Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Hatta Syamsuddin

jalan-jalan berbagi inspirasi, penikmat sejarah & kuliner, guru ngaji dan jualan roti di pesisir bengawan selengkapnya

Bolehkah Oral Seks dalam Islam ?

OPINI | 30 May 2011 | 09:56 Dibaca: 3270   Komentar: 3   3

Salah satu tema pembahasan yang menarik dan menghangat tentang teknik hubungan suami istri dalam koridor syariah adalah tentang boleh tidaknya ‘oral seks’. Begitu populernya masalah ini sehingga tak perlu lagi dijelaskan pengertian atau definisi dari aktifitas oral seks tersebut. Sudah cukup tergambar dari istilah yang digunakan. Mereka yang melarang hal ini berpendapat dengan  sebuah ayat : “ Maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu “ ( QS Al-Baqarah 222). Sebagaimana kita ketahui, tempat yang memang dikhususkan untuk berjimak adalah farj atau kemaluan. Selain itu, pada hakikatnya adalah melanggar ketentuan.

Di lain pihak, mereka yang memperbolehkan berpendapat dengan ayat yang tidak jauh letkanya : “ Istrimu adalah ladangmu, garaplah ladangmu itu bagaimana saja yang kamu kehendaki (sesuai keinginanmu) “ (QS Al-Baqoroh 223). Menurut mereka, yang jelas-jelas dilarang dalam banyak hadits adalah berjimak pada dubur istri, sedang selain itu maka hukumnya kembali sebagaimana diisyaratkan secara mutlak dalam ayat tersebut.

Ada lagi yang bersikap menengah, bahwa oral seks dengan tujuan sebatas istimta’, atau muda’abah (foreplay) untuk pemanasan ke arah jimak (intercouse) diperbolehkan tidak mengapa, asalkan tidak benar-benar berorientasi jimak (mengeluarkan sperma). Jika orientasi oral seks adalah mengeluarkan sperma atau orgasme, maka  dikhawatirkan menyalahi ayat di atas ( QS 2 : 222 ), juga menyalahi dari salah satu tujuan jimak yaitu menghasilkan keturunan.

Berdasarkan tiga pendapat diatas , saya coba mengkaji lebih cermat pembahasan tentang Oral seks dalam Islam  DI SINI

Namun, setelah saat ini banyak temuan terkini tentang berbahayanya oral seks secara kesehatan dan medis, maka saya kira pandangan saya sebelumnya yang relatif moderat, perlu direvisi. Langkah aman tentu saja menghindari semua hal yang berpotensi merugikan kesehatan kita dan pasangan.

www.indonesiaoptimis.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: