Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Hatta Syamsuddin

jalan-jalan berbagi inspirasi, penikmat sejarah & kuliner, guru ngaji dan jualan roti di pesisir bengawan selengkapnya

Bolehkah Oral Seks dalam Islam ?

OPINI | 30 May 2011 | 09:56 Dibaca: 3267   Komentar: 3   3

Salah satu tema pembahasan yang menarik dan menghangat tentang teknik hubungan suami istri dalam koridor syariah adalah tentang boleh tidaknya ‘oral seks’. Begitu populernya masalah ini sehingga tak perlu lagi dijelaskan pengertian atau definisi dari aktifitas oral seks tersebut. Sudah cukup tergambar dari istilah yang digunakan. Mereka yang melarang hal ini berpendapat dengan  sebuah ayat : “ Maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu “ ( QS Al-Baqarah 222). Sebagaimana kita ketahui, tempat yang memang dikhususkan untuk berjimak adalah farj atau kemaluan. Selain itu, pada hakikatnya adalah melanggar ketentuan.

Di lain pihak, mereka yang memperbolehkan berpendapat dengan ayat yang tidak jauh letkanya : “ Istrimu adalah ladangmu, garaplah ladangmu itu bagaimana saja yang kamu kehendaki (sesuai keinginanmu) “ (QS Al-Baqoroh 223). Menurut mereka, yang jelas-jelas dilarang dalam banyak hadits adalah berjimak pada dubur istri, sedang selain itu maka hukumnya kembali sebagaimana diisyaratkan secara mutlak dalam ayat tersebut.

Ada lagi yang bersikap menengah, bahwa oral seks dengan tujuan sebatas istimta’, atau muda’abah (foreplay) untuk pemanasan ke arah jimak (intercouse) diperbolehkan tidak mengapa, asalkan tidak benar-benar berorientasi jimak (mengeluarkan sperma). Jika orientasi oral seks adalah mengeluarkan sperma atau orgasme, maka  dikhawatirkan menyalahi ayat di atas ( QS 2 : 222 ), juga menyalahi dari salah satu tujuan jimak yaitu menghasilkan keturunan.

Berdasarkan tiga pendapat diatas , saya coba mengkaji lebih cermat pembahasan tentang Oral seks dalam Islam  DI SINI

Namun, setelah saat ini banyak temuan terkini tentang berbahayanya oral seks secara kesehatan dan medis, maka saya kira pandangan saya sebelumnya yang relatif moderat, perlu direvisi. Langkah aman tentu saja menghindari semua hal yang berpotensi merugikan kesehatan kita dan pasangan.

www.indonesiaoptimis.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Yuk Kenali Serba-serbi Njagong …

Giri Lumakto | | 01 August 2014 | 23:14

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

“Tak Sempurna Hanya Tanpa …

Jarjis Fadri | | 31 July 2014 | 08:41

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Koalisi Merah Putih Tetaplah Merah Putih, …

Hanny Setiawan | 11 jam lalu

Jokowi Belum Dilantik, PKB Sudah Nagih Jatah …

Ikhlash Hasan | 11 jam lalu

Libur Lebaran, Bertemu Bule dan Supir Isteri …

Hendry Sianturi | 16 jam lalu

Membuat Tanda Salib di Pusara Ir. Soekarno …

Kosmas Lawa Bagho | 16 jam lalu

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: