Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Herry Fk

Hanya Si BODOH… yang berharap menemukan pencerahan dari seberkas cahaya ilmu di Dunia. Kuserahkan separuh selengkapnya

Doggie Style Vs Momon Style

OPINI | 16 November 2012 | 00:04 Dibaca: 1149   Komentar: 24   3

Sebelum membaca lebih jauh, maka kita kesampingkan dahulu masalah ketabuan alias idihhh malu deh… bahas kek ginian…  gerah woi gerah, tapi marilah mencoba untuk melihat hal ini sebagai bagian dari sebuah ide dalam cabang keilmuan yang bernama Seksologi.

Bagi yang sudah dewasa, apalagi yang telah berkeluarga atau yang sering browsing atau para pewaris kitab pusaka tehnik bercinta, maka pastinya sudah tidak asing dengan istilah Doggie Style. Namun bagi kompasianer yang telah dewasa baik yang telah menikah atau sedang berencana untuk menikah tetapi masih belum memahami istilah Doggie style, tidak ada salahnya jika dijelaskan sedikit. Tehnik bercinta Doggie style sesungguhnya terinspirasi oleh tehnik bercinta yang dilakukan oleh hewan yang bernama Doggie makanya disebut dengan istilah Doggie style, masuk akal khan? Seandainya terinspirasi oleh gaya bercinta Wagiman maka istilah yang dipakai pasti Wagiman style… gimana paham khan? Hahahahahaha.

Penulis percaya untuk istilah Momon style, pasti masih banyak Kompasianer yang masih asing tentang gaya dan tehnik bercinta yang satu ini. Dan hal itu dapat dimaklumi, karena gaya Momon style ini adanya hanya di Belantara Asmara Cinta Hasrat Terpendam para Pria di Planet Kenthir. Namun satu hal yang pasti inspirasinya bukan dari manusia dan bukan pula dari jin, tetapi dari memperhatikan perilaku hewan yang sepupu dekatnya di Planet Bumi diberi nama Monyet alias Kera alias Monkey.

Beda monyet yang ada di Planet Bumi dengan Momon yang tercipta di Planet kenthir adalah dari warnanya, jika Momon betina warnanya merah muda atau keungu-unguan, sedangkan Momon jantan pada umumnya berwarna hijau. Namun ada satu spesies Momon yang berwarna merah, contohnya Gorilla Merah yang gagah, ganteng dan penuh daya tarik. Saking tingginya sex apple Gori Merah dapat merubah wow!! menjadi ihhh…!!!

Balik ke judul artikel ini “Doggie style Vs Momon style” yang berarti membandingkan kedua gaya bercinta ini, untuk mencermati mana yang lebih baik untuk diadobsi sebagai variasi gaya bercinta. Doggie style yang banyak diadobsi oleh masyarakat Planet Bumi jika dilihat dari karakternya terkesan kasar, ribut dan hanya mementingkan diri sendiri. Apalagi jika dilihat secara phisik maka tehnik yang dilakukan doggie sesungguhnya tehnik keterpaksaan akibat dari keterbatasan phisik doggie yang berkaki empat sehingga doggie tidak mampu melakukan variasi lainnya.

1352918481677449807

Sehingga doggie style apabila diadobsi “apa adanya” oleh manusia maka terkesan kasar secara anatomi sebab pada sebagian wanita mungkin saja mengalami rasa tidak nyaman dan sakit saat harus berperan sebagai doggie girl. Belum lagi gonggongan cinta doggie bisa bikin tetangga tidak dapat beristirahat dengan tenang. Bahkan jika dilihat dari kacamata psikologis tehnik ini kesannya mementingkan diri sendiri, sebab dengan posisi doggie girl membelakangi doggie boy maka komunikasi pandangan antara keduanya terputus. Oleh karena itu doggie style sebaiknya hanya dijadikan tehnik selingan dan tidak disarankan menjadi tehnik regular hahahaha.

Jika dibandingkan dengan Momon style yang terbukti lebih adaptatif dengan warga Planet kenthir, maka perbandingan kedua tehnik bercinta ini sepertinya dimenangkan oleh Momon style, alasannya silakan perhatian photo-photo yang diperankan oleh model Momon berikut ini, clotkidot :

#1.Karena Momon sejak dini telah dibekali pendidikan dasar tentang hubungan percintaan dan seksologi melalui postingan-postingan Gori Merah di Kompasiana. #2.Setelah para Momon girl menjelang remaja mereka diajarkan berdandan secara mandiri, hal ini jauh lebih simpatik dibandingkan doggie girl yang hanya berdandan ketika menjadi peliharaan manusia saja, ini photonya :

1352918517343482284

#3.Pada tahap awal memulai klik untuk berhubungan Momon boy ataupun Momon girl telah terbiasa melakukan komunikasi verbal yang dalam bahasa manusia diistilahkan sebagai rayuan gombal menuju medan laga, ini contohnya :

13529203151331933263

#4.Setelah proses komunikasi verbal berjalan dengan lancar, maka selanjutnya pasangan Momon senantiasa melakukan tahapan pemanasan alias foreplay layaknya penghuni Planet Kenthir, tentu hal ini sebuah kesamaan yang pantas diadopsi sebagai sebuah tehnik regular, ini photonya :

13529203451644585266

#5.Saat tahapan foreplay telah dilakukan, maka pasangan Momon akan menuju level berikutnya yaitu bercumbu bibir dengan pasangannya. #6.Sekaligus dilanjutkan dengan memeriksa pintu keluar masuk apakah posisinya tepat dan tersedia dengan baik, agar kedua pasangan merasa nyaman pada saat-saat menuju momen yang paling mengesankan bagi hubungan seksual mereka.

1352918906928836087

#7.untuk ilustrasinya selanjutnya, silakan cermati photo Momon dibawah ini :

13529189331036361228

Wkwkwkwkkwkwk Semoga Diadopsi…. Salam Sekshintir wkwkwkwkwkwkwk

1352918680151615539

Ilustrasi my editing collection

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 7 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 9 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 9 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 10 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 12 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: