Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Maman A Rahman

Lahir di Subang. Belajar Filsafat dan Mistisisme di IAIN Jakarta dan Mengkaji Islam dan Psikologi selengkapnya

Perempuan Bisa Bertahan Tanpa Berhubungan Seks, Berapa Lama Ya?

OPINI | 03 February 2011 | 00:29 Dibaca: 14303   Komentar: 16   0

Ketika saya menulis “Hubungan Seks Di Luar Nikah. Bolehkah?” dan dishare ke facebook, seorang teman berjenis kelamin laki-laki memberikan komentar “Jawabannya dinilai dari segi mana mas….? pertanyaan ini sulit dijawab secara tegas bagi orang-orang yang jauh dari pasangan sahnya…….tapi secara agama ya ga boleh….”.

Komentar itu meluncur dari teman saya yang sudah beberapa tahun ditinggal istrinya merantau ke luar negeri untuk mencari nafkah, menjadi buruh migran di Timur Tengah. Sebagi sesama laki-laki saya memahami betul apa yang ada dalam pikirannya. Tidak mudah memang, seorang yang pernah berhubngan seks kemudian karena berbagai hal, tidak melakukan hubungan seks lagi dalam waktu yang lama. Tidak heran kemudian muncul fenomena banyaknya laki-laki yang ditinggal istrinya menjadi buruh migran (TKW) menjalin hubungan dengan perempuan lain, baik dalam perselingkuhan maupun memilih menikah lagi (poligami).

Lalu bagaimana dengan perempuan? Apakah perempuan cukup kuat tidak berhubungan seks dalam waktu yang lama? Seberapa lama perempuan bertahan tidak berhubungan seks? Seperti kita tahu, biasanya, kontrak waktu bekerja di luar negeri selama dua tahun dan kemudian dapat diperpanjang lagi. Itu artinya, pasangan suami istri tidak melakukan hubungan seks selama dua tahun itu.

Menurut sejumlah literatur, perempuan bisa bertahan tidak berhubungan seks empat sampai enam bulan. Para ulama mazhab Ahmad bin Hambal mengatakan bahwa batas maksimal perempuan bertahan tidak berhubungan seks adalah empat bulan. Dengan demikian, jika tidak ada halangan serius, minimal setiap empat bulan sekali hubungan seks harus dilakukan.

Sementara menurut riwayat lain yaitu dari Umar bin Khaththab, batas maksimal perempuan bertahan tidak berhubungan seks adalah enam bulan. Ceritanya begini: suatu ketika terpikir oleh khalifah tentang nasib perempuan-perempuan yang ditinggal suaminya dinas ke luar kota sebagai tentara. Lalu khalifah melakukan jajak pendapat kepada mereka (para istri tentara) termasuk putrinya sendiri Siti Hafsah. Dari pengakuan mereka diketahui bahwa rata-rata daya tahan kaum istri berkisar empat sampai enam bulan. Berdasarkan itulah maka khalifah Umar menetapkan jangka waktu enam bulan sebagai batas maksimal masa tugas tentara yang memaksanya terpisah dari istrinya. (Islam & Hak-Hak Reproduksi Perempuan)

Dari penjelasan di atas telah jelas berapa lama perempuan bertahan tidak berhubungan seks ketika jauh dari pasangan. Lalu bagaimana perempuan-perempuan buruh migran itu memenuhi kebutuhan seksualitasnya?. Adakah solusi agamis yang bisa ditawarkan untuk membantu persoalan ini?.

Dalam Islam, solusi yang ditawarkan adalah peningkatan takwa dan menetralisir dorongan hawa nafsu seks dengan menjalankan puasa. Dengan puasa, nafsu ingin melakukan hubungan seks akan bisa ditekan.

Solusi yang lain adalah kawin kontrak. Meskipun kawin kontrak ini masih dalam perdebatan, persoalan kebutuhan seks perempuan dan laki-laki yang saling berjauhan ini harus segera mendapat jawaban. Jika ada solusi lain yang lebih bermoral, logis dan manusiawi akan sangat membatu pemecahan persoalan ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung Perjanjian Linggarjati: Saksi …

Topik Irawan | | 26 July 2014 | 16:11

Kompasianer Dalam Kunjungan Khusus ke Light …

Tjiptadinata Effend... | | 26 July 2014 | 18:13

Susah Move On dari Liburan? Ini Tipsnya..! …

Sahroha Lumbanraja | | 26 July 2014 | 18:08

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Saya Juga Ingin Menggugat Kecurangan Bahasa …

Gustaaf Kusno | | 26 July 2014 | 17:05


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 2 jam lalu

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 5 jam lalu

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 5 jam lalu

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 10 jam lalu

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: