Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Revangga Dewa Putra

Yang membedakan kita adalah dirimu lebih munafik aja dari diriku. Masih tetap gila-RDP

“Bolehkan Anak SMP Berciuman?”(Keempat)

REP | 28 June 2012 | 08:16 Dibaca: 2519   Komentar: 24   10

“Bolehkah Anak Smp Berciuman?”

Tahun ajaran baru telah tiba anak SD lulus melanjutkan ke SMP yang kelas satu naek kelas dua begitu seterusnya.

Perkembangan anak sd menuju smp bukan hanya dilihat dari fisik tetapi juga mental psykologi dan aspek yang mempengaruhinya lingkungan,pertemanan dan contoh.

Ketika anak kita memasuki masa masa smp dan suatu ketika dia bertanya kepada kita apakah mereka setelah smp boleh berciuman ngga?

Apakah jawaban kita?

Darimana mereka tau soal ciuman ?

Pertama,pernah melihat,apakah itu orang tuanya,kakaknya dengan pacar atau temannya.

Kedua,menontonnya dalam sinetron atau film.

Ketiga,Melihat gambar,foto dan sejenisnya.

Kembali kepertanyaan,bolehkah?

Kalo boleh kenapa dan kalau tidak boleh mengapa?

Berciuman adalah pertemuan antara bibir pria dan wanita.

Asal-usul ciuman itu sendiri telah dipelajari oleh sejarawan alam yaitu Ernest Crawley pada awal abad ke-20. Crawley (2006) mengatakan bahwa ciuman adalah ekspresi universal dalam kehidupan sosial yang mewakili perasaan kasih sayang, cinta (cinta seksual, cinta orang tua, cinta anak), dan penghormatan. Lebih lanjut menurut Crawley (2006), ciuman merupakan bentuk sentuhan yang menunjukkan hubungan yang intim. Menurutnya, ciuman sangat jarang terjadi di masyarakat yang rendah dan setengah-beradab, dan lebih banyak dilakukan dalam masyarakat yang lebih beradab. Namun di antara peradaban-peradaban tingkat tinggi, ada suatu perbedaan: di mesir kuno, ciuman tampaknya tidak dikenal tetapi ciuman banyak dilakukan di Yunani, Assyria, dan India

Dalam berciuman akan terjadi reaksi spontan yang menimbulkan gejolak,nafsu dan hasrat yang akan merangsang otak untuk meningkatkan libido melalui kinerja gen.

Niat berciuman sebenarnya adalah reaksi kedua setelah ada rasa ketertarikan antar lawan jenis,jadi justru yang harus diawasi adalah apakah anak kita sudah berpacaran?

Nah,bagaimana kita menjawab dan menjelaskan kepada anak?

Kita diharuskan sebijak mungkin dalam memberikan argumen sehingga tidak terkesan mengada ada,atau kita memarahi tanpa penjelasan.

Jadi boleh ngga?

Gue ga tau,yang orangtuanyakan kalian.

Salam Persahabatan

Tags: ciuman smp

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

Inspirasi, Imajinasi, dan Referensi Dalam …

Ryan M. | | 31 January 2015 | 20:03

Di Indonesia Olah Raga Masih Dianggap …

Den Bhaghoese | | 31 January 2015 | 15:40

Menyantap Roti di Gudang Rottie …

Ariesa Putris | | 31 January 2015 | 15:27


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 15 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 16 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 17 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 17 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: