pula nasib bangsa ini jika permen karet pembangkit libido itu dikonsumsi oleh kaum perempuan? Seperti bensin dipantik dengan api, blum….langsung terbakar.  Dan, kekacauan seksual plus runtuhnya moral bangsa tak terhindarkan. Apa jadinya bangsa ini?

Beruntung, menurut Kompasdotcom tadi, BPOM belum mengeluarkan izinnya sehingga produk permen peningkat libido itu masih bisa dihentikan peredarannya. Semua itu dapat dilakukan jika semua sepakat untuk menyelamatkan bangsa ini, dan menolak prilaku hedonisme itu. Sang Khalik sudah melarang manusia untuk mendekati zina. Mendekatinya saja dilarang, apalagi melakukannya.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 8 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 11 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 12 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 12 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kapusan (Tertipu) …

Amin | 7 jam lalu

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | 8 jam lalu

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 8 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 8 jam lalu

Makna Kesaktian 2 (Episode : …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: