Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Wahyu Triasmara

Seorang manusia biasa kebetulan berprofesi dokter yang ingin berbagi cerita dalam keterbatasan & kesederhanaan.

Ustaz Jefry Meninggal Akibat Cedera Kepala Berat?

REP | 29 April 2013 | 20:31 Dibaca: 10702   Komentar: 13   1

Tulisan ini bukan bermaksud mau membicarakan seseorang yang sudah meninggal, namun hanya ingin mencoba mengambil hikmah dari peristiwa yang dialami beliau agar semoga tidak terjadi pada diri kita. Saya berharap beliau sudah tenang disisiNya dan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Namun kembali lagi pada judul tulisan ini, sekiranya kenapa Uje’ bisa meninggal pada peristiwa kecelakaan yang dialaminya ??? disini saya mencoba untuk menganalisa dari segi keilmuan yang saya miliki. Saya tidak mau menduga-duga, karena saya tidak berada di lokasi kejadian atau memeriksa uje’ saat kejadian.

Dari beberapa sumber berita saksi yang berada ditempat menyebutkan saat kejadian terjadi tampak luka cukup parah di muka dan kepala uje’, serta darah yang bercucuran dari kepala, hidung dan telinga. Selain itu dapat dilihat dari motor yang dinaikinya tampak pada bagian depan terlihat rusak sangat parah. Dari sana saya mencoba mengambil beberapa kemungkinan yang menyebabkan Ustad Uje’ meninggal selain tentunya memang sudah suratan takdir dari Tuhan.

Dari keterangan yang saya himpun diatas, analisa sementara yang dapat  saya ambil dari kemungkinan penyebab kematian uje’ antara lain :

1. Cedera Kepala (Kategori Berat)

Cedera pada kepala sangat berpotensi menimbulkan kematian, seperti kita tahu kepala kita berisi otak dimana semua organ tubuh kita pusat pengaturannya berada disana. Adanya kerusakan pada jaringan dan sel otak tentu saja akan mengganggu berbagai sistem organ tubuh. Proses kerusakan yang terjadi dapat muncul sesaat sampai beberapa jam setelah korban mengalami cedera, tergantung berat ringannya benturan yang menyebabkan kerusakan dan perdarahan pada bagian otak tersebut. Selain itu kondisi dapat semakin berat jika ditemukan adanya fraktur basis cranii (patah tulang pada dasar tulang tengkorak).

2. Fraktur Cervikal / Tulang Leher

Terdapat tujuh tulang servikal  (tulang belakang) yang menyokong kepala dan menghubungkannya ke bahu dan tubuh kita.  Adanya patah atau retak di salah satu tulang leher sering kita sebut dengan istilah fraktur servikal atau patah tulang leher. Fraktur servikal paling sering disebabkan oleh benturan kuat, atau trauma di kepala.  Adanya kerusakan pada bagian ini dapat mengganggu jalannya sistem pernafasan serta berpotensi merusak sistem persarafan tubuh yang melalui bagian tersebut.

Kombinasi dari kedua cedera kepala berat dan fraktur cervikal sangat berpotensi menyebabkan kematian pada seseorang yang mengalami kecelakaan lalu lintas seperti apa yang dialami oleh Uje’. Tindakan pertolongan / evakuasi dengan cara yang benar dan sesegera mungkin diperlukan mulai dari pertama saat ditempat kejadian, kedua saat dalam perjalanan serta ketiga saat dirumah sakit. Ketiga proses ini akan sangat menentukan angka harapan hidup korban. Namun jika kondisi cedera kepala sangat berat sehingga menyebabkan perdarahan otak hebat serta adanya patah pada tulang leher biasanya akan sulit untuk diselamatkan kecuali ada mukzizat  serta terdapat sarana prasarana yang mendukung dan tersedianya tenaga medis yang terlatih.

Selain  sebab utama kematian diatas ada kasus cedera lain yang berpotensi menyebabkan kematian saat kecelakaan, diantaranya trauma tulang dada (toraks) yang dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan jantung sehingga seseorang akan mengalami gangguan sirkulasi udara sampai sirkulasi darah yang bersumber di jantung. Selain dada bagian perut jika mengalami benturan / perlukaan korban dapat mengalami kebocoran pada organ dalam perut serta mengalami perdarahan yang tersembunyi sehingga menyebabkan seseorang bisa meninggal karena kehabisan darah. Begitu pula jika  terjadi patah tulang pada panggul (pelvis) dan tulang paha dimana terdapat pembuluh darah besar yang melewatinya sehingga berpotensi untuk kehilangan banyak darah.

Itulah berbagai penyebab kematian yang perlu anda ketahui terutama pada kasus-kasus kecelakaan lalu lintas. Semoga peristiwa yang menimpa Ustad Jefry ini bisa menjadi pelajaran bagi kita agar lebih berhati-hati dalam berkendara. Kita tidak pernah tahu apa yang akan menimpa kita kedepan, jadi lewat tulisan ini saya mengajak saudara-saudaraku untuk tertib berkendara, gunakan peralatan safety riding (helm, jaket, sarung tangan, sepatu) sesuai standar, patuhi rambu lalu lintas, persiapkan kendaraan sebaik mungkin (rem, roda, lampu sein, mesin, dll). Hormati pengguna jalan lain, jangan uga-ugalan saat berkendara, berhenti saat mengantuk, jangan paksakan untuk membawa kendaraan saat sedang sakit dan yang terakhir jangan lupa berDoa.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47

Ibu Renta Itu Terusir …

Muhammad Armand | | 22 December 2014 | 09:55


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 4 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 6 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 7 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: