Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Willy Wildan Saputra

Nama Willy Wildan Saputra, lahir pada tanggal 20 Oktober 1995

Dampak Negatif dari Merokok

REP | 13 August 2013 | 22:09 Dibaca: 1142   Komentar: 0   0

‘Rokok’, mungkin sesuatu yang sudah biasa kita dengar dan kita lihat di depan umum. Benda yang berbentuk silinder ini memang banyak peminatnya. Rokok sudah menjadi hal yang tidak asing di jaman sekarang, baik untuk kaum lelaki maupun kaum perempuan, baik dari kalangan orang dewasa maupun dari kalangan para remaja masa kini. Rokok adalah benda beracun yang memiliki efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Padahal dibalik penggunaan rokok tersebut, rokok membawa dampak yang buruk bagi pengguna ataupun orang yang berada di dekatnya. Asap rokok kurang lebih mengandung 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh

Berita-berita yang muncul tentang bahaya rokok terhadap perokok aktif maupun pasif sudah bukan hal yang baru lagi. Tetapi, menurut sebuah studi baru-baru ini, yang dipublikasikan oleh American Journal of Public Health, statistik bisa menunjukkan betapa seriusnya akibat rokok.

Para peneliti menemukan bahwa ada 42.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya, dan 900 bayi termasuk di antaranya. Selain itu, ada 600.000 orang yang berpotensi meninggal dunia setiap tahunnya, dan akibatnya ada 6,6 miliar USD kerugian diderita akibat berkurangnya produktivitas. Menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Gallup, para perokok dan non-perokok tampaknya tidak menyadari bahayanya rokok, khususnya bagi perokok pasif.

Beberapa diantaranya dari bahaya merokok adalah merokok dapat mengganggu istirahat. Sebuah penelitian yang muncul dalam jurnal edisi Februari 2008 yang diterbitkan oleh American College of Chest Physicians (ACCP) mengungkapkan bahwa masa tidur nyenyak seorang perokok lebih sedikit daripada non-perokok. Hal ini mungkin tampaknya tidak termasuk dalam bahaya rokok, tetapi kurangnya tidur yang ‘dalam’, atau nyenyak, dapat mempersingkat umur seseorang dalam jangka panjang.

Merokok juga dapat mengganggu aktivitas di tempat tidur. Ini karena adanya nikotin. Nikotin adalah vasokonstriktor. Artinya, itu dapat memperkecil pembuluh darah arteri. Dengan demikian, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, kendali otak untuk merasakan kenikmatan akan terganggu.

Sebuah penelitan yang dipresentasikan dalam konferensi tahunan American Heart Association, dengan tema Pencegahan dan Epidemiologi Penyakit Kardiovaskular, mengemukakan bahwa pria yang mengonsumsi rokok lebih dari 20 batang per hari memiliki resiko disfungsi ereksi 60% lebih tinggi dibandingkan pria yang tidak pernah merokok.

Selain itu rokok juga dapat menyebabkan tulang rapuh. Kepala bagian pembedahan ortopedi di Carolina Medical Center, Edward N. Hanley Jr., MD, menyelidiki bahaya rokok terhadap tulang. Dia mendapati bahwa 50% perokok akan mengalami nyeri punggung, dibandingkan dengan hanya 20% dari non-perokok. Selain itu, nikotin juga dapat memperlambat kesembuhan setelah patah tulang dan menghambat fungsi esterogen. Bahaya rokok juga lebih nyata dengan adanya angka 2,3%- 3,3% hilangnya kepadatan tulang wanita yang menghisap 10 pak rokok per tahun.

Merokok juga dapat meningkatkan resiko Psoriasis. Mengonsumsi rokok setiap hari ternyata dapat menimbulkan resiko psoriasis. Resiko ini lebih tinggi lagi jika si perokok mengonsumsi lebih dari 20 batang per hari. Psoriasis adalah penyakit autoimun yang mengenai kulit, ditandai dengan sisik yang berlapis berwarna keperakan, disertai dengan penebalan warna kemerahan dan rasa gatal atau perih. Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit dibawahnya.

Walaupun banyak hal yang telah diupayakan oleh pemerintah untuk memerangi penggunaan rokok ini, tetap saja peminat akan rokok masih sangat tinggi. Salah satu cara atau upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk memerangi rokok adalah dengan cara memberitahukan dampak negatif atau akibat dari mengkonsumsi rokok. Upaya tersebut telah dilakukan dengan berbagai cara, beberapa diantaranya adalah dengan cara memasang beberapa iklan. Jika kita perhatikan, banyak sekali papan-papan pengumuman dipinggir jalan yang membahas tentang bahaya dari merokok. Tidak hanya itu, bahkan pemerintah juga telah menggunakan media elektronik juga, seperti iklan-iklan, baik yang ada di televisi maupun di internet (google, youtube, dan media social lainnya). Bahkan para pembuat rokok tersebut juga berperan aktif dalam memerangi pengunaan rokok melalui bungkus rokok tersebut. Dibungkus rokok tersebut telah dituliskan dampak negatif dari mengkonsumsi rokok.

Cara lainnya adalah melakukan sosialisasi kesekolah-sekolah, baik sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas. Pemerintah yakin dengan sosialisasi ini akan membuat para generasi penerus akan menjauhi rokok, jika diingat betapa banyaknya dampak negatif dari mengkonsumsi rokok.

Sumber:

http://permathic.blogspot.com/2012/06/bahaya-rokok-bagi-kesehatan-dan-cara.html

http://kemonbaca.blogspot.com/2012/08/bahaya-merokok-akibat-dan-bahaya-rokok.html

Esensi Penugasan

Esensi penugasan essay ini adalah untuk melatih para mahasiswa baru agar dapat berfikir untuk lebih kritis dalam mengamati kondisi atau isu yang sedang terjadi di sekitarnya, baik lingkungan masyarakat maupun negara dan juga untuk membuat para mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 5 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 6 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 6 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 7 jam lalu

Campur Tangan Joko Widodo dalam Konflik di …

Imam Kodri | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: