Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Accunk Hero

Jurnalis Warga Bulukumba

Dinas Kesehatan dan Pendidikan Kerjasama Sosialisasi Usia Pernikahan bagi Remaja

REP | 28 April 2013 | 13:11 Dibaca: 332   Komentar: 0   0

BULUKUMBA—Untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan serta anak balita di Kabupaten Bulukumba, Dinas Kesehatan serta Dinas pendidikan dinilai perlu melakukan kerjasama. Kerjasama tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada remaja usia sekolah mengenai usia pernikahan yang aman. Hal ini disepakati dalam diskusi yang diselenggarakan pada Kamis (24/04) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba.

Firman dari Dinas Pendidikan mengatakan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan adalah dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) paling berperan dalam sosialisasi ini. “Kalau dari Dinas Pendidikan, sosialisasi bisa diberikan melalui buku-buku pelajaran yang dijadikan panduan oleh para guru,” kata Firman.

Firman menambahkan, telah ada regulasi yang mengatur mengenai usia yang diperbolehkan untuk menikah. Sebab, pernikahan yang terlalu dini dinilai sebagai salah satu penyebab persalinan tidak aman, karena masih kurangnya pengetahuan dan pengalaman, serta usia ibu yang masih terlalu muda. “Agar tidak ada pernikahan dini, sosialisasi dilakukan lebih proaktif di tengah masyarakat,” kata Firman.

Hambali dari Multi Stakeholder Forum (MSF) mengatakan, jika ada remaja perempuan yang menikah di usia dini, stakeholder terkait perlu memberikan sosialisasi, agar menunda kehamilan. “Sebab hal ini dapar membahayakan kesehatan ibu dan anak jika melahirkan di usia dini,” jelasnya.

Selain itu, menurut Hambali, salah satu cara sosialisasi yang dapat dilakukan adalah dengan membuat spanduk. Spanduk tersebut dapat berisi himbauan agar tidak ada perempuan yang hamil di bawah umur.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Farida mengungkapkan, Dinas Kesehatan perlu melakukan monitoring secara berkala di lapangan, untuk melihat jika ada kejadian ibu hamil di bawah umur, agar bisa diberi perhatian lebih. “Monitoring akan dilakukan minimal setiap 3 bulan,” kata Farida. ASRUL

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Demonstrasi KM ITB: Otokritik untuk …

Hendra Wardhana | 7 jam lalu

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 12 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 13 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 14 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: