Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Malam Pertama Menurut Islam

OPINI | 03 October 2012 | 18:07 Dibaca: 37802   Komentar: 33   11

13492422952001237789
Gambar: vivanews.com

Ketika sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahannya telah berada di kamar pengantin, tinggal berdua saja dengan suasana kamar yang telah didekorasi dengan suasana romantis dan syahdu. Tentu kita sudah bisa menebak apa yang akan mereka lakukan. Ya sudah pasti melakukan ritual hubungan suami istri di malam pertama mereka (tentunya kalau si istri sedang tidak mendapatkan haid). Sebagai sebuah agama, islam juga mengatur tata cara ketika sepasang insan yang baru saja menikah akan melakukan hubungan suami istri. Tidak grasak-grusuk, menerkam dan mencabik-cabik serta melucuti pakaian istri dan buru-buru mengajaknya perang tanding satu lawan satu.

Ketika sepasang pengantin telah berada dikamar pengantin, sebelum melakukan hubungan suami-istri, maka di sunatkan bagi mereka berdua untuk melaksanakan sholat sunat dua rakaat. Setelah sholat sunat bacalah surah Al-fatihah, Al-ikhlas dan sholawat Atas Nabi sebanyak tiga kali. Kemudian bacalah doa. Setelah itu suami membalikan badan menghadap istrinya sembil mengucapkan salam dan kata-kata manis penuh pujian dan sanjungan. Ini adalah mukadimah atau pembukaan dalam merayu dan mencumbu istri. Kemudian tangan kanan suami menyentuh ubun-ubun si istri kemudian baca doa yang artinya: Ya Allah, sesungguhnya
aku memohon kepada- Mu dari kebaikannya (istri) dan kebaikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiatnya.
Setelah itu ya terserah sajalah mau bagaimana, mau jungkir balik, berputar seperti gasing. Mau dari depan, dari belakang, samping kiri, samping kanan, atas, bawah asal jangan lewat dubur saja, itu haram.

Disamping itu tentu saja di sunatkan untuk mandi, berharum-harum dan berpakaian seksi agar pasangan bisa terangsang nafsu birahinya. Sebenarnya ini sudah cukuplah untuk memulai dan menjalankan kewajiban suami-istri. Ada juga sih tambahannya dalam artian supan-santun atau etika dalam jimak/hubungan suami-istri. Kok melakukan seks ada etikanya? Ya adalah seperti:
1. Dalam hubungan seks, baik suami atau istri tidak terpaksa melakukannya.
2. Tidak dalam keadaan sakit, letih/capek, kekenyangan karena baru habis makan dan kelaparan.
3. Ketika melakukan hubungan seks keduanya harus telanjang bulat dan ditutupi oleh selimut.
4. Tidak berbuat gaduh dengan suara-suara yang berisik (maksudnya tidak seperti kucing yang lagi kawin :D).
5. Sebelum melakukan hubungan seks/penetrasi, harus terlebih dulu bercumbu dan bersenda gurau agar masing-masing pihak bisa releks dan siap untuk menyantap menu utamanya.
6. Ketika akan penetrasi, bacalah Basmalah, surah Al-Ikhlas, takbir dan tahlil kemudian bacalah doa yang artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Tinggi Lagi Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah ia zuriat yang baik, jika engkau mentakdirkan ia keluar dari sulbiku.
7. Disarankan kepada suami agar bisa mengatur tempo, agar tidak cepat ejakulasi supaya nafsu syahwat istri bisa terpuaskan atau jangan terlalu lama karena istri bisa kecapian dan kesakitan. Kalau bisa orgasme bersamaan agar puncak kenikmatan seksual bisa dinikmati bersama-sama.
8. Kalau suami mampu, aktivitas seks dilaksanakan 4 hari dalam seminggu. Minimal satu kali dalam seminggu, dan seafdol-afdol hari/malam dalam hubungan seks adalah malam Jum’at atau hari Jum’at.
9. Ketika telah selesai ronde pertama dan ingin melanjutkan ronde kedua, maka alat kelamin harus dicuci dulu.
10. Setelah selesai melakukan hubungan seks, segerakanlah mandi wajib/junub. Kalau tidak bisa, basuhlah/cucilah kemaluan/alat vital dan kemudian berwudhu.
.
.
Sumber: http://ummuammar88.wordpress.com/2012/04/23/malam-pertama/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Endah Kreco, Kartini dari Keong Sawah …

Junanto Herdiawan | | 21 April 2014 | 07:31

Mempertanyakan Kelayakan Bus Transjakarta …

Frederika Tarigan | | 21 April 2014 | 10:22

Cara Menghadapi Lansia (Jompo) Pemarah …

Mohamad Sholeh | | 21 April 2014 | 00:56

Danau Linow Masih Mempesona …

Tri Lokon | | 21 April 2014 | 07:01

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 2 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 3 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 5 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 6 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: