Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Iwan Sanjaya

Hanya seorang yang baru dalam menulis. Tidak lebih.

“Setetes Darah Anda, Nyawa Bagi Sesama”

OPINI | 14 May 2013 | 19:37 Dibaca: 142   Komentar: 0   0

begitulah motto yang sering kita baca atau dengar di kantor-kantor PMI, entah itu dalam bentuk iklan, poster atau apapun. disini saya ingin membahas tentang pentingnya donor darah, saya bukan petugas PMI atau pejabat di PMI, saya hanya pendonor biasa yang rutin mendonorkan darahnya tiga bulan sekali. Mengapa donor darah perlu untuk dibahas? Karena minat masyarakat untuk melakukan donor darah masih dirasa minim, hal ini dikarenakan kurangnya motivasi masyarakat Indonesia dalam hal donor darah. Tidak hanya itu, (mungkin) sosialisasi yang dilakukan PMI disetiap daerah masih dirasa masih kurang, ditambah masih banyaknya masyarakat Indonesia yang takut akan jarum suntik. Saya juga masih banyak menemukan argumen seperti ini, “ngapain donor darah, toh kalau kita butuh darah juga beli“, kalau begitu saya sudah tidak bisa menjawabnya. Karena menurut  saya, bukan masalah kita harus membayarnya saat kita butuh darah, tapi lebih karena kesehatan yang didapat dari donor darah sendiri. Sering saya bertanya kepada petugas yang saat itu bertugas, apa sih manfaat donor darah itu? Inilah  jawaban yang sering saya terima dari petugas tersebut: Pertama, donor darah dapat mendeteksi penyakit sedini mungkin, karena darah yang diambil akan diuji di lab dan akan diberitahu jika darah kita mengandung sesuatu. Kedua, tubuh akan menghasilkan darah lagi sehingga tubuh ini dialiri darah “baru” sehingga menyehatkan tubuh. Ketiga, yaitu menyeimbangkan zat besi dalam tubuh, saya kurang paham soal ini karena saya bukan ahli gizi atau organ tubuh dan masih banyak lagi yang saya terima dari hasil perbincangan saya dengan petugas PMI. Saya pribadi tidak peduli siapa yang akan memakai darah saya nantinya, karena bagi saya yang penting adalah mendonorkan darah dan  mendapat manfaat kesehatannya. Ketika anda mengetahui manfaat kesehatan yang diperoleh dari donor darah, apakah anda masih berpikiran harus membayar pada PMI?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Ratu Atut Divonis Empat Tahun Namun Terselip …

Pebriano Bagindo | 12 jam lalu

Katanya Supercarnya 5, Setelah yang Bodong …

Ifani | 12 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 13 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: