Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Iwan Sanjaya

Hanya seorang yang baru dalam menulis. Tidak lebih.

“Setetes Darah Anda, Nyawa Bagi Sesama”

OPINI | 14 May 2013 | 19:37 Dibaca: 137   Komentar: 0   0

begitulah motto yang sering kita baca atau dengar di kantor-kantor PMI, entah itu dalam bentuk iklan, poster atau apapun. disini saya ingin membahas tentang pentingnya donor darah, saya bukan petugas PMI atau pejabat di PMI, saya hanya pendonor biasa yang rutin mendonorkan darahnya tiga bulan sekali. Mengapa donor darah perlu untuk dibahas? Karena minat masyarakat untuk melakukan donor darah masih dirasa minim, hal ini dikarenakan kurangnya motivasi masyarakat Indonesia dalam hal donor darah. Tidak hanya itu, (mungkin) sosialisasi yang dilakukan PMI disetiap daerah masih dirasa masih kurang, ditambah masih banyaknya masyarakat Indonesia yang takut akan jarum suntik. Saya juga masih banyak menemukan argumen seperti ini, “ngapain donor darah, toh kalau kita butuh darah juga beli“, kalau begitu saya sudah tidak bisa menjawabnya. Karena menurut  saya, bukan masalah kita harus membayarnya saat kita butuh darah, tapi lebih karena kesehatan yang didapat dari donor darah sendiri. Sering saya bertanya kepada petugas yang saat itu bertugas, apa sih manfaat donor darah itu? Inilah  jawaban yang sering saya terima dari petugas tersebut: Pertama, donor darah dapat mendeteksi penyakit sedini mungkin, karena darah yang diambil akan diuji di lab dan akan diberitahu jika darah kita mengandung sesuatu. Kedua, tubuh akan menghasilkan darah lagi sehingga tubuh ini dialiri darah “baru” sehingga menyehatkan tubuh. Ketiga, yaitu menyeimbangkan zat besi dalam tubuh, saya kurang paham soal ini karena saya bukan ahli gizi atau organ tubuh dan masih banyak lagi yang saya terima dari hasil perbincangan saya dengan petugas PMI. Saya pribadi tidak peduli siapa yang akan memakai darah saya nantinya, karena bagi saya yang penting adalah mendonorkan darah dan  mendapat manfaat kesehatannya. Ketika anda mengetahui manfaat kesehatan yang diperoleh dari donor darah, apakah anda masih berpikiran harus membayar pada PMI?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotman Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 20 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 22 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 22 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 23 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 23 April 2014 07:15

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: