Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Pakde Kartono

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah

Bobo-bobo Siang dengan Gadis Kinyis-kinyis

REP | 18 December 2012 | 20:04 Dibaca: 1745   Komentar: 0   0

Teman kantor mengajakku makan siang bareng dengan calon klien perusahaan kita. Makan siang ini di daerah Anco, karena Ancol terkenal dengan restorannya yang enak-enak, dan gadis-gadis kinyis-kinyis disekitar restoran yang pasti rasanya enak-enak juga. Hehehehe

Alasan memilih Ancol selain banyak restoran yang makanannya enak, juga karena sehabis makan siang, bisa dilanjutkan dengan bobo-bobo siang. Banyak hotel di kawasan Ancol sehingga orang yang mau bobo siang tidak perlu jauh-jauh atau repot-repot mencari hotel setelah makan siang.

Terkait rencana makan siang dan bobo siang dengan calon klien tersebut saya berbincang-bincang di kantor, saya di wakili huruf A, kawanku huruf S :

A : bro, jadi gak makan siang di Ancol nanti ? Kalo jadi sekalian bobo-bobo siang kan ?
S : jadi dong bro, aku udah diperintah oleh Boss buat nyenengin calon klien kita. Kata boss calon klien kita ini kelas kakap.

A : wah mantab bro, makasih yah bro udah ajak aku, dan jangan lupa bagi-bagi aku kalo dapat bonus
S : pasti bro, aku tak akan pernah lupa dengan bro, my best friend

A : mereka berapa orang bro ?
S : kalo gak salah 3 orang, kenapa bro ?

A : aku mau siapkan gadis-gadis yang kinyis-kinyis buat mereka, supaya mereka happy dan jadi klien kita
S : good bro, otakmu encer juga yah kalo urusan beginian.

A : kan bro gurunya.. Hehehhee
S : hahahhaa, sekarang murid sudah melewati guru ilmunya.

A : kira-kira mau booking hotel apa bro ? Putri duyung ? Merkure ? Raddin ? Atau Aston marina ?
S : putri duyung saja Bro, tempatnya enak pinggir pantai, landai, dan kita bisa santai.
A : ok bro, segera ku booking putri duyung.

Singkat cerita, setelah makan siang, kita melanjutkan dengan bobo-bobo siang, dan berdasarkan raut wajah mereka terlihat sangat puas dengan bobo-bobo siang dengan gadis-gadis kinyis-kinyis ini.

Benar saja, 3 hari kemudian temanku dipanggil Boss, dan Boss menyatakan apresiasi kepada temanku, karena calon klien kakapnya sudah resmi menjadi klien perusahaan kita. Rupanya ia terkesan dengan keramahan kita, pelayanan kita, sehingga memutuskan mau bekerja sama dengan perusahaan kita.

*pesan moral dari cerita di atas : dalam berbisnis lakukanlah dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati dan kreatif, mudah-mudahan bisnis semakin lancar dan terus maju berkembang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: