Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Ethan Hunt

Dunia ini adalah sekolah bagi kita dalam mempelajari dan memahami kehidupan.. yang membuat kita semakin selengkapnya

Mengenal NICU dan Inkubator

REP | 22 February 2013 | 10:13 Dibaca: 1277   Komentar: 0   0

13615025871479436640

Ilustrasi / (sumber gambar: www.mountnittany.org)

22022013

Beberapa hari ini, masyarakat dikejutkan dengan berita adanya seorang bayi yang meninggal dunia lantaran tidak mendapatkan perawatan maksimal, setelah ditolak oleh 10 rumah sakit, termasuk rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Alasan rumah sakit itu menolak adalah karena tidak memiliki banyak inkubator atau NICU, sedang yang lain memang tidak memiliki fasilitas NICU tersebut. Karena tak kunjung mendapat pertolongan, Dera Nur Aini meninggal dunia pada Sabtu, 16 Februari 2013 lalu, dan meninggalkan saudari kembarnya Dara. Bayi mungil itu mengalami sakit pada pernapasannya karena tak kunjung dioperasi dan akhirnya meninggal dunia.

Lalu, dari beberapa komentar di beberapa artikel yang menayangkan tulisan tentang Dera itu, mempersepsikan bahwa NICU itu adalah Inkubator. Benarkah persepsi itu?

Dari beberapa literatur yang penulis dapat, NICU merupakan singkatan dari Neonatal Intensive Care Unit, yang berarti ruangan khusus di rumah sakit, untuk merawat bayi baru lahir hingga usia 30 hari yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus di bawah pemantauan tim dokter.

Sarana serta prasarana medis di NICU lengkap dan tekhnologinya pun canggih. Dengan demikian, perawatan NICU mampu mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital yang dialami bayi baru lahir, yang bisa disebabkan oleh kelahiran prematur (kurang dari 37 minggu) atau lahir dengan beberapa penyakit bawaan.

Perawatan NICU disesuaikan dengan kebutuhan yang baru lahir. Biasanya ada beberapa jenis perawatan, seperti:

- Untuk bayi sakit ringan dan tidak perlu diinfus.

- Untuk bayi sakit sedang dan perlu inkubator, infus, oksigen dan monitor jantung serta paru.

- Untuk bayi sakit berat yang memerlukan penanganan dan pemantauan ketat, serta perawatan bayi prematur dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu atau berat badan lebih kecil dari 510 gr.

Melihat pengertian dan jenis perawatan NICU tersebut, berarti ada beberapa orang atau tim serta peralatan dan tindakan yang terintegrasi ke dalam NICU. Apa saja itu?

Pertama, alat bantu pernapasan. Ini diperlukan jika bayi prematur mengalami sesak napas berat akibat paru-paru yang dimilikinya belum berkembang sempurna. Ada 2 macam alat bantu pernapasan, yaitu ventilator (alat penukar udara kotor dengan udara bersih) dan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure). Ventilator diberikan pada bayi yang tidak bisa benapas sendiri, dimana alat tersebut dipasang pada mulut bayi dan dilengkapi dengan selang kecil yang akan memasukkan udara ke dalam paru-paru. Jika bayi bisa bernapas sendiri teteapi membutuhkan bantuan, maka akan diberi CPAP, dengan memasukkan 2 selang kecil ke hidung agar udara terdorong masuk ke paru-paru.

Kedua, inkubator. Merupakan ruangan berdinding kaca yang suhunya bisa diatur agar tetap hangat, yaitu suhu 35º C - 36º C. Kehangatan ini diperlukan oleh bayi prematur karena akan beresiko mengalami hipotermia atau suhu tubuh yang rendah, karena jaringan lemak di bawah kulit kurang atau tipis. Inkubator juga bisa digunakan dalam meminimalkan resiko kontak bayi prematur dengan orang dan lingkungan yang berpotensi menularkan penyakit.

Ada 2 tipe inkubator, yang memiliki tutup dan tidak memiliki tutup. Pada inkubator yang memiliki tutup, dimana dilengkapi 2 lubang seukuran tangan orang dewasa, pengontrolan suhu dilakukan dari pemanas di bawah inkubator. Sedangkan pada inkubator tidak tertutup, pemanas ada bagian atas. Ibu bisa sewaktu-waktu menggendong bayi untuk disusui.

Ketiga, monitor. Bayi selalu dipantau dengan cermat dan teliti dengan monitor. Ada 2 macam monitor yang digunakan, yaitu monitor saturasi oksigen, yang diikat di tangan atau kaki untuk memantau kadar oksigen pada darah, dan monitor tanda-tanda vital, yang direkatkan di dada untuk memantau laju pernapasan, denyut jantung, suhu dan tekanan darah.

Keempat, tim NICU yang solid. Selain dokter, tim yang jumlahnya bisa mencapai 12 orang, terdiri dari perawat serta fisioterapis, guna membantu memonitor tumbuh kembang anak. Staf NICU adalah praktisi kesehatan yang terlatih di bidang perawatan bayi baru lahir.

Kelima, pemberian makanan. Pemberian makanan pada bayi prematur dinaikkan secara bertahap berdasarkan perkembangannya. Jika pencernaannya belum optimal, pemberian cairan (termasuk ASI), dilakukan melalui continuous drip atau selang yang dimasukkan kemulut menggunakan pompa tekan. Jika kemampuan saluran cerna cukup baik, maka bayi bisa langsung disusui atau disuapi pakai sendok.

NICU di setiap rumah sakit memiliki peraturan yang bervariasi dan mempertimbangkan jenis perawatan bayi. Jika orangtua boleh masuk NICU, dibatasi jumlahnya dan wajib melepas alas kaki sserta mengenakan pakaian khusus rumah sakit. Sebelum menyentuh bayi, orang tua diminta untuk menanggalkan perhiasan dan mencucui tangan dengan gel antiseptik menyeluruh. Tujuannya untuk mencegah penyebaran kuman penyakit dan menjaga kesterilan ruangan.

Itulah sedikit cerita tentang NICU dan inkubator. Berdasarkan tulisan diatas, berarti inkubator adalah bagian terintegrasi dari NICU. Bisa saja dalam NICU ada lebih dari satu buah inkubator.

1361502789884500788

Inkubator / (sumber gambar: www.mamashealth.com)

Kedepannya diharapkan agar semua rumah sakit menyediakan NICU agar dapat merawat bayi baru lahir yang prematur atau memiliki penyakit bawaan sejak lahir.

Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Miss Sarah Ballard, Guru Inggris Madrasah …

Eddy Roesdiono | | 18 September 2014 | 12:24

Kritik kepada Mahfud MD …

Hendra Budiman | | 18 September 2014 | 13:21

Memperluas Keterbacaan Kompasiana Melalui …

Pepih Nugraha | | 18 September 2014 | 15:37

Tidak Ada Porter di Australia …

Roselina Tjiptadina... | | 18 September 2014 | 10:45

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 5 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 6 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 7 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 7 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: