Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Accunk Hero

Jurnalis Warga Bulukumba

Dinas Kesehatan dan Pendidikan Kerjasama Sosialisasi Usia Pernikahan bagi Remaja

REP | 28 April 2013 | 13:11 Dibaca: 337   Komentar: 0   0

BULUKUMBA—Untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan serta anak balita di Kabupaten Bulukumba, Dinas Kesehatan serta Dinas pendidikan dinilai perlu melakukan kerjasama. Kerjasama tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada remaja usia sekolah mengenai usia pernikahan yang aman. Hal ini disepakati dalam diskusi yang diselenggarakan pada Kamis (24/04) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba.

Firman dari Dinas Pendidikan mengatakan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan adalah dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) paling berperan dalam sosialisasi ini. “Kalau dari Dinas Pendidikan, sosialisasi bisa diberikan melalui buku-buku pelajaran yang dijadikan panduan oleh para guru,” kata Firman.

Firman menambahkan, telah ada regulasi yang mengatur mengenai usia yang diperbolehkan untuk menikah. Sebab, pernikahan yang terlalu dini dinilai sebagai salah satu penyebab persalinan tidak aman, karena masih kurangnya pengetahuan dan pengalaman, serta usia ibu yang masih terlalu muda. “Agar tidak ada pernikahan dini, sosialisasi dilakukan lebih proaktif di tengah masyarakat,” kata Firman.

Hambali dari Multi Stakeholder Forum (MSF) mengatakan, jika ada remaja perempuan yang menikah di usia dini, stakeholder terkait perlu memberikan sosialisasi, agar menunda kehamilan. “Sebab hal ini dapar membahayakan kesehatan ibu dan anak jika melahirkan di usia dini,” jelasnya.

Selain itu, menurut Hambali, salah satu cara sosialisasi yang dapat dilakukan adalah dengan membuat spanduk. Spanduk tersebut dapat berisi himbauan agar tidak ada perempuan yang hamil di bawah umur.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Farida mengungkapkan, Dinas Kesehatan perlu melakukan monitoring secara berkala di lapangan, untuk melihat jika ada kejadian ibu hamil di bawah umur, agar bisa diberi perhatian lebih. “Monitoring akan dilakukan minimal setiap 3 bulan,” kata Farida. ASRUL

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: