Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Syukri Muhammad Syukri

Orang biasa yang ingin memberi sesuatu yang bermanfaat kepada yang lain…. tinggal di kota kecil Takengon selengkapnya

[Bahaya] Permen Libido Bisa Picu Kekacauan Seksual

OPINI | 07 February 2013 | 11:39 Dibaca: 1688   Komentar: 0   0

Isu yang sedang hangat dibicarakan kalangan perempuan akhir-akhir ini menyangkut dengan khasiat permen karet pembangkit libido. Setelah efek permen ini diblow-up media massa dan media jejaring sosial, termasuk 36 situs di internet menawarkan produk tersebut secara bebas. Karenanya,  bahasan tentang permen itu bukan lagi terbatas di masyarakat perkotaan, mereka yang berada di kota-kota kecil mulai mencari tahu tentang permen karet yang dapat meningkatkan libido itu.

Bisik-bisik antar sesama perempuan, biasanya membicarakan tentang gosip seputar artis. Hari ini, saya mendengar bisik-bisik tentang permen pembangkit libido. Penasaran terhadap isu itu, saya berselancar di dunia maya untuk mencari tahu topik bisik-bisik pagi ini.

Saya menemukan artikel di Kompasdotcom, Kamis (7/2/2013) yang berjudul “Permen Libido” Jadi Obrolan Panas di Kantor. Dalam artikel itu dikisahkan pengalaman seorang perempuan bernama Astrid. Menurut Astrid, efek permen itu mulai terasa 15 menit setelah dia mengunyahnya. Dia merasakan ada dorongan yang kuat untuk berhubungan intim. Sesuatu yang jarang dirasakannya selama ini.

Memang, bagi mereka yang sudah berkeluarga (suami-isteri) terutama pasangan yang sibuk, tentu permen karet pembangkit libido itu cukup bermanfaat. Sebaliknya, jika permen libido itu dikonsumsi oleh anak sekolah atau perempuan yang belum menikah, tentu budaya free sex makin merajalela.

Sekarang saja budaya free sex sudah sangat sulit menghempangnya, apalagi jika permen karet  pembangkit libido itu beredar bebas di pasaran. Dikhawatirkan akan terjadi pesta sex dimana-mana (tidak mustahil didepan umum) dan berakhir dengan kekacauan seksual.

Bahkan, efek permen itu akan disusul lagi dengan berbagai kasus perselingkuhan, karena ibu-ibu rumah tangga yang terlanjur mengunyah permen libido tanpa sungkan akan mencari pria idaman lain (PIL). Bayangkan, rumah tangga yang merupakan sendi-sendi negara, hancur berantakan. Efeknya, muncul anak-anak broken home yang makin tidak  jelas masa depannya.

Dewasa ini saja narkoba sudah nyata-nyata mulai menghancurkan fondasi dan moral bangsa . Bagaimana pula nasib bangsa ini jika permen karet pembangkit libido itu dikonsumsi oleh kaum perempuan? Seperti bensin dipantik dengan api, blum….langsung terbakar.  Dan, kekacauan seksual plus runtuhnya moral bangsa tak terhindarkan. Apa jadinya bangsa ini?

Beruntung, menurut Kompasdotcom tadi, BPOM belum mengeluarkan izinnya sehingga produk permen peningkat libido itu masih bisa dihentikan peredarannya. Semua itu dapat dilakukan jika semua sepakat untuk menyelamatkan bangsa ini, dan menolak prilaku hedonisme itu. Sang Khalik sudah melarang manusia untuk mendekati zina. Mendekatinya saja dilarang, apalagi melakukannya.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jebakan Betmen di Museum Antonio Blanco …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 06:17

Perbaiki Sikap Berkendaraan agar Hemat BBM …

Fajr Muchtar | | 22 December 2014 | 06:22

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 13 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 14 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 15 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: