Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Budaya Merokok

OPINI | 13 August 2013 | 13:29 Dibaca: 451   Komentar: 0   0

Di Indonesia merokok merupakan suatu hal yang wajar, dilihat dari kemudahan untuk mendapat rokok dan berbagai kalangan  masyarakat yang terbiasa untuk merokok. Mulai dari orang tua, anak muda sampai balita di Indonesia ada yang sudah pernah merokok ataupun kecanduan dengan rokok. Yang paling memprihatinkan adalah balita yang merokok. Salah satu balita tersebut ada yang sampai menghabiskan satu bungkus rokok sehari. Dari kecil sudah merokok bagaimana nanti dengan kesehatan tubuhnya di masa depan. Seseorang yang mulai merokok pada saat dewasa saja banyak yang mengalami gangguan kesehatan apalagi dari balita yang sistem kerja tubuhnya masih mengalami perkembangan.

Kebiasaan merokok ini kebanyakan karena orangtua mereka sudah terbiasa merokok di depan mereka dan hal tersebut menjadi lumrah dilakukan. Dari faktor lingkungan teman juga mempengaruhi, biasanya teman-teman yang merokok selalu mengajak teman yang lain untuk merokok dan menurut mereka tidak keren dan tidak solid apabila yang diajak merokok menolak dan yang tadinya tidak pernah merokok pun iseng-iseng mencoba untuk merokok.

“Dari 16 negara yang menyelenggarakan “Global Adults Tobacco Survey” (GATS), Indonesia memiliki jumlah perokok aktif terbanyak dengan prevalensi 67 persen laki-laki dan 2,7 persen pada wanita atau 34,8 persen penduduk (sekitar 59,9 juta orang)” dikutip dari republika.co.id. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa merokok telah menjadi budaya bagi masyarakat padahal merokok itu sangat berbahaya bagi kesehatan pribadi, lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Indonesia merupakan negara yang persentasenya paling besar diantara negara lain seperti India, Singapura.

Merokok merupakan suatu kebiasaan yang harus dihentikan. Banyak bahaya yang mengancam kesehatan si perokok maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya. Mengapa berbahaya? Karena di dalam rokok terdapat zat-zat antara lain:

a. Nikotin
Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk terus menghisap rokok.

b. Tar
Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker.

c. Karbon Monoksida
Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh.

d. Zat Karsinogen
Pengaruh bagi tubuh manusia :

· Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh

e. Zat Iritan
Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru dan menyebabkan batuk

Karena adanya zat-zat tersebut yang ada di dalam rokok. Banyak bahaya merokok antara lain sebagai berikut

Kanker

  • Merokok menyebabkan sekitar 90% kematian akibat kanker paru pada pria dan 80% pada wanita.

Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

  • Merokok menyebabkan penyakit  jantung koroner yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Merokok mengurangi sirkulasi darah karena menyempitkan pembuluh darah arteri.

Gangguan Pernafasan

Gangguan Janin

  • Merokok berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin dalam kandungan, termasuk infertilitas (kemandulan)keguguran, kematian janin, bayi lahir berberat badan rendah, dan sindrom kematian mendadak bayi.

Menurut Menkes Nafsiah ”86 persen di antara perokok itu percaya bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti stroke, serangan jantung dan kanker”

Setelah melihat zat-zat yang terdapat di dalam rokok dan bahaya ini apakah perokok takut akan gangguan kesehatan yang mengancam?

Ya siapa yang tidak takut akan bahaya yang mengancam seperti ini.

Banyak yang berpendapat bahwa pabrik rokok penyumbang terbesar cukai dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia karena memerlukan tenaga yang cukup banyak.

“Menurut Pemerhati Sosial dan Politik Indonesia HI UMY yang juga Pengurus Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY, Dra. Mutia Hariati Hussin, M.Si, alasan yang didengungkan oleh kelompok yang pro terhadap rokok tersebut sangatlah salah kaprah. Kelompok yang pro terhadap rokok mengatakan bahwa rokok membantu pendapatan negara, memang betul adanya. Akan tetapi pendapatan negara bukan hanya didapat dari satu sektor saja, selain sektor tembakau Indonesia mempunyai sektor yang sangat banyak dan lebih besar memberikan pemasukan terhadap pendapatan negara.” Dikutip dari hi.umy.ac.id

Ya memang diberikan lapangan kerja tetapi mereka juga diberikan rokok yang sama halnya seperti racun. Racun yang “membunuh” secara perlahan-lahan namun pasti.

Tapi kita tidak bisa menghakimi masyarakat yang sudah terlanjur kecanduan rokok. Berikan pengertian kepada yang merokok untuk menghentikan kebiasaannya agar merokok bukan menjadi budaya yang turun-temurun.

Esensi :

Dengan penulisan esai mengenai rokok ini membuat saya menjadi ingin lebih banyak mengetahui berita-berita tentang rokok dan lebih berfikir kritis lagi untuk menghadapi suatu masalah yang ada.

Sumber :

http://majalahkesehatan.com/8-bahaya-merokok-yang-wajib-diketahui/

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/09/11/ma6j9a-inilah-bukti-orang-indonesia-hobi-merokok

http://kemonbaca.blogspot.com/2012/08/bahaya-merokok-akibat-dan-bahaya-rokok.html

http://hi.umy.ac.id/hari-tanpa-tembakau-sedunia-indonesia-tidak-tegas-menolak-rokok/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Ratu Atut Divonis Empat Tahun Namun Terselip …

Pebriano Bagindo | 12 jam lalu

Katanya Supercarnya 5, Setelah yang Bodong …

Ifani | 12 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 13 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: