Back to Kompasiana
Artikel

Seksologi

Endah Sulistyowati

Saya guru Selalu beharap dapat mengamalkan ilmu sebagai amal jariah,diantaranya dengan cara menulis

Oral Seks Bahaya ….. !!!

OPINI | 24 June 2010 | 02:04 Dibaca: 48293   Komentar: 36   7

Seks oral adalah suatu variasi seks dengan memberikan stimulasi melalui mulut dan lidah pada organ seks / kelamin pasangannya. Ada 2 jenis sex oral yaitu Cunnilingus dan Felatio . Cunnilingus adalah seks oral yang dilakukan seorang pria pada alat kelamin wanita,(vagina ) dengan mulut ataupun lidah.Fellatio adalah seks oral yang dilakukan seorang wanita kepada alat kelamin… pria, (penis dan testis) dengan mulut.

Oral seks diyakini oleh sebagain orang sebagai salah satu sarana pemuas kebutuhan seks yang paling aman tanpa risiko kehamilan. Berangkat dari situ, disinyalir para pelaku utama kegiatan seks ini berasal dari kalangan remaja ataupun pasangan yang belum terikat status pernikahan.Seperti yang dipaparkan Miriam Grossman MD, senior dari The Clare Boothe Luce Policy Institute dan penulis buku Unprotected: A Campus Psychiatrist Reveals How Political Correctness in Her Profession Endangers Every Student mengatakan, remaja dipercaya mengaplikasikan oral seks karena dianggap memiliki risiko yang kecil. Tak heran, apabila 20% dari anak SMP serta 50% dari remaja melakukannya. Mereka hanya berusia sekitar 14 tahun.

Oral seks juga banyak dilakukan pasangan-pasangan suamiistri (pasutri),sebab, merupakan ritual yang bisa dibilang dapat turut memengaruhi kenikmatan dalam bercinta.Hampir 8 dari 10 kaum laki-laki sangat menyukai permainan oral ini, karena  kaum pria mendapatkan kepuasan tersendiri dalam melakukannya, sehingga tidak jarang menumbuhkan fantasi seks yang tinggi pada laki-laki, meskipun cenderung kaum wanita tidak menginginkan hal tersebut

Apakah oral seks aman ?

Inilah yang harus diperhatikan bagi penikmat oral seks. Salah besar apabila ada yang berpendapat bahwa oral seks tidak berbahaya. Apakah bahayanya ?

Oral pada penis

Secara teori, oral pada penis berisiko menularkan penyakit tertentu bagi pasangan karena bisa terinfeksi akibat cairan yang keluar sebelum ejakulasi (pre-ejakulasi) maupun oleh sperma yang masuk.Jika saat itu ada luka terbuka di mukosa mulut, meski kecil dan tidak terlihat, Pasalnya mulut manusia merupakan organ yang hanya di lapisi jaringan halus dan kurang elastis. Mukosa atau jaringan halus pada mulut mudah sekali terluka dan bukan merupakan benteng yang kokoh terhadap datangnya tamu tak di undang, yakni bakteri dan virus.

Disamping itu mulut dan bibir lebih sering mengalami pecah-pecah yang mengundang resiko tertular penyakit melalui oral seks akan lebih mudah dan cepat. Namun, yang harus diwaspadai adalah penyakit menular yang ditimbulkan oleh aktivitas ini, mulai klamidia, herpes genitalis, gonorhea, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV) dapat ditularkan melalui kontak antara mulut dan kelamin ini. Bahkan, lebih parahnya lagi kanker tenggorokan dan kanker leher rahim (cervix)juga dapat dipicu oleh oral seks.


Oral pada vagina

Hal yang sama juga bisa terjadi bila oral seks dilakukan pada wanita. Risiko penularan HIV bisa terjadi karena cairan vagina yang terinfeksi dan juga darah bisa saja masuk ke mulut.
Penularan juga bisa terjadi bila terdapat luka kecil di mulut pasangan yang sedang melakukan oral terinfeksi penyakit menular seksual dan ada luka kecil yang tidak disadari atau iritasi ringan dalam vagina.Penularan HIV pada oral seks memang lebih rendah dibandingkan dengan anal dan vaginal seks akan, tetapi pada beberapa kasus, penularan melalui oral seks dengan vagina telah terbukti ada.

New England Journal of Medicine mengungkapkan, orang yang melakukan oral seks satu sampai dengan lima kali selama hidupnya mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena kanker tenggorokan dibandingkan orang yang tidak pernah melakukannya. Sementara itu, mereka yang melakukannya lebih dari lima kali memiliki kemungkinan sekitar 250% terkena kanker tenggorokan.Penelitian lainnya, terlihat ada korelasi antara oral seks dan kanker tenggorokan serta kanker leher rahim (cervix) .Hal ini diyakini . karena dengan terjadinya transmisi dari HPV–virus yang mayoritas menyebabkan kanker leher rahim, terdeteksi juga terjadi pada orang yang melakukan oral seks

Bagaimanakah way outnya ?


Jika anda menyukai oral seks dan tidak bisa mengubah kebiasaan ini,maka anda wajib memperhatikan kesehatan dari alat-alat genital anda , misalnya dengan mandi terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan sexual .

Selain itu bila anda tetap ingin melakukan oral seks dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki) maka harusnya memakai kondom tanpa pelumas atau hilangkan pelumasnya. Apabila anda melakukan cunnnilingus ( seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan anda harus menggunakan pelindung gigi. Alat ini berupa selembar lateks persegi yang di telakkan di atas vulva, sehingga tidak terjadi kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.

Semoga bermanfaat

(Disadur dari berbagai sumber)

Tags: oral seks

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: