Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Nanang Setiawan

Lahir di Semarang, adalah pribadi yang berusaha menjadi teman yang baik. :)

Dampak Menghirup Karbon Monoksida (CO)

REP | 04 November 2013 | 14:52 Dibaca: 2795   Komentar: 0   0

Pernahkah Anda merasa pusing saat naik bus. Merasa mual setelah lama mengemudi. Mungkin rasa ingin pingsan setelah turun dari bus. Semua itu menandakan bahwa Anda keracunan karbon monoksida (CO). Karbon monoksida merupakan salah satu senyawa yang di hasilkan dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Karbon monoksida tidak berbau dan tidak berwarna. Menyebabkan senyawa ini mudah terhirup manusia.

Karbon monoksida banyak dihasilkan dari kendaraan berbahan bakar bensin. Indonesia sendiri masyarakatnya cenderung menggunakan bensin. Menandakan semakin besarnya karbon monoksida yang di hasilkan. Belum lagi jumlah kendaraan yang terus meningkat. Tak terbayang risiko keracunan bagi pengguna jalan. Seperti pengguna kendaraan bermotor sendiri, pengguna mobil, dan juga orang di pinggir jalan.

Dampak bagi tubuh apabila karbon monoksida terhirup :

  1. Menghambat pasokan oksigen untuk tubuh : Afinitas karbon monoksida (CO) dengan hemoglobin (Hb) 200 kali lebih cepat dari pada afinitas oksigen (O2) dengan hemoglobin (Hb). Proses ini akan membentuk karboksihemoglobin (COHb). Reaksi ini yang menghambat pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Jantung dan otak merupakan organ yang butuh oksigen dalam jumlah yang cukup.
  2. Mengganggu fungsi saraf : Ketika kadar COHb dalam darah berkisar 2-5% akan mengganggu fungsi saraf sentral, mengganggu fungsi indra tubuh, dan penglihatan akan kabur.
  3. Mengganggu fungsi jantung : Fungsi jantung akan mengalami perubahan ketika kadar COHb >5%. Tubuh juga mengalami gangguan pulmonary atau paru-paru.
  4. Dalam jumlah banyak : Seseorang yang mengalami keracunan CO dengan kadar tinggi dapat tidak sadarkan diri, lemas, mual, pusing, dan juga sesak napas. Lebih dari itu dapat mengalami kematian.

Kendaraan bermotor merupakan kebutuhan yang penting. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menjadi masalah tersendiri. Penting bagi kita menjaga kesehatan di jalan raya. Mengguanakan masker atau penutup hidung untuk mengurangi risiko keracunan CO.

sumber :

A. Tri Tugaswati makalah Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dan Dampaknya terhadap Kesehatan.

Fardiaz, Srikandi. 1992. Polusi air dan udara. Jogjakarta : Kanisius

Baca juga artikel tentang kesehatan lainnya di www.perawatcorner.tk

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pak Jokowi, Bapak Lihat Ini di Perbatasan? …

Fariastuti Djafar | | 30 January 2015 | 05:51

Keramat Jumat di KPK Dipatahkan Komjen BG? …

Abanggeutanyo | | 30 January 2015 | 05:00

Cara SD Jerman Ajak Anak Rajin Baca Buku …

Gaganawati | | 29 January 2015 | 20:39

Pengaruh Politik pada Kuliner …

Herulono Murtopo | | 29 January 2015 | 20:01

Makan 3 Kali Sehari, Kebutuhan atau Budaya? …

Nurhajati Husen | | 30 January 2015 | 02:10


TRENDING ARTICLES

BG “Pembukaan” Pro JK, …

Hendrik Riyanto | 5 jam lalu

Gaya Kepemimpinan Jokowi vs Rakyat …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Mengapa Pak JK Kehilangan Panggung? …

Anis Kurniawan | 10 jam lalu

Eggy Sudjana dan Kawan-kawan Mau Benturkan …

Opa Jappy | 10 jam lalu

Besok KPK Periksa BG, Besok Jumat Kramat, …

Suhindro Wibisono | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: