Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Nanang Setiawan

Lahir di Semarang, adalah pribadi yang berusaha menjadi teman yang baik. :)

Dampak Menghirup Karbon Monoksida (CO)

REP | 04 November 2013 | 14:52 Dibaca: 2186   Komentar: 0   0

Pernahkah Anda merasa pusing saat naik bus. Merasa mual setelah lama mengemudi. Mungkin rasa ingin pingsan setelah turun dari bus. Semua itu menandakan bahwa Anda keracunan karbon monoksida (CO). Karbon monoksida merupakan salah satu senyawa yang di hasilkan dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Karbon monoksida tidak berbau dan tidak berwarna. Menyebabkan senyawa ini mudah terhirup manusia.

Karbon monoksida banyak dihasilkan dari kendaraan berbahan bakar bensin. Indonesia sendiri masyarakatnya cenderung menggunakan bensin. Menandakan semakin besarnya karbon monoksida yang di hasilkan. Belum lagi jumlah kendaraan yang terus meningkat. Tak terbayang risiko keracunan bagi pengguna jalan. Seperti pengguna kendaraan bermotor sendiri, pengguna mobil, dan juga orang di pinggir jalan.

Dampak bagi tubuh apabila karbon monoksida terhirup :

  1. Menghambat pasokan oksigen untuk tubuh : Afinitas karbon monoksida (CO) dengan hemoglobin (Hb) 200 kali lebih cepat dari pada afinitas oksigen (O2) dengan hemoglobin (Hb). Proses ini akan membentuk karboksihemoglobin (COHb). Reaksi ini yang menghambat pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Jantung dan otak merupakan organ yang butuh oksigen dalam jumlah yang cukup.
  2. Mengganggu fungsi saraf : Ketika kadar COHb dalam darah berkisar 2-5% akan mengganggu fungsi saraf sentral, mengganggu fungsi indra tubuh, dan penglihatan akan kabur.
  3. Mengganggu fungsi jantung : Fungsi jantung akan mengalami perubahan ketika kadar COHb >5%. Tubuh juga mengalami gangguan pulmonary atau paru-paru.
  4. Dalam jumlah banyak : Seseorang yang mengalami keracunan CO dengan kadar tinggi dapat tidak sadarkan diri, lemas, mual, pusing, dan juga sesak napas. Lebih dari itu dapat mengalami kematian.

Kendaraan bermotor merupakan kebutuhan yang penting. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menjadi masalah tersendiri. Penting bagi kita menjaga kesehatan di jalan raya. Mengguanakan masker atau penutup hidung untuk mengurangi risiko keracunan CO.

sumber :

A. Tri Tugaswati makalah Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dan Dampaknya terhadap Kesehatan.

Fardiaz, Srikandi. 1992. Polusi air dan udara. Jogjakarta : Kanisius

Baca juga artikel tentang kesehatan lainnya di www.perawatcorner.tk

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 12 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 13 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 14 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 15 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 12 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 12 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 13 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: