Back to Kompasiana
Artikel

Medis

H Surtiwa

Veteran Exploitasi Migas

Hitam Putih: Obsessive Corbuzier Diet (OCD), A Breakthrough ?

OPINI | 23 August 2013 | 09:25 Dibaca: 3832   Komentar: 5   2

Beberapa hari yang lalu di reality show hitam Putih Deddy Corbuzier mengetengahkan tentang OCD sebagai suatu metode yang proven paling tidak untuk dirinya. dari konsepsi ayang diterangkan prinsipnya adalah Puasa (tapi boleh minum atau makanan yang tidak berkalori) dan hanya makan pada jendela makan. Jendela makan yang dia lakukan adalah 1 jam dalam 24 jam, 4 jam dalam 24 jam, 86 jam dalam 24 jam atau i1jam dalam 24 jam.

Jadi katanya kita harus makan dalam jendela makan. makannya apa saja yang normal kita makan tetapi TIDAK RAKUS. Nah apakah ini suatu peneuam Konsepsi baru ?

Kalau melihat kata2 kunci TIDAK RAKUS dan Makan Minum tidak berkalori….ini bukan suatu konsepsi baru atau penemuan baru.…Ini adalah Limited Calorie diet ! Sudah lama diparaktekkan oleh beberapa institusi atau Assosiasi kesehatan ! Input sebaiknya tidak melebihi output metabolisme dari kegiatan ! Balance diet ! atau apapun namanya…….

Yang diperkenalkan Deddy adalah skedule input….1 jam, 4 jam, 6 jam dan 24 jam…..Pada waktu output window yah kita beraktifitas seperti biasa atau olah raga…dan hanya minum atau makan non calorie. Tetapi bahasa yang dijual adalah dreadful but paradoxal BOLEH MAKAN APA SAJA tapi JANGAN RAKUS !

Yang kedua yang saya mau kritisi adalah cara Deddy mengatakan bahwa Kolesterol no problems tidak berbahaya…Kemudian dia tayangkan video dari 2 orang dokter Barat…mengatakan hal yang sama. Pernyataan ini bisa benar bisa salah…karena tidak ada research yang dikemukakan dan atau articulated justification. Awam bisa salah interpretasi. Lebih bijaksana menerangkan soal Kolesterol seeprti ini.

Kolesterol adalah fluida asam lemak (lipid0 yang terkandung dalam darah. naturnya berbentuk larutan koloid, artinya terkandung padatan. padatan lipid ini tidak isosize atau homogen tetapi ada High Density Cholesterol (HDL) dan Low Density Cholesterol (LDL). Fungsi Kolesterol ini carrying fluid atau fluida pembawa nutrisi dalam darah keseluruh taubuh. jadi secara logika yang berfungsi baik sebagai pembawa adalah LDL..karena lebih pejal sehingga sweep efficiencynya tinggi. dilain fihak LDL lebih empik..gampang terkompaksi dan susceptible terhadapa pengendapan sebagai kerak dalam Arteri selama kurun waktu beberapa tahun…tergantung kadarnya…Kalu ini terjadi itu yang dinamakan Arteroclerosis. katanya Koleterol tidak berbahaya..kok..bisa ada pengendapan…nah ini paradoxalnya dari apa yang dikutip Deddy Corbuzier…

Kolesterol itu 80% dibuat dalam tubuh manusia untuk mencerna lemak yang kita makan. Yang 20%nya tergantung dari asupan makanan…jadi kalau asupan makan gila2an mengandung lemak tinggi atau makanan berkolesterol tinggi..maka kadar total Kolesterol bisa lebih dari yang diperlukan dan tidak ada gunanya……..kelebihan Kolesterol ini bisa berbentuk endapan dimana2…dan bahayanya kalau mengendap dan menyumbat pada micro arterie di otak, bisa stroke (Cholesterol blocking). Penulis mengalami blocking di micro artery otak kiri yang menyebabkan 1.6 mm deprivation di saraf motorik . Akibatnya separuh badan sebelah kiri lumpuh (sekarang sudah sembuh). Jadi menganggap enteng kadar Kolesterol tinggi adalah tindakan yang berisiko, sebaliknya terlalu takut juga kurang bijaksana. Manage this isuue prudently.

Juga hal ini adalah individual genetics untuk tiap individu. Ada orang dengan kadar Kolesterol sampai 350-400 tapi seha2 saja dan tidak ada gejala klinis. Pada waktusaya mengalami Kolesterol blocking tekanan darah saya normal 75/130 mm Hg.

Semoga kita lebih bijaksana.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Revolusi dari Desa di Perbatasan …

Pepih Nugraha | | 23 October 2014 | 12:52

Sakitnya Tuh di Sini, Pak Jokowi… …

Firda Puri Agustine | | 23 October 2014 | 09:45

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | | 23 October 2014 | 10:23

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 6 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 7 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 8 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 8 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 7 jam lalu

Menunggu Hasil Seleksi Dirut PDAM Kota …

Panji Kusuma | 7 jam lalu

Penghubung Komisi Yudisial Jawa Tengah …

Muhammad Farhan | 8 jam lalu

‘Jokowi Efect’ Nggak Ngefek, …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Kisah Lebai Malang Nan Bimbang …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: