Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Dr. Andi Khomeini Takdir Haruni

seorang dokter, yang berminat dan juga berbakat politik. bukan yang kotor. twitter : @dokterkoko

Suplemen Untuk Penderita Diabetes?

REP | 28 April 2013 | 07:06 Dibaca: 632   Komentar: 10   3

Diabetes melitus merupakan penyakit yang semakin meningkat angka kejadiannya dalam masyarakat Indonesia dan dunia. Diabetes melitus yang akrab disebut kencing manis ini, merupakan kondisi hiperglikemia kronis dimana kadar gula dalam darah melebihi ambang batas toleransi tubuh kita untuk tetap dalam kondisi kesehatan yang optimal.

Gula memang manis, namun komplikasinya sama sekali tidak manis.

Masyarakat kemudian berjuang dengan berbagai cara untuk menghindari komplikasi diabetes. Berobat ke dokter, berobat dengan herbal tradisional, berobat dengan suplemen modern, atau malah abai terhadap kondisi ini dan membiarkannya begitu saja karena tidak dirasakan berat gejalanya. Daripada stres? Begitu kira-kira pembelaan abainya penderita diabetes (untuk selanjutnya disebut “diabetesi”).

Penulis mengamati ada banyak suplementasi yang dijual di pasaran. Bisnis besar. Namun yang mana sebenarnya yang diperlukan oleh diabetesi dari sekian banyak suplemen tersebut?

Kita harus sadari dulu apa makna suplementasi ini. Suplementasi diberikan karena ada komponen yang kurang. Jadi targetnya adalah kecukupan nutrisi yang seimbang. Mengkonsumsi suplemen pun, diabetesi harus tetap mengkonsultasikannya dengan dokter.

Diluar suplemen yang dibisniskan mahal tersebut, sebenarnya kita hanya harus menambahkan beberapa komponen murah tapi penting dalam asupan sehari-hari diabetesi. Dan inilah beberapa yang direkomendasikan.

1. Kayu manis

Kayu manis vs kencing manis? Hehe. Dalam beberapa referensi, setengah sendok teh kayu manis ditambahkan dalam menu sehari-hari. Atau diseduh seperti teh juga bisa. Tidak direkomendasikan lebih banyak dari jumlah itu.

2. Magnesium

Magnesium meningkatkan kepekaan insulin (pada diabetes melitus tipe 2 terjadi resistensi insulin). Makanan yang kaya magnesium adalah nasi merah, bayam, dan kacang polong.

3. Kromium

Kromium disebut sebagai kofaktor insulin. Pembantu insulin. Makanan yang kaya kromium adalah brokoli, buncis, sereal utuh, kacang tanah, anggur, dan kentang.

Penulis saat ini hanya merekomendasikan 3 suplemen tersebut, dalam bentuk alamiahnya. Tentu saja, harus digunakan dalam proporsinya dan tetap dikonsultasikan dokter. Intinya adalah pengendalian kadar gula darah. Pengendalian ini dilakukan melalui nutrisi yang adekuat, obat-obatan, dan gaya hidup sehat.

Semoga kepingan informasi kecil ini bermanfaat untuk semua diabetesi Indonesia.

@dokterkoko

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemangsa Anak-anak Sasar Sekolah-sekolah …

Jonas Suroso | | 24 April 2014 | 01:14

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 5 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 7 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 8 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 8 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: