Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Muhammad Wislan Arif

Hobi membaca, menulis dan traveling. Membanggakan Sejarah Bangsa. Mengembangkan Kesadaran Nasional untuk Kejayaan Republik Indonesia, selengkapnya

Penetrasi, Seni Mengetuk dan Menikmati [Sex A-Z -08]

OPINI | 29 March 2011 | 02:02 Dibaca: 9249   Komentar: 1   2

1301319772186277252

Di Telaga, di Teluk, atau di Muara — kelopak Teratai putih atau pun jingga……..Aaah.

Banyak mitos tentang penetrasi — seolah-olah itulah action yang dominan dalam menikmati Seks. Selain gaya berbagai seni melakukan sexual intercourse. Peminat langsung teringat pada Kamasutra (India), Taman Wewangian (Arab), atau Seksologi Jawa — yah banyaklah buku-buku dari Tuntunan Cara Cina Kuno sampai buku seperti berjudul provokatif , Perkasa sampai Renta.

Ide tulisan ini setelah membaca Lifestyle di Kompas.Com — berbagi pengalaman indah menikmati seks. Penetrasi !

Ada terapi seks — terutama untuk kaum lelaki “Tokcer”, Main Seks tanpa penetrasi.  Ana-ana bae sira je !

Ya untuk melatih kaum pria yang “Peltu” (nempel metu) — latihannya tidak boleh penetrasi. Lho.

Letak nikmatnya di mana ?  Enggak tahu juga.

Memang betul kenikmatan itu tercapai  kalau, pasangan itu memasuki babak “penetrasi”

Ayo apa pengalamannya ?  Penetrasi malam pertama (ingat enggak ?) — antara lelaki tinting dengan perempuan perawan.

Naluriah saja — tiba-tiba sudah berada di sana…………….dan ejakulasi setelah dituntun alamiah beberapa tusukan.

(Kalau pertahanan tidak alot alias lancar licin dan dooooor stoot).

Anda jangan meremehkan step penetrasi lho — ternyata setelah ribuan ekplorasi dan eksperimen.  Penetrasi adalah bagian terpenting network bermain seni seks.

Okay-lah perlu fore-play. Silahkan.

Tetapi setelah naluri, atau kode “ready” dari si dia — bagaimana gaya penetrasi anda  ?  Fore-play sudah nikmat, dia juga telah mengalami beberapa orgasme.

Dia menunggu penetrasi.

Gelap mata — langsung tancap, okay tidak apa-apa — bagi you pasti mencapai orgasme dalam beberapa   menit kemudian.   Dia ?

Konon grafik sensasi seks-nya pun menanjak step-by-step…………….orgasmekah ia lagi ? Atau ia kecewa karena tidak mencapai puncaknya…………..atau ia malah kesakitan ?

Mengapa ?  Enggak tahu juga (Tanya dokter)

Ada penetrasi itu dituntun oleh tangan si wanita — apa sensasi anda ?  Tergantung pengalaman.

Ada penetrasi dituntun jari anda (tergantung posisi dia) atau style yang akan anda berdua mainkan.

Lantas setelah berada dalam vagina — penetrasi itu dalam aksi resiprokal (maju mundur-dorong-tarik).   Ada aksi lain ?

Kalau kita mengambil referensi praktek Cina kuno — tusukan dalam, setengah dalam, berhenti, lanjutkan, berhenti lanjutkan — Yah kalau memang nafsu anda terkendali — mungkin tuntunan itu bisa meng-akumulasi kenikmatan.

Ada pula aksi — kuda-kuda Hanoman menarik Buto Cakil, berirama menuju orgasme.  Atau yang lazim penetrasi itu tanpa sadar  dari normal dilanjutkan dengan berpacu dalam melodi. Sampai lemas ! (dada gemuruh — awas serangan jantung !)

Kalau mau tahu — penetrasi yang paling sensasional bagi wanita — ialah dengan cara lepas tangan.  Pertama diketuk-ketuk di antara kedua lapis bibir (bebas gaya yang mana saja) — ia akan senang sekali — langsung melenguh ! Gaya itu bernama “puting susu mencari mulut bayi”.  Aaaaaaaaaaagkh !

Jangan remehkan aksi penetrasi sebelum mencapai mulut bayi.  Silahkan.

Kalaulah anda berdua senang bermain dengan (kalau tadi puting susu dan mulut bayi) —- gaya kedua front itu mengambil sikap yang berbeda.

Si V mengambil sikap bunga Lotus — dengan dua lapis kelopaknya menganga seperti menantikan penyerbukan Sang Lebah.

Si Lebah membelah-membelai kelopak bunga, menyusup menerjang pucuk bunga sari “C” — lantas si P  mengetuk-ngetuk pintu surgawi…………antara sampai tidak sampai.  Menggemaskan !

Kalau memakai penerangan , lihatlah di dalam  seri lenguhan dan desahan —  ia tersenyum…………menikmati serial kejutan dan penasaran.

Senyum hanya engkau saksikan dalam adegan “penetrasi Lebah hinggap di Kelopak bunga teratai”.  Lampu harus menyala — berapa watt terserah anda.

Hayatilah.

1301319566131925659

Cinta dan Seks adalah Keindahan dan Kenikmatan menjadi Loro-loro ing Atunggal.

 

 

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 7 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 8 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Batuk Efektif …

Kaminah Minah | 8 jam lalu

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Komunitas, Wiramuda dan Pemuda Muhammadiyah …

Kang Nanang | 8 jam lalu

Aku Berlari dari Hati …

Christian Urbanus | 8 jam lalu

Tanya Jawab ala Toni Blank …

Wahyu Hidayanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: