Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Obat Kuat Wanita: Biar Ikut Greng!

REP | 24 November 2012 | 07:32 Dibaca: 1718   Komentar: 4   0

Di Kawasan Jawa Tengah, ada iklan jamu greng untuk laki-laki yang menggelitik plus ringkikan suara kuda. Bunyinya: (Jawa) Biso tangi dewe! Bisa bangun sendiri. Tahulah apa maksud bangun alias berdiri sendiri … Mr. P-nya, tentu.
Saya tidak tahu, masuk kategori macam mana “jamu kuat” untuk mendongkrak kelelakian seseorang itu. Jujur, karena nggak pernah nyoba. Tersebab, obat-obatan sejenis, dalam beberapa berita dan artikel yang penulis baca, hampir semuanya masuk kategori illegal alias abal-abal dan bisa membahayakan. Nah, repotlah kalau mengejar “tahan lama” tapi kalau berakibat fatal? Saya lebih percaya kepada seksologi seperti Prof DR dr Wimpie Pangkahila spAnd atau dr. Naek L. Tobing dalam berbagai tulisannya untuk “dipelajari”.
Bersebalik dengan obat-obat kuat untuk laki-laki yang membanjir, tidak dengan obat untuk wanita agar bisa greng. Walau tidak bisa dibilang tak ada lho, ya? Ada. Cuma mungkin sedikit. Atau seperti umumnya kaum Hawa yang lebih senang menyembunyikan soal gairah di ranjang itu, obat-obatan jenis ini tak membanjir. Lagi pula, tak sedikit wanita sudah merasa puas sebagaimana adanya. Memang, termasuk di negeri ini, libido kaum ini termasuk rendah.
Bagaimana dengan yang membutuhkan? Ya, untuk bisa menikmati kebutuhan biologis dan kewajaran menikmati seks yang sepadan dengan laki-laki?
Ada kabar bagi wanita yang ingin lebih greng di tempat tidur. Kok cuma tempat tidur, sih? Ya, ya, ya. Ini memang soal obat sejenis pendongkrak kegairahan seksual atau penggugah libido kaum hawa yang “menurun”. Setidaknya agar kelak bisa menyebut tanpa sungkan: oh, yes, yes.
Tefina, demikian nama “Siladenafil sirat” bagi Viagra kaum wanita yang sudah memasuki tahap klinis kedua dan memasuki tahap berikutnya. Pada tahap ketiganya, konon paling tidak Trimel Pharmaceuticals dan para peneliti dari Case Western Reserve University (AS) dan Monash Universty (Australia) akan membawa 100 orang untuk “kelinci percobaan”. Mereka usia 18-49 tahun.
“Terapi terosteron tak cuma meningkatkan rangsangan dan libido seksual, tapi juga meningkatkan kemampuan perempuan untuk mencapai orgasme,” papar Profesor Susan Davis (Monash Universty). Nah!
Ya, Tefina – jangan dianggap nama seseorang atau nama teman Anda, lho, ya? – itu pada uji tahap kedua cukup disemprotkan dua jam sebelum seseorang melakukan Making Love (ML). Apalagi daya kerjanya mampu bertahan hingga enam jam. Alhasil, ya ya, ya.
Penjelasan sementara, Tefina yang digunakan seorang wanita, testoteron bereaksi mengatur pusat seksual di otak. Nah, tahap berikutnya aliran darah terdongkrak di organ kelamin si pemakai. Di sinilah rangsangan akan menuju hingga mencapai dah yang namanya klimaks, orgasme.
Mau? Tunggulah, sampai tuntas Trimel Pharmaceuticals dari Kanada melansir secara resmi pasca uji klinis ketiganya. Untuk sementara, ya sabar. Baca-baca jamu atau obat yang sudah ada dan kalaupun membeli ya yang tanpa efek samping. Kalau yang laki-laki sih tiap bangun tidur pagi hari umumnya: sudah bangun sendiri. Greng juga. Walau tanpa ringkik kuda. Dan singkatnya, jika pertandingan seimbang, gol tak melulu 1-0 untuk kemenangan si kuda jingkrak. ***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 14 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 9 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 9 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 9 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: