Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Biseksual, Memilih Istri Juga Pangerannya

REP | 09 October 2011 | 13:03 Dibaca: 1692   Komentar: 10   3

13181225711969453363

image: Google

Ketertarikan dengan lawan jenis misalnya wanita kepada pria atau pria kepada wanita adalah normal. Inilah yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari, yang diistilahkan sebagai keadaan heteroseks. Namun tak dipungkiri ada pula penyimpangan yang kita ketahui seperti istilah homoseks (ketertarikan sesama jenis) namun ada lagi yang agak jarang muncul kepermukaan adalah biseksual.

Kehidupan seorang dengan biseksual ini sering kelihatan normal-normal saja. Seorang biseks bisa hidup manis di tengah keluarga dan tidak menampakkan ke khalayak umum bahwa ada penyimpangan dalam kehidupan seksualnya.

Biseksual atau seksualitas ganda adalah perilaku atau orientasi seksual seseorang, baik laki-laki ataupun perempuan  yang tertarik secara seksual dan erotik pada dua jenis kelamin.

Seorang pria biseksual ia bisa hidup bersama istrinya, melakukan kewajibannya seperti pria normal lainnya. Ia bisa memiliki anak dan menyayanginya seperti ayah lainnya. Namun orientasi seksnya tidak hanya pada wanita/istrinya tapi juga pada oranglain yang sejenis dengan dirinya. Begitu juga jika seorang perempuan biseksual, ia bisa hidup melakukan kewajibannya sebagai wanita normal/sebagai istri namun juga melakukan hubungan sejenis dengan wanita lain.

Begitu pula kehidupan Indra seorang tukang salon asal Sum-Sel ini, karena adanya ketertarikan secara fisik dan emosi dengan sejenisnya ia yang hidup bertahun-tahun dengan istri dan anaknya memilih menjauh dari keluarga tercintanya. Jauh sebelum menikahi istrinya ia sudah menyadari ada hal yang tidak normal dengan kehidupan seksnya. Oleh karena itu, ketika disuruh menikah dengan seorang wanita oleh orangtuanya ia pun menyambutnya. Ia berharap bahwa dengan kehadiran seorang istri kehidupan seksnya akan membaik dan kembali normal.

Satu tahun menikah mereka dikarunia anak, Indra terus mencoba berlari dari hasrat hatinya yang selalu ingin kembali menjalani kehidupan seks anehnya. Setelah anak mereka berusia tiga tahun, kehidupan dan kesehariannya berkutat di ladang membuatnya bosan. Ia meminta izin merantau ke kota yang letaknya cuma tiga setengah jam dari daerah tempat tinggalnya. Melihat tekad yang bulat dari suaminya, istri Indra menyetujuinya.

Di kota berbulan-bulan ia menjadi buruh kasar tak jelas, kehidupan malam memperkenalkannya kembali dengan sosok Riko yang kalau malam berganti nama menjadi Rika, dan juga Ahmad yang kalau malam dikenal Mida. Dengan Riko-Rika dan Ahmad-Mida ini mereka menyewa sebuah tempat untuk lahan bisnisnya, mereka membuka sebuah salon.

Indra pulang sebulan sekali mengunjungi istri anaknya, setelah 1 tahun ia makin jarang pulang. Kalau dihitung ia pulang sekitar 3 bulan sekali ke rumahnya yang terletak hanya tiga setengah jam dari tempat tinggalnya yang sekarang. Karena suami yang semakin jarang pulang, sang istri mulai berpikir macam-macam, apalagi rumor beredar bahwa Indra hidup serumah dengan seseorang.

Dengan gelisah dan nekad istrinya mencari alamat suaminya, ia sampai juga akhirnya. Terkejut yang menyambut kedatangan mereka adalah Riko-Rika yang berdandan menyolok dan aneh. Jelas kalau ia bukanlah laki-laki normal umumnya, namun bukan pula wanita. Setelah bertanya tentang Indra, Riko-Rika mengatakan bahwa Indra yang dipanggilnya Indri sedang keluar dengan pangerannya. Kata-kata renyah keluar tanpa beban dari mulut Riko-Rika. Seperti disayat sembilu hati sang istri mendengarnya.

Dengan pangeran?, semula ia menduga sang suami mungkin punya seorang selingkuhan wanita  yang lebih cantik darinya. Tapi Riko-Rika berkata ia tengah keluar bersama pangeran yang tak lain adalah pacarnya Indra.

Malam menjelang, sang istri yang membawa anaknya itu kemudian dengan berat hati permisi pulang.Mereka berharap masih bisa mengejar bus trip terakhir untuk pulang ke rumahnya. Seminggu kemudian sang istri datang kembali, kali ini ia melihat sendiri bagaimana mesranya suaminya Indra yang hidungnya telah disuntikkan silikon ini. Pasti disampingnya adalah pangeran istimewanya yang telah membuat suaminya lupa pulang demikian pikiran sang istri.

Setelah dihampiri, Indra dengan kasar menarik istrinya ke belakang.

” Ngapain kesini?” tanya indra pada istrinya.

” Saya yang harus tanya, mas Indra ngapain di sini?”

” Gak kamu lihat, aku nungguin salon…cari duit buat kita”.

” Cari duit kok mesra-mesraan sama itu”.

” Siapa yang mesra?”

” Aku sudah tahu, aku jijik sama kamu “.

” Jangan asal bicara ya, kamu gak tahu uang yang kamu dan Adi makan dari mana? “

” Kau bohong, mas sampai rela kreditkan motor buat pacar mas yang tak jelas itu ngojekkan? “

” Iya, lalu apa…aku kan masih kirim buat kalian “.

” Mas, aku tak mau pulang…kalau mas tak ikut aku pulang denganku “.

” Kau ini gila ya, mau ngapain di sini? pokoknya kamu pulang sekarang. Besok aku akan menyusul pulang. “

” Kenapa mesti besok, mas milih pacar mas itu dibanding istri sendiri ya mas?”

Walaupun mata Indra nampak berapi-api namun sang istri tetap teguh tidak akan pulang tanpa suaminya. Alhasil Indrapun pulang bersama istrinya, dan sang pangeran hanya  bisa melihat dengan pandangan pasrah. Namun mata Indra menunjukkan bahwa ia akan segera datang kembali pada pangerannya itu.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 23 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: