Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Lina_achien

berusaha mengisi hidup dengan hal-hal yang bermanfaat

Membezuk: Jangan Buat Pasien Tambah Sakit

REP | 22 September 2013 | 18:43 Dibaca: 366   Komentar: 2   2

Menjadi pasien tentulah tidak kita inginkan. Walaupun sudah berusaha
mencegah, kemungkinan untuk sakit dan menjadi pasien tentu tetap ada.
Itulah yang saya alami beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada hari
ulang tahun kemerdekaan negara tercinta 17 Agustus 2013.

Hanya beberapa meter dari rumah, saya mengalami kecelakaan sepeda
motor. Keluar banyak darah dari hidung dan mulut akibat tulang pipi
patah. Sayapun dilarikan ke RS dan menjalani rawat inap. Sesuatu yang
tidak pernah dibayangkan selama ini.

Keluarga, karib kerabat dan kenalan banyak yang datang membezuk. Ada
perasaan senang dikunjungi banyak orang. Namun kadang saya merasa
terganggu dengan kedatangan tamu-tamu yang tentunya tidak punya maksud
mengganggu.

Dalam agamapun kita disuruh untuk membezuk kerabat yang sedang sakit.
Selain untuk menunjukkan rasa simpati dan kekeluargaan, tujuan
utamanya adalah menghibur dan menguatkan pasien dan keluarga serta
mendoakan semoga kondisinya segera membaik.

Agar maksud baik  tercapai, ada hal yang harus menjadi perhatian.
Jangan sampai maksud baik untuk membezuk justru mengganggu  atau
bahkan  memperberat kondisi sakitnya. Berikut ini adalah beberapa hal
yang sebaiknya diperhatikan dalam membezuk:

1. Jangan buat pasien sedih

Sewaktu kondisi saya masih parah, banyak saudara yang menangis, bahkan
ada yang sampai meraung hebat. Memang itu adalah ungkapan perasaan
sayang mereka. Tapi ungkapan sayang ini membuat saya yang mulai tegar
menerima kenyataan menjadi lemah lagi. Alangkah baiknya sebelum
melihat pasien, kuatkan diri kita lebih dulu sehingga kita dapat
menghibur dan menguatkan pasien. Bicarakan hal-hal yang positif
tentang kondisi mereka. Misalnya seperti yang saya alami patah tulang
pipi dan muka sembab sehingga seperti monster. Bisa kita hibur dengan
mengatakan syukurlah gigi tidak ada yang lepas, tulang lain tidak ada
yang patah, dan sebagainya. Jangan  malah membuat pasien tambah sedih
karena ekspresi kesedihan dan kekagetan kita.

2. Pasien perlu banyak istirahat

Di RS saya jadi kurang  istirahat. Waktu kunjungan pasien sebetulnya
sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu istirahat
pasien. Tapi dengan berbagai kelihaian yang bezuk(atau kelalaian pihak
RS ?) banyak pengunjung yang berhasil masuk diluar waktu kunjungan.
Silih berganti tamu berdatangan. Saya capek dan ingin istirahat tapi
tidak bisa karena terdengar juga obrolan mereka dengan suami dan kakak
yang menunggui  di RS. Sebaiknya kalau mau membezuk pasien, datanglah
pada jam yang telah ditentukan dan jangan terlalu lama ngobrol
sehingga pasien bisa istirahat.

3. Selektif dalam memilih buah tangan

Membezuk pasien kurang lengkap rasanya kalau tidak membawa buah
tangan. Umumnya yang dibawa adalah buah-buahan dan kue. Dilain pihak,
banyak penyakit yang memerlukan diet khusus dan larangan makanan
tertentu.

Kondisi sakit  mengharuskan saya makan makanan lunak yang tinggal
ditelan. Saya tidak bisa makan makanan/buah yang dibawa pembezuk.
Sebetulnya ini tak menjadi masalah, karena bisa dimakan oleh keluarga
yang menjaga saya di RS.  Tapi masalah timbul karena sebagian besar
membawa buah-buahan dan kue basah (seperti bolu, puding). Walaupun
sudah dikirim buat tetangga, diberikan ke suster, masih  saja ada
makanan yang terbuang karena basi dan  buah menjadi busuk.

Masalah akan lebih serius jika  pasien menderita penyakit yang
memerlukan diet khusus. Misalnya diabetes. Sering makanan yang dibawa
pengunjung membuat pasien ngiler dan tergoda untuk mencoba. Banyak
pasien yang tidak acuh dengan nasehat dokter, atau pura-pura patuh
tapi dibelakang “curi-curi” makan. Salah juga kalau kita membawa buah
tangan yang menggoda pasien untuk mencicipinya. Begitu juga dengan
pasien gangguan pencernaan, hipertensi, gangguan fungsi ginjal dan
lain-lain punya aturan makan tersendiri guna mempercepat penyembuhan.

Karena itu, sebagai keluarga, sahabat dan kerabat pasien haruslah
hati-hati dalam memilih buah tangan. Perlu diketahui, buah tangan
tidak harus berbentuk makanan dan buah. Bisa juga bahan bacaan, bunga
atau benda lain yang dapat menghibur pasien dikala sakit. Jika akan
membawa makanan/buah, pilihlah yang dibolehkan untuk pasien dan tahan
lama/ tidak cepat basi atau busuk. Ingat, bukan kita saja yang bawa
makanan, orang lain mungkin juga bawa. Jangan sampai makanan yang kita
bawa terbuang percuma.

4. Jangan ikut campur masalah pengobatan

Saat mengunjungi pasien, sering pembezuk memberikan berbagai nasehat.
Pasien jadi kebingungan mana yang harus diikuti. Bahkan yang lebih
parah lagi, nasehat yang diberikan berlawanan dengan tindakan medis di
RS.

Waktu saya sakit, mungkin karena saya orang medis,  hal ini tidak saya
alami. Namun sebelumnya, pengalaman tante sendiri, gara-gara nasehat
kerabat sewaktu membezuk,  operasi kanker jadi batal. Ceritanya
begini. Tante menderita bengkak pada payudara. Setelah biopsi ternyata
kanker dan dianjurkan operasi. Walaupun takut operasi, demi
penyembuhan dan dukungan kuat dari keluarga, tante pun  setuju.
Beberapa jam menjelang operasi, datang salah seorang kerabat yang
intinya melarang operasi dengan dalih berbagai macam efek samping
operasi yang mungkin terjadi. Tante yang awalnya sudah takut, jadi
tambah takut dan seperti dapat teman yang menyokongnya untuk tidak
operasi. Akhirnya operasipun batal. Beberapa bulan setelah itu kanker
tambah besar dan membusuk sehingga  tidak bisa lagi dioperasi.
Sekarang harus menjalani kemoterapi. Walaupun sudah berusaha ikhlas,
tetap saja kami sekeluarga  ingat gara-gara orang tersebut, program
pengobatan jadi kacau.

Bezuklah keluarga, kenalan, sahabat yang sakit dengan tujuan
menghibur, meringankan dan mendoakan kesembuhannya. Datanglah pada
saat yang tepat, mengobrol jangan terlalu lama sehingga tidak
mengganggu istirahat, serta membawa buah tangan  yang sesuai dengan
kondisi pasien. Buah tangan bukanlah hal yang wajib, kedatangan kita
itu yang lebih utama.

Semoga bermanfaat…

Tags: frezz

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Mencintai Alam Ala Kebun Wisata …

Rahab Ganendra 2 | | 31 October 2014 | 23:42

Tim Jokowi-JK Masih Bersihkan Mesin Berkarat …

Eddy Mesakh | | 01 November 2014 | 06:37

Bahaya… Beri Gaji Tanpa Kecerdasan …

Andreas Hartono | | 01 November 2014 | 06:10

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 2 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 3 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Sengkuni dan Nilai Keikhlasan Berpolitik …

Efendi Rustam | 7 jam lalu

Susi Mania! …

Indria Salim | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Kesaksian Terakhir …

Arimbi Bimoseno | 8 jam lalu

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | 8 jam lalu

Topik 121 : Persalinan Pervaginam Pd Bekas …

Budiman Japar | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Transjakarta: Busnya Karatan, Mental …

Gunawan Eswe | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: