Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Desy Surya Aning Lestari

Mahasiswa Baru 2013 Universitas Indonesia Jurusan kesehatan Masyarakat Semoga bisa berguna untuk orang-orang sekeliling Aamiin :)

Dampak Negatif Merokok

OPINI | 12 August 2013 | 20:51 Dibaca: 1045   Komentar: 1   0

Meski sudah ada larangan merokok di tempat umum, masih saja ada masyarakat yang tetap merokok di tempat umum. Beberapa waktu lalu, saya menjumpai beberapa perokok aktif yang dengan santainya merokok di penghubung gerbong kereta AC. Meskipun, saya pikir mereka sudah sedikit memperhatikan larangan merokok di dalam gerbong kereta, tetapi merokok di penghubunng gerbong pun sama saja mengganggu penumpang yang lain. Asap rokok yang dihembuskan, masuk juga ke dalam gerbong dan dihirup juga oleh penumpang lain. Penumpang yang tidak ingin menghirup asap rokok tetapi dengan terpaska menjadi perokok pasif. Beberapa kali saya mencoba menutup pintu gerbong agar asap rokok tidak masuk ke dalam gerbong. Namun, apalah hasilnya berkali-kali pintu gerbong itu terbuka karena sebagai jalan keluar masuk dan asap rokok itu lagi-lagi masuk ke dalam gerbong.

Sudah banyak peringatan dan sosialisasi tentang bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh. Bahkan di kemasan rokok tertulis peringatan tentang bahaya merokok. Namun, tetap saja masih banyak masyarakat yang mengonsumsi rokok. Entah karena tidak mengetahui dampak negatif dari merokok atau tidak peduli dengan dampak negatif merokok, entahlah yang jelas masih banyak masyarakat yang merokok dan tidak memperdulikan kesehatannya apalagi kesehatan orang sekelilingnya. Seorang dokter bernama Dr Sally juga mengungkapkan ada pasien yang sudah melakukan operasi jantung by pass atau terkena serangan jantung tetapi masih saja tetap merokok.

Asap rokok dari sebatang rokok mengandung lebih dari 4000 zat – zat kimia beracun. Zat kimia di dalam rokok diantaranya adalah nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene. Gas paling berbahaya untuk perokok pasif adalah gas karbonmonoksida.

Asap rokok tidak hanya berbahaya untuk orang yang merokok melainkan juga untuk orang sekeliling yang ikut menghirup asap rokok tersebut. Bahkan, perokok pasif memiliki risiko yang lebih dibanding perokok aktif. Mengapa demikian? Menurut World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, perokok pasif menghirup dua asap rokok, yaitu menghirup asap utama yang telah dihisap lalu dihembuskan kembali oleh perokok dan juga asap sampingan yang dihasilkan oleh pembakaran rokok yang tidak dihirup oleh perokok. Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan bahwa asap rokok yang dihirup oleh perokok aktif hanya 25 persen dan selebihnya beredar di udara dan terisap oleh orang di sekelilingnya. Padahal, asap sampingan yang dihasilkan dari pembakaran rokok secara tidak sempurna adalah gas karbonmonoksida. Pembakaran satu batang rokok dapat menghasilkan tiga sampai enam persen gas karbonmonoksida. Gas Karbonmonoksida ini berbahaya bagi tubuh karena dapat menghalangi transportasi darah dan juga jika gas karbonmonoksida dihirup oleh tubuh, haemoglobin dalam darah akan lebih mudah berikatan dengan gas karbonmonoksida dibanding berikatan dengan gas oksigen. Ikatan gas CO-Hb 140 kali lebih kuat dibandingkan dengan ikatan O2-Hb. Akibatnya fungsi darah untuk mengedarkan oksigen ke sel-sel tubuh terganggu karena haemoglobin lebih kuat berikatan dengan karbonmonoksida dan jika tubuh terlalu banyak menghirup karbonmonoksida, pasokan oksigen ke otak akan terganggu yang mengakibatkan fungsi kerja otak terganggu dan menimbulkan berbagai macam penyakit. Selain itu karbonmonoksida juga dapat menyebabkan munculnya penyakit kardiovaskuler.

Otak adalah organ vital dalam tubuh. Otak manusia dapat dianalogikan sebagai prosessor. Otak sebagai pusat pengatur dan juga berfungsi mengkordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostatis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Secara terus menerus sel-sel otak memerlukan oksigen dan nutrisi untuk bisa bertahan hidup dan mejalankan fungsinya dengan baik. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan kerja otak terganggu dan kekurangan oksigen juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk merokok. Saat otak kekurangan oksigen dalam jumlah besar dan mendadak, akibat ringan yang ditimbulkan adalah tidak sadarkan diri atau pingsan. Selain itu, kekurangan pasokan oksigen ke otak dapat menyebabkan terganggunya fungsi otak untuk mengatur saraf pusat mata sehingga mata berkunang-kunang, jantung akan berdebar lebih kencang untuk memompa darah agar darah mengalir ke paru-paru lebih cepat dan mengikat oksigen, frekuensi bernafas jauh lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen (sering disebut sesak nafas). Tambahan, bila pasokan oksigen dan nutrisi yang diangkut melalui darah menuju otak terhenti oleh suatu sebab, maka dapat terjadi stroke, yaitu kondisi dimana sel-sel otak mengalami kerusakan. Proses stroke berlangsung begitu cepat. Bahkan bila oksigen berhenti mengalir dalam waktu 3 atau 4 menit saja, kerusakan bisa fatal. Semakin lama aliran oksigen terputus, tingkat kerusakan yang ditimbulkan semakin parah, stroke yang dideritapun akan semakin berat dan sulit dipulihkan.

Kekurangan oksigen akibat merokok tidak hanya berpengaruh pada otak. Sel tubuh yang menderita kekurangan oksigen akan berusaha meningkatkan adanya oksigen yaitu melalui kompensasi pembuluh darah dengan jalan menciut atau spasme. Bila proses spasme berlangsung lama dan terus menerus maka pembuluh darah akan mudah rusak dengan terjadinya proses aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Penyempitan pembuluh darah dapat terjadi di otak, di jantung, di paru, di ginjal, di kaki, di saluran peranakan, di ari-ari pada wanita hamil dan dapat menimbulkan berbagai penyakit yang lainnya.

Akibat yang ditimbulkan dari gas karbonmonoksida hasil pembakaran rokok saja dapat menimbulkan berbagai macam gangguan seperti yang disebutkan di atas apalagi akibat dari berbagai zat kimia yang terkandung dalam rokok. Terlalu banyak akibat buruk yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok. Sangat disayangkan jika kita masih nekat merusak fungsi kerja organ-organ tubuh dengan tetap mengonsumsi rokok. Akibat merokok memang tidak langsung dirasakan tetapi dengan perlahan organ tubuh kita rusak dan pada suatu saat nanti akan terjadi puncak rusaknya organ-organ tubuh kita. Ditambah lagi perokok aktif juga merusak organ tubuh orang-orang disekelilingnya yang juga ikut menjadi perokok pasif. Secara tidak langsung berada di sekeliling perokok aktif sangat merugikan kesehatan tubuh.

Bisa dibayangkan jika perokok aktif semakin banyak dan dengan santainya merokok di tempat umum. Udara yang sudah terkontaminasi dengan gas-gas beracun hasil pembakaran tidak sempurna bahan bakar kendaraan bermesin ditambah lagi dengan asap rokok yang mengandung gas karbonmonoksida. Semakin lama udara akan semakin tercemar. Masyarakat semakin sulit untuk menghirup udara bersih apalagi di daerah perkotaan yang sedikit ditumbuhi pepohonan. Bukan hanya perokok aktif yang merasakan akibat dari merokok melainkan juga orang-orang disekelilingnya bahkan seorang bayi yang masih polos yang belum memahami tentang hal ini sudah harus ikut merasakan dengan menghirup udara yang tercemar gas karbonmonoksida. Berhenti merokok menyelamatkan diri sendiri dan orang-orang sekeliling. Pilihan Anda untuk berhenti merokok sangatlah tepat.

Esensi :

Melalui tugas ini dapat melatih kemampuan individu untuk berfikir dan mengungkapkan pikirannya dalam sebuah tulisan tentunya disertai bukti dan pengetahuan yang benar. Bukti didapatkan dari proses pencarian dan pembelajaran. Banyak ilmu yang saya dapat dengan menulis tugas essay ini. Tugas essay ini membuat saya mengetahui lebih dalam tentang isu yang sedang berkembang saat ini seperti isu anti rokok. Saya juga menjadi lebih mengenal dan memahami bagaimana itu akibat yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok untuk kesehatan tubuh. Semakin yakin dan gencar untuk memberitahukannya kepada masyarakat khususnya keluarga. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menjadi salah satu cara saya untuk memberitahukan kepada masyarakat. J

Sumber :

http://innerpower.wordpress.com/2008/12/05/perokok-pasif-berisiko-lebih-tinggi/

http://pedulikesehatan.hostei.com/index.php?p=1_10

http://note-why.blogspot.com/2012/09/artikel-tentang-bahaya-merokok.html

http://ridwanaz.com/kesehatan/bahaya-gas-karbon-monoksida-bagi-manusia/

http://www.pjnhk.go.id/content/view/183/31/

http://www.terapisehat.com/2009/02/hypoxia-kurang-oksigen-membawa-masalah.html

http://www.terapisehat.com/2009/02/hypoxia-kurang-oksigen-membawa-masalah.html

http://efendybloger.blogspot.com/2010/10/co-co2.html

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompasiana Nangkring bareng Pertamina …

Santo Rachmawan | | 01 September 2014 | 13:07

Inilah Buah Cinta yang Sebenarnya …

Anugerah Oetsman | | 01 September 2014 | 17:08

Catatan Pendahuluan atas Film The Look of …

Severus Trianto | | 01 September 2014 | 16:38

Mengulik Jembatan Cinta Pulau Tidung …

Dhanang Dhave | | 01 September 2014 | 16:15

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 7 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 7 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 10 jam lalu

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 11 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemenang Putri Indonesia di Belanda Bangga …

Bari Muchtar | 8 jam lalu

Penanggulangan Permasalahan Papua Lewat …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Antara Aku, Kamu, dan High Heels …

Joshua Krisnawan | 8 jam lalu

Rakyat Dukung Pemerintah Baru Ambil Jalan …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Masa Orientasi, Masa Di-bully; Inikah Wajah …

Utari Eka Bhandiani | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: