Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Bahaya Membunuh Kecoa bukan Hoax

REP | 27 April 2013 | 22:58 Dibaca: 19830   Komentar: 30   19

Penulis terkejut mendapat catatan yang dibagikan oleh teman di facebook tentang bahaya membunuh kecoak. Apalagi saat ini kecoa sangat banyak dirumah kami. Entah darimana datangnya. Datangnya pun berbarengan dengan lalat yang sangat banyak. Menurut neneknya anak-anak, kejadian ini sudah biasa karena sedang musim tak menentu, kadang hujan kadang panas.  Sudah beberapa hari ini penulis sering membunuh kecoak dipukul pakai sandal atau sapu bahkan sampai (maap) keluar isi perutnya. Begitu juga lalat, sering penulis pukul dengan sapu lidi, hingga terburai isi perutnya.

Ketika membaca catatan yang beredar di facebook tentang bahaya membunuh kecoa, apalagi jika kita sampai memukulnya memukulnya sampai mati bahkan sampai (maaf) isi perut kecoak meletet keluar, perut penulis tiba-tiba menjadi ngilu. Apa pasal karena di artikel tersebut diinfokan bahwa didalam perut kecoa terdapat cacing halus/lembut yang tetap hidup meskipun keluar dari tubuh kecoak. Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh kecoak maka (perut) cacing itu akan bergerak untuk mencari tempat/indukan baru.


Dijelaskan bahwa cacing itu bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20cm. Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoak diatas kertas hitam atau diatas cermin, disitu akan terlihat pergerakannya. Menurut Artikel itu juga sangat berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau luka terbuka pada kulit luar.

Tentunya jika melihat pergerakan kecoak ini dari tempat yang kotor bisa jadi sampah makanan yang sudah berulat dan bercacing dari tong sampah depan rumah yang belu diambil petugas kebersihan, atau dari gorong-gorong yang kotor di belakang rumah, atau dari lubang WC pun dia bisa keluar karena kecoa menyukai tempat yang kotor. Hal yang sama juga berlaku bagi lalat. Bahkan menurut beberapa sumber lalat termasuk vektor berbagai banyak penyakit,sama seperti kecoak.

Ketika dicari di mbah google didapat artikel kesehatan di Detik.com mengenai heboh catatan yang beredar di Facebook ini yang jika dibaca sangat ekstreem sekali.  Dalam artikel itu Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, ahli parasitologi dari Departemen Ilmu Penyakit Hewan Institut Pertanian Bogor mengatakan kecoa memiliki sifat grooming (membersihkan diri) . Ketika habis melewati tempat-tempat kotor, dia akan menjilat-njilati tubuhnya. Bisa saja telur cacing yang menempel masuk ke dalam tubuhnya masuk kemudian menetas di perutnya.Begitu juga dengan  kecoa yang tergencet tidak hanya mengeluarkan cacing atau telur cacing saja, melainkan juga kuman dan bakteri yang banyak beredar di tempat tinggalnya.

Namun Dr. Upik tersebut meminta masyarakat jangan terlalu khawatir berlebihan sebab infeksi cacing lebih banyak dilakukan lewat makanan dan tangan yang tak dijaga kebersihannya, bukan lewat kecoa secara langsung. Sedang jenis cacing nya adalah antara lain  cacing-cacing pencernaan pada manusia  apabila kecoa habis melewati septic tank. Adapun jenis cacing pencernaan adalah cacing kremi, cacing perut, cacing tambang dan sebagainya. Sedang cacing yang katanya bisa masuk ke pori-pori mungkin seperti cacing di tanah yang biasanya pada anak-anak kalau suka bermain di luar nggak pakai sandal bisa masuk, misalnya jenis Ancylostoma,” terang dr Upik.

Nah, catatan yang beredar di facebook itu jelas bukanlah HOAX , karenanya perlu kita waspadai dan berhati-hati. Tentu akan lebih baik membasmi kecoak cukup dengan menggunakan semprotan anti serangga, yang dapat membunuh kecoak tanpa harus memukul hingga mengeluarkan isi perutnya. Namun seperti penjelasan dr Upik bahwa kabar mengenai cacing dalam perut kecoa ini masih perlu diteliti lagi keabsahannya. Kalaupun masyarakat masih khawatir maka untuk mengatasi infeksi cacing, meminum obat cacing sudah cukup membasmi cacing di dalam tubuh.

Penulis juga mengingatkan menjaga kebersihan itu sangatlah penting. Sering-seringlah melap lantai rumah dengan cairan anti bakteri. Kemudian biasakan diri setiap akan memakan sesuatu menggunakan tangan kita, maka sebaiknya tangan dicuci dengan bersih. Kemudian makanan apapun dirumah sebaiknya ditutup, walau buah sekalipun. Karena kecoa maupun lalat bisa saja menyentuh makanan dan buah-buahan tersebut.

Akhir kata, mengutip hadist Nabi bahwa menjaga kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Orang yang beriman harus hidup bersih! Sudah berimankah anda? Semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam.

Sumber disini


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Soal 4 x 6, Saat Matematika SD Diperkosa …

Giri Lumakto | 11 jam lalu

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Pak Menteri, Tolong Hentikan Nyiksa Anak SD …

Prabu Bolodowo | 11 jam lalu

Tidak Lulus Skripsi, Mahasiswa Kampus X …

Lely Nur Azizah | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kutu pada Hewan Peliharaan?? Perlukah …

Dokterhewan Indo | 8 jam lalu

Nap a Latte untuk Produktivitas …

Andreas Prasadja | 8 jam lalu

Logika 4×6 = 6×4, Apa Bedanya …

Agung Budi Santoso | 8 jam lalu

Kurikulum 2013, Obat Manjur Bikin Anak …

Sinta Dewi R | 8 jam lalu

Smartfren Andromax C2, Teman Pintar yang Ga …

Rio Sitohang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: