Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Posma Siahaan

Bapak Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan.

Bau ‘Ketek’ Yang Nafsuin

REP | 14 November 2011 | 01:24 Dibaca: 1896   Komentar: 25   3

13211854551355218365

from google

‘Sorry bro, kamu tidak pakai parfum, ya?Baunya asem banget.”Kataku spontan saja dengan seorang temanku SMA saat bertemu reuni di sekolahan minggu lalu.

“Maaf,Pos. Terpaksa, malam ini jadwalku sama istri menunaikan kewajiban, hehehe….”Katanya cengengesan.

“Nah, apa hubungannya?Kamu jadi bau keringat begitu, kawan yang lain belum tentu mau kasih tahu. Aku karena dekat saja berani ngomong,nih….”Kataku serius, atau minimal berusaha serius.

“Istriku agak aneh, nih. Dia lebih suka kalau kami ‘campur’ aku tidak pakai parfum,deodorant atau pupur di ketek. Katanya bau keringatku yang menurutmu asem itu malah nafsuin. Kalau aku pakai pewangi dia malah ilfil. Dan karena kami ada jadwal tertentu dua minggu sekali ‘campur’, maka hari-hari itu aku usahakan jangan sampai pakai pewangi.”Katanya malu-malu hati.

Dan si sahabatku ini mengaku itu baru dia tahu setelah minggu ke 2 menikah. Waktu dia kelupaan gak pakai parfum dan belum mandi setelah olahraga sore, si istri langsung memeluk dari belakang dan mereka romantis-romantisan jadi lebih seru berkali lipat dari biasanya. Si istri yang biasanya pasif bak gedebong pisang jadi benar-benar hot bangets, istilah dia.

Kedengarannya aneh, tetapi memang kasusnya ada. Saat bau keringat yang menurut kebanyakan orang bermakna negatif untuk daya tarik fisik, ternyata sebagian kecil lainnya malah menganggapnya pemancing gairah, seperti pheromone sexual yang dikeluarkan tubuh untuk pasangannya.

Karena kelenjar keringat di ketiak termasuk kelenjar apokrin yang menghasilkan keringat lebih banyak dan baunya lebih semerbak dibanding bagian kulit lain.

Jadi, belum tentu wangi-wangian, aroma terapi atau minyak sinyongnyong sekalipun dapat menimbulkan gairah salah seorang pasangan, kalau dia suka bau kelek yang original.

Jika pasangan anda di rumah terlihat tak bergairah atau malah pasif saat bercinta, tolong tanyakan apakah ada pengaruh dengan bau-bauan di tubuh anda. Bila dia kurang suka parfumnya, ganti parfum lain.Tetapi kalau dia tidak suka sudah lebih dari 5 jenis parfum, coba saja tidak usah pakai pewangi sama sekali, siapa tahu dia termasuk pencinta bau keringat kelek cowok yang asli.

Oke, semoga bermanfaat dan berkeringat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 4 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 5 jam lalu

PSSI dan Kontradiksi Prestasi …

Binball Senior | 6 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Beli Indosat, Jual Gedung BUMN, Lalu? …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: