Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Ely Yuliana

Pokoknya menulis!, salah hurup, titik, koma dan kata biarlah. yang penting replexy jiwa dan otak. selengkapnya

Antibiotik dan Efek Samping yang Berbahaya

REP | 16 July 2013 | 15:36 Dibaca: 2046   Komentar: 8   4

https://www.sahabatnestle.co.id/

Ketika kita mengalami sakit dan demam kadang di sertai batuk-batuk, tentu kita mengharapkan kesembuhan yang cepat dengan cara mengunjungi dokter dan harapan mendapatkan obat semanjur mungkin untuk kesembuhan penyakit kita atau anak kita.

Padahal sakit kita hanya di sebabkan oleh kelelahan atau cuaca buruk  dan stamina menurun yang menimbulkan penyakit yang di sebabkan oleh Virus. sakit tersebut tentu saja tidak memerlukan obat yang  keras apalagi semacam antibiotik. fungsi antibiotik sudah saya singgung di artikel terdahulu, bukan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus dan kelelahan atau stamina menurun. tapi untuk penyakit yang di akibatkan oleh bakteri yang menimbulkan infeksi.

Kalau kita sakit tentu  perlu ke dokter untuk memastikan penyakit macam apa yang kita derita sebenarnya karena dokter yang tau dan mengerti macam dan gejala dari penyakit kita, dari riwayat yang kita berikan dan di dengarkan oleh dokter, dokter mempunyai kesimpulan dari penyakit tersebut. tentu saja peran dokter di sini di tuntut untuk memberikan imformasi seaktual mungkin berikut obat yang layak di pergunakan oleh si pasien. tidak malah memberikan obat antibiotik untuk penyakit ringan kepada pasien yang awam dengan penyakit dan keluhannnya.

Kadang kalau penyakitnya memerlukan bantuan peralatan untuk memastikan penyakit yang kita derita, dokter yang merujuk dengan  mengirim kita ke bagian cek uap.

Bermacam jenis cek up yang bisa di rujuk dokter sesuai jenis keluhan yang berkaitan dengan penyakit yang ingin di ketahui dengan pasti. bisa ke LAB untuk cek darah. bisa CT scan untuk memeriksa bagian yang sulit di capai sperti perisa otak dan lainnya. bisa juga poto rontgen untuk bagian paru-paru. dan masih banyak jenis cek up lainnya.

Ketika kita di nyatakan menderita penyakit tertentu, dari situ kita akan tau kalau kita mengidap penyakit apa, solusi yang paling baik setelah kita tau sakit yang kita derita, maka lakukanlah browsing atau mencari imformasi sedetail mungkin untuk mempelajari dan menegtahui sejarah penyakit yang kita derita supaya kita terhindar dari kesalahan pengobatan yang bisa fatal akibatnya untuk kesehatan kita di masa yang akan datang.

Cara yang paling baik untuk melihat berita atau imformasi di komputer, gunakan alamat yang menggunakan  rumah yang berakhiran DOt COM atau kalau ingin yang lebih akurat lagi mencari di alamat yangg berumahkan wikipedia. bisa alamat wikpedia yang  berbahasa inggris atau bahasa Indonesia dan hindari pencarian imformasi dari situs Blog.

Walaupun kendala kita tak punyai internet di rumah, usahakan menyempatkan diri ke warnet untuk mengetahui sedetail mungkin riwayat penyakit kita dan jenis obat apa saja yang sesuai dengan penyakit yang kita atau anak tercinta derita.

Langkah tersebut di atas untuk mengatasi kasalahan jenis obat yang semestinya kita dapatkan mengingat kalau sampai kita mendapat obat yang tak di butuhkan oleh penyakit yang kita derita maka kerugain yang di derita oleh tubuh kita nantinya terutama jenis antibiotika yang mempunyai efek samping yang begitu berbahaya untuk tubuh kita kedepannya.

Adapun macam-macam jenis efek yang tidak di inginkan yang berakibat kepada tubuh kita yang di timbulkan oleh seringnya pengobatan  dengan menggunakan antibiotik, mari kita amati bersama-sama

Infeksi pada perempuan

Penggunaan antibiotik pada kalangan perempuan sangat rentan dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada organ intim yang akhirnya bisa berujung pada timbulnya gatal-gatal, keputihan, atau munculnya cairan dan bau pada vagina.

Gangguan penecrnaan dan Alergi

Efek samping penggunaan antibiotik yang paling umum dijumpai ialah terganggunya masalah pencernaan seperti timbulnya nyeri di perut, kembung, mual, kram, dan diare.

Bagi orang-orang tertentu, efek samping pemakaian antibiotik juga bisa menimbulkan alergi yang bahkan bisa mencapai tahunan. Adapun alergi yang sering terjadi yakni gatal-gatal atau terjadinya pembengkakan di mulut atau di tenggorokan.

Gangguan Fungsi Jantung

Efek samping penggunaan antibiotik juga bisa menyebabkan kondisi jantung yang berdebar-debar, sakit kepala, penyakit kuning, timbulnya masalah ginjal maupun masalah saraf seperti seringnya merasakan kesemutan.

Efek Resistensi

Keseringan minum antibiotik kemungkinan besar bisa mengakibatkan resistensi atau suatu keadaan di mana tubuh sudah tidak mempan lagi dengan antibiotik.

Beberapa penyakit yang kemungkinan akan muncul dalam kondisi orang yang mengalami resisten antibiotik ini seperti infeksi yang sulit diobati sehingga memerlukan antibiotik yang lebih tinggi lagi. Kondisi tersebut tentu tidak baik bagi tubuh manusia.

Gangguan Serius
Dan inilah yang paling dikhawatirkan oleh banyak kalangan dimana pemakaian antibiotik dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan efek samping yang serius mulai dari terjadinya kerusakan hati atau disfungsi hati, penurunan sel darah putih, terjadinya kerusakan pada otak, tendon pecah, koma, aritmia jantung, bahkan sampai menimbulkan kematian.

Penggunaan Antibiotik Harus Disiplin

Ketika Anda mengeluh merasakan suatu penyakit infeksi maka sebaiknya tidak serta-merta menggunakan antibiotik untuk mengatasinya. Alasannya, penggunaan antibiotik tidak boleh secara sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Sebenarnya, untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi yang muncul tidak selalu mesti menggunakan antibiotik dan pengobatannya bisa dilakukan dengan dikompres, memakai obat yang diresepkan oleh dokter maupun memberikan banyak cairan. Hal tersebut justru bisa meminimalisir efek samping yang akan ditimbulkan ketika menggunakan obat antibiotik.

Namun, kalau Anda diharuskan untuk menggunakan antibiotik, maka sebaiknya didasarkan atau berkonsultasi terlebih dahulu kepada otoritas kesehatan terkait dengan efektifitas obat antibiotik, petunjuk pemakaian obat sampai pada daya tahan tubuh yang masih bisa mentolerir jika diberikan antibiotik.

Terlebih Anda harus benar-benar memerhatikan penggunaan antibiotik pada anak-anak yang masih sangat rentan. Pada anak yang terkena infeksi, sebaiknya tidak langsung memberikannya antibiotik apalagi dalam dosis yang sama dengan orang dewasa.

Namun akan menjadi lebih bijak dan aman untuk terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan dokter atau petugas kesehatan terkait.http://www.deherba.com

Akhir-akhir ini malah banyak perusahaan peternakan memberikan antibiotik kepada hewan peliharaanya dengan tujuan untuk membuat hewan tersebut tidak mudah terkena penyakit yang menimbulkan kematian, seperti yang terjadi pada peternakan ayam negri di Belanda, yang pemasarannya sudah jelas di umumkan di berita harian online dan di larang terang-terangan di anjurkan untuk tidak di jual lagi di pasaran  oleh pemerintah Belanda, tapi karena kepentingan bisnis yang lebih besar kenyataanya masih ada di pasaran.
Pernah kejadian nyata ketika saya menuangkan obat antibiotik untuk anak saya yang terkena infeksi paru-paru, antibiotik tersebut tumpah mengenai tangan, reaksinya sangat mengagetkan hanya dalam beberapa detik saja tangan yang terekena tumpahan obat antibiotik tersebut memerah dan menimbulkan rasa gatal dan panas di sekitarnya dan suami saya mennyuruh untuk segera mencuci tangan yang terkena tumpahan antibiotik tersebut.

Bisa di bayangkan betapa berbahayanya kandungan yang terdapat di dalam antibiotik tersebut ketika tubuh kita sering mengkonsumsi obat tersebut. dan keraf saya temukan gigi anak saya menjadi menguning setelah meminum obat antibiotik tersebut dan saya selalu berusaha menyikat giginya setelah pemberian obat tersebut karena banyak kasus anak yang selagi kecil sering medapatkan obat tersebut salah satu efek yang terlihat  giginya ketika dewasa menjadi rusak dan menghitam warnanya.

Antibiotik kalau di ibaratkan dalam suatu pertahanan negara, fungsinya sebagai tentara perang. ketika negara dalam keadaan benar-benar terancam dan demi menyelamatkan keamanan rakyat banyak,  baru tentara perang di turunkan dengan resiko tentu banyak korban yang terbunuh di dalamnya, baik pihak lawan ataupun pihak kawan. dan situasi yang di timbulakan tidak kondusif atau jauh dari  tenang, tentaram  dan terkendali. kalau negara itu masih jauh dari ancaman yang membahyakan, maka tentara perang tidak perlu sama sekali di turunkan.

Itulah fungsi antibiotik  yang fungsinya di perlukan ketika benar-benar harus di lakukan untuk mengempur bakteri jahat dalam tubuh yang kadang bakteri baik yang kita miliki ikut terbasmi karenanya.

Pembicaraan sedikit melenceng ke jenis obat keras lainnya selain antibiotik, ketika saya berusia dua puluh tahunan, saya terkena hernia di pinggang dan mengalami kesulitan berjalan dan berdiri tegak pun sulit.

Saya memeriksakan diri ke dokter dan tidak terdapat penyakit apapun yang di ketemukan dari cek lab dan lainnya. sampai pada satu kesimpulan, di rujuk ke rumah sakit besar  dan di adakan berbagai cek dan akhirnya di ketemukan ada sarap yang terjepit begitu kata dokter pada waktu itu.

Solusinya, saya di anjurkan untuk olah raga dan fisioterapi plus. mengkonsumsi obat penahan sakit untuk tulang yang terkenal keras. saya lakukan semua anjuran dokter melakukan olahraga juga fosioterapi  tiap hari bulak balik di antar sopir dan kebetulan waktu itu ada keluarga yang tinggal di bogor jadi tak begitu jauh menjangkau Jakarta.

semuanya usaha untuk kesembuhan menunjukan kemajuan yang cukup memuaskan, tapi sayangnya ada yang membekas dari efek penggunaan obat penahan rasa sakit yang saya konsumsi lebih dari satu bulan, malah kata dokter, kalau sakitnya berlebih boleh di minum dua tablet sekali dan di bantu meminum obat maag supaya tak menghajar usus yang di akibatkan oleh obat keras tersebut.

karena keterbatasan pengetahuan saya dan keluarga juga awam dengan akibat yang di timbulkan oleh obat-obatan, setelah penyakit hernia saya membaik kini saya mengalami penyakit dalam istilah medis di Belanda Law Darmen  kalau dalam bahasa Indonesia artinya usus malas entah istilah medis di tanah air yakni tak bisa buang hajat dengan normal harus di bantu dengan pelumas karena sistem pelumas di usus sudah rusak.

Entah penyebab jelasnya penyakit usus malas tersebut apa, yang jelas saya sempat mengkomsumsi obat penahan rasa sakit yang cukup keras untuk tulang dalam waktu yang lama dan dosisnya cukup tinggi.

Satu tahun kebelakang, hernia saya kambuh di Belanda dengan keluhan hampir sama. malah sampai batukpun mengalami sakit dan sangat menyiksa. dokter merujuk melakukan cek CT scan dan menemukan kalau di pinggang saya terdapat hernia yang dulu puluhan tahun ke belakang  pernah ada dan saya hampir lupa.

Penanganannya tidak dan belum memelukan oprasi begitu penjelasan dokter. lalu pengobantannya walau cukup lama dan berat karena harus pula merawat kedua anak dan rumah tangga,  pengobatannya hanya fisioterapi dan olahraga yang rutin di lakukan tanpa obat tulang yang seperti saya peroleh dulu yang kemungkinan besar  akibatnya sampai sekarang mempunyai masalah dengan buang hajat saya. untungnya tidak merusak jantung saya karena setelah saya baca di kemasannya penggunaan yang terus menerus bisa merusak jantung, ginjal, atau liver.

Saya membeberkan imformasi pribadi saya untuk membuka wawasan selebar-lebarnya kepada masyarakat awam kalau kita perlu mengetahui obat dan efek samping yang di konsumi oleh kita atau anak kita supaya terhindar dari resiko yang di timbulkan oleh obat-obatan yang di konsumsi secara berlebihan atau sama sekali tidak perlu untuk penyakit yang kita derita contohnya obat untuk tulang ketika saya hernia dan antibiotik bagi yang mengalami penyakit ringan yang di akibatkan oleh virus yang tidak mengarah ke infeksi.

Semoga imformasi ini menjadi bahan acuan dan bisa di ambil hikmahnya untuk para pembaca yang belum mengerti bahaya dari seringnya  penggunaan antibiotika atau obat keras lainnya secara rutin, atau sebenarnya tak di perlukan sama sekali oleh tubuh kita yang sedang sakit ringan saja.

.Untuk itu saya rela berbagi imformasi dan pengalaman pribadi saya sendiri dengan harapan bisa memberikan pencerahan dalam menangani penyakit yang di derita oleh orang-orang yang kita cintai di sekitar kita jangan sampai kalau sudah terjadi tak bisa lagi di perbaiki, karena organ tubuh kita tidak mempunyai cadangan. dan langkah yang sangat bijaksana sebaiknya kita menjaganya supaya tetap terjaga dari racun dan efek kimia yang di timbulakan dari obat-obatan yang tidak di perlukan.

Catatan,

Imformasi ini tidak berlaku kepada penderita penyakit kronis yang sudah mengarak kepada terjadinya infeksi, penderita penyakit kronis seperti darah tinggi atau diabet dan lainnya malah di anjurkan mengkonsumi obat rutin  yang sesuai dengan jenis penyakit untuk menghindari terjadinya serangan fatal  yang di timbulkan dari penyakit kronis tersebut. seperti stoke dan terjadinya komplikasi melebar ke jenis penyakit kronis yang lain.

Semoga Bermamfaat.

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: