Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Prihastoro Suryo

Sedang mempelajari tentang kesehatan dan rumah sakit :)

Retinopathy Of Prematurity (ROP)

OPINI | 22 July 2013 | 10:53 Dibaca: 248   Komentar: 3   1

Kelahiran premature kadangkala dapat menimbulkan masalah bagi bayi yang dilahirkan. Seperti halnya penyakit yang menyerang retina bayi yaitu ROP. Apakah arti dari penyakit tersebut? ROP adalah penyakit atau gangguan perkembangan pembuluh darah retina pada bayi yang lahir prematur. Bila hal ini tidak dapat ditangani dengan baik dapat mengakibatkan kebutaan pada bayi. Diduga pemberian oksigen pada bayi premature adalah penyebab terbentuknya ROP. Namun, pemberian oksigen pada bayi premature harus tetap dilakukan karena kelangsungan hidup bayi merupakan prioritas utama.

Bayi premature biasanya terlahir dengan pembuluh retina yang tidak sempurna. Retina yang kurang sempurna ini ketika terpapar oksigen akan timbul reaksi berupa terbentuknya garis demarkasi antara daerah yang sudah tumbuh pembuluh darah dengan yang belum. Timbulnya stimulus pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal disebut neovaskularisasi. Neovaskularisasi bisa saja sembuh atau malah bertambah buruk yang dapat mengakibatkan kebutaan pada satu atau dua mata sekaligus.

Penyebab tunggal terjadinya ROP adalah berat lahir bayi kurang dari 1500 gram, usia kehamilan kurang dari 32 minggu, bayi dengan Sepsis, anemia/bayi kuning dan lahir dengan gangguan lain seperti gangguan sistem pernafasan dan jantung. Sedangkan oksigen hanya merupakan salah satu faktor resiko. Komplikasi lain yang mungkin bisa diderita bayi ROP adalah Ambliopia, Strabismus/juling, Bola mata mengecil, Katarak dan Glaukoma.  Pencegahan ROP hanya bisa dilakukan dengan mencegah terjadinya kelahiran premature dan diperlukan pemeriksaan yang baik pada masa kehamilan.

Bagaimana cara mendeteksi ROP ? Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” Yogyakarta menyediakan layanan RetCam Shuttle yang merupakan alat canggih untuk mendeteksi ROP. Saat akan diperiksa dengan alat ini, setidaknya bayi berumur 3-4 minggu. Pemeriksaan harus terus dilakukan sampai dinyatakan ROP menghilang. Manfaat yang dapat diambil dari RetCam Shuttle antara lain kondisi bayi tetap stabil karena tidak perlu dipindah, orang tua dapat berdiskusi langsung dengan dokter dan pemeriksaan dapat dilakukan di dalam inkubator tanpa harus mengeluarkan bayi.

Nah, mengerikan bukan, bayi saja bisa mengalami kemungkinan kebutaan. Untuk itu periksalah secara rutin bayi anda saat dikandungan dan berikan asupan gizi dengan cukup. Jika sudah terkena ROP bisa langsung menghubungi Layanan RetCam Shuttle di Rumah Sakit Mata “Dr. Yap”  Jalan Cik Di Tiro No. 5 Yogyakarta (0274) 544744 ext 102/109.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

5 Jam Menuju Museum Angkut, Batu-Malang …

Find Leilla | | 31 July 2014 | 18:39

Kecoa, Orthoptera yang Berkhasiat …

Mariatul Qibtiah | | 31 July 2014 | 23:15

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Menjenguk Blowhole Sebuah Pesona Alam yang …

Roselina Tjiptadina... | | 31 July 2014 | 20:35


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 13 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 17 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 21 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: