Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Accunk Hero

Jurnalis Warga Bulukumba

Dinas Kesehatan dan Pendidikan Kerjasama Sosialisasi Usia Pernikahan bagi Remaja

REP | 28 April 2013 | 13:11 Dibaca: 347   Komentar: 0   0

BULUKUMBA—Untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan serta anak balita di Kabupaten Bulukumba, Dinas Kesehatan serta Dinas pendidikan dinilai perlu melakukan kerjasama. Kerjasama tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada remaja usia sekolah mengenai usia pernikahan yang aman. Hal ini disepakati dalam diskusi yang diselenggarakan pada Kamis (24/04) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba.

Firman dari Dinas Pendidikan mengatakan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan adalah dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) paling berperan dalam sosialisasi ini. “Kalau dari Dinas Pendidikan, sosialisasi bisa diberikan melalui buku-buku pelajaran yang dijadikan panduan oleh para guru,” kata Firman.

Firman menambahkan, telah ada regulasi yang mengatur mengenai usia yang diperbolehkan untuk menikah. Sebab, pernikahan yang terlalu dini dinilai sebagai salah satu penyebab persalinan tidak aman, karena masih kurangnya pengetahuan dan pengalaman, serta usia ibu yang masih terlalu muda. “Agar tidak ada pernikahan dini, sosialisasi dilakukan lebih proaktif di tengah masyarakat,” kata Firman.

Hambali dari Multi Stakeholder Forum (MSF) mengatakan, jika ada remaja perempuan yang menikah di usia dini, stakeholder terkait perlu memberikan sosialisasi, agar menunda kehamilan. “Sebab hal ini dapar membahayakan kesehatan ibu dan anak jika melahirkan di usia dini,” jelasnya.

Selain itu, menurut Hambali, salah satu cara sosialisasi yang dapat dilakukan adalah dengan membuat spanduk. Spanduk tersebut dapat berisi himbauan agar tidak ada perempuan yang hamil di bawah umur.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, Farida mengungkapkan, Dinas Kesehatan perlu melakukan monitoring secara berkala di lapangan, untuk melihat jika ada kejadian ibu hamil di bawah umur, agar bisa diberi perhatian lebih. “Monitoring akan dilakukan minimal setiap 3 bulan,” kata Farida. ASRUL

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Malmö di Swedia: “Saudara” …

Cahayahati (acjp) | | 26 October 2014 | 10:02

Kenapa Harus Membela Ahok? …

Zulfikar Akbar | | 26 October 2014 | 09:55

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Staf Kepresidenan, Kekuasaan di Balik Tahta …

Mas Isharyanto | | 26 October 2014 | 10:42

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



HIGHLIGHT

Marquez Pecahkan Rekor Doohan …

Suko Waspodo | 7 jam lalu

Menanti Tweet Pertama Presiden Jokowi …

Dody Kasman | 8 jam lalu

Tentara yang Berjuang di Atas Kursi Roda …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Air Terjun Bojongkoneng di Sentul …

G T | 8 jam lalu

Merangkum Keindahan Indonesia Lewat Kisah …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: