Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Kosasi Kwek

Dokter umum, lulusan FK-Universitas Tarumanagara, Jakarta, tahun 1998. Lahir di Medan. Tinggal dan bekerja di Rengat, Propinsi Riau, selengkapnya

Pusing, Pening, Sakit Kepala, Migrain, Vertigo: Kenali Sebabnya dan Hindarilah

HL | 18 February 2013 | 07:17 Dibaca: 78155   Komentar: 88   13

1361152414317089782

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Kita semua, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, kepala desa ataupun kepala negara, pasti pernah merasa sakit kepala, pusing atau pening, oyong-oyong, dan sebagainya.
Ada bermacam-macam rasa dari keluhan kepala, dan bermacam-macam pula cara kita mengungkapkannya, seperti:
  1. pusing atau pening,
  2. sakit kepala berdenyut-denyut ( cephalgia/headache ),
  3. sakit kepala dan tengkuk,
  4. sakit kepala sebelah ( migrain/migraine ),
  5. rasa penuh di kepala,
  6. rasa mau pecah kepala,
  7. rasa seperti ada yang mencengkeram kepala,
  8. rasa oyong-oyong ( dizziness ), atau ‘rasa seperti diayun-ayun’ , atau ‘rasa seperti ada gempa’ , atau ‘rasa seperti di atas kapal’, dan
  9. vertigo atau ‘rasa pusing berputar’ , atau ‘rasa jungkir balik’.
Tidak jarang keluhan-keluhan kepala ini disertai/diikuti dengan keluhan lain seperti :
- rasa lemah/lemas
- berkeringat dingin
- telinga berdengung/berdenging
- kebas dan/atau kesemutan di sebagian ataupun seluruh tubuh
- mual atau bahkan muntah.
Semua variasi keluhan kepala ini memang terasa nyata dan tidak dibuat-buat, karena masing-masing keluhan kepala itu ada penyebabnya.
Saat keluhan kepala ini berlangsung, hampir semua dari kita akan segera merasa/menduga/meyakini/menuduh tensi (tekanan darah) adalah penyebabnya. “Ini mungkin tensi naik/turun ni”, “Ini pasti tensi ni”‘, “Pusing dok, tensi dok!”, itulah yang sering kita dengar, kita ucapkan, dan kita yakini.
Jika kita atau anggota keluarga kita mengalami keluhan-keluhan kepala, biasanya yang pertama kali diperiksa oleh tenaga medis/dokter adalah tensi. Jika keluhan kepala itu sedemikian berat/gawat hingga kita tidak sanggup lagi duduk/berdiri, mungkin kita akan akan segera dilarikan ke rumah sakit, atau mungkin kita mengundang tenaga medis/dokter ke rumah untuk memeriksa kita. Dalam semua kasus ini, apa yang pertama kali diperiksa ? Tensi. Tensi!Tensi!Tensi! Selalu tensi yang dianggap sebagai penyebabnya. Karena pada sebagian besar kasus keluhan kepala yang berat/gawat didapatkan kenaikan tensi atau tensi tinggi (hipertensi), kita menjadi terbiasa memvonis tensi sebagai penyebab semuanya itu.

Tapi benarkah keluhan-keluhan kepala disebabkan oleh hipertensi ?
TIDAK BENAR.
Bagi  sebagian besar masyarakat kita, pernyataan ini mungkin terdengar sangat aneh dan melawan arus. Bukankah pada saat kita pusing, tensi kita naik atau tinggi? Benar ; pada saat seseorang mengalami keluhan kepala, sering ( tapi tidak selalu ) terdapat  kenaikan tensi atau tensi tinggi (hipertensi). Tapi kenaikan  tensi atau hipertensi  itu sendiri selalu ada penyebabnya. Apa yang menyebabkan kenaikan tensi atau hipertensi, itulah yang menjadi penyebab timbulnya keluhan-keluhan kepala. Dengan kata lain, kenaikan tensi dan hipertensi hanya merupakan tanda, bukan penyebab.
Ada banyak sekali orang yang bertekanan darah sangat tinggi (misalnya di atas 200mmHg) tidak merasakan keluhan-keluhan kepala dan masih bisa beraktivitas seperti biasa, masih bisa bersiul dan bernyanyi. Sebaliknya, banyak orang mengalami keluhan kepala padahal bertensi normal. Ini adalah bukti kuat bahwa kenaikan tensi dan hipertensi bukan penyebab timbulnya keluhan-keluhan kepala.
Mengapa bisa pusing / pening / sakit kepala / vertigo ?
Ada banyak sekali penyebab keluhan-keluhan kepala. Pada dasarnya, di saat keluhan-keluhan kepala itu terjadi, ada beberapa kemungkinan kejadian yang sedang berlangsung di dalam otak, antara lain :
a. Aliran darah di dalam otak melambat/tidak lancar, karena darah terlalu kental.
b. Darah terlalu encer atau kurang darah.
c. Darah mengandung bahan beracun, misalnya rokok dan lain-lain.
d. Tekanan di dalam kepala meningkat.
Penyakit atau kondisi yang menjadi penyebab tersering timbulnya keluhan-keluhan kepala adalah :
  1. Kelebihan kadar kolesterol (Hiperkolesterolemia/Hypercholesterolemia).
  2. Kelebihan kadar lemak darah atau trigliserida (Hipertrigliseridemia/Hypertriglyceridemia).
  3. Kelebihan kadar gula darah ( Hiperglikemia ) pada diabetes/kencing manis.
  4. Rokok.
  5. Kurang tidur.
  6. Kurang darah atau anemia ( Hb rendah, Sel darah merah kurang ).
  7. Pengapuran tulang belakang daerah tengkuk.
1, 2, 3. Kolesterol, Lemak darah, Gula darah
Kelebihan kadar kolesterol, lemak darah (trigliserida) dan gula darah membuat darah kita mengental, memperlambat aliran darah di seluruh tubuh-termasuk di dalam otak, menimbulkan keluhan-keluhan kepala. Darah yang mengental membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, menghasilkan kenaikan tensi atau hipertensi. Jadi, dalam hal ini, kenaikan kadar kolesterol, lemak darah, dan gula darah-lah yang menyebabkan keluhan-keluhan kepala, bukan tensi.
4. Rokok
Racun dalam darah yang paling sering bertanggungjawab menimbulkan keluhan kepala adalah rokok. Ribuan jenis bahan kimia beracun dari asap rokok saja sudah cukup untuk meracuni otak. Ditambah lagi timbunan atau akumulasi racun-racun rokok dalam darah perokok (aktif maupun pasif) secara otomatis mengentalkan darah, menimbulkan keluhan kepala.
Tanpa disadari (dan tanpa dipromosi), efek buruk  ini sering dialami oleh perokok dan orang-orang sekitarnya. Sangat banyak perokok yang rutin atau ‘langganan’ mengalami keluhan-keluhan kepala, tapi dunia medis kurang memperhatikan/menyadari bahwa rokok adalah salah satu penyebab utamanya. Banyak sekali wanita/ibu-ibu rumah tangga yang mengalami keluhan-keluhan kepala karena berpacar/bersuami perokok. Keluhan-keluhan kepala juga sering dialami oleh pekerja-pekerja kantoran yang sepanjang hari ‘terpaksa’ menjadi korban perokok di lingkungan kerjanya. Itu sebabnya, di negara-negara maju, rokok dan perokok sudah menjadi “musuh bersama” bagi masyarakat banyak. Di negara kita, peraturan tinggal peraturan, tidak pernah ditegakkan. Ditambah dengan masih tingginya tingkat toleransi terhadap rokok dan perokok oleh semua kalangan -termasuk oleh kalangan medis, rokok sering tidak diperhitungkan sebagai penyebab keluhan kepala, apalagi oleh dokter yang perokok.
5. Kurang tidur
Pernahkah anda mengalami keluhan kepala setelah kurang tidur atau tidak tidur seharian ? Banyak di antara kita pernah mengalami kejadian ini. Misalnya di rumah sedang ada hajatan atau acara pesta ; kita mempersiapkan berhari-hari sampai jam tidur kita sangat kurang atau singkat. Pas di hari acara kita harus terjaga atau ‘melek’ seharian, besoknya timbul keluhan-keluhan kepala. Contoh lain adalah di saat kita melakukan perjalanan jauh misalnya perjalanan darat sepanjang hari yang membuat kita tidak bisa tidur di dalam mobil/bus ; keesokannya timbul keluhan-keluhan kepala.
6. Kurang darah ( Anemia, bukan tensi rendah )
Salah satu penyebab yang cukup sering dari keluhan kepala adalah kurang darah. Yang disebut kurang darah adalah anemia, yaitu kurangnya kadar Hb (Haemoglobin) dan/atau kurangnya jumlah sel darah merah (eritrosit). Akibatnya, kandungan oksigen (O2) dalam darah juga berkurang, menimbulkan keluhan-keluhan kepala. Akibat kekurangan oksigen dalam darah, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, menghasilkan kenaikan tensi atau hipertensi. Jadi, dalam hal ini, anemia-lah yang menyebabkan keluhan-keluhan kepala, bukan tensi.
Penyebab anemia sangat banyak, mulai dari  penyakit-penyakit yang ‘ringan’ sampai yang berat. Beberapa penyebab anemia antara lain : kekurangan zat besi, cacingan, perdararahan menstruasi yang berlebihan atau lama, obat pengencer darah, obat golongan steroid yang sering disalahgunakan sebagai “obat rematik”, jamu-jamu rematik dan asam urat, gangguan/penyakit ginjal, dan keganasan/kanker.
Tensi rendah = Kurang darah ?   SALAH !
Selama ini mayoritas masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, meyakini bahwa tensi rendah berarti kurang darah, atau bahwa kurang darah ditandai dengan tensi rendah (hipotensi/hypotension). Ini adalah keyakinan yang salah, tapi sudah terlanjur mendarah daging dalam bangsa kita.
Seperti telah dijelaskan di atas, kurang darah adalah anemia, yaitu kurangnya kadar Haemoglobin (Hb) dan/atau kurangnya jumlah sel darah merah (eritrosit). Kurang darah membuat jantung harus memompa lebih keras/kuat, sehingga justru menyebabkan kenaikan tensi atau hipertensi. Jadi jangan heran jika mendapati seseorang yang anemia bertensi tinggi, atau mendapati seseorang bertensi tinggi tapi kurang darah (anemia). Pengecualian hanya berlaku untuk kekurangan darah yang bersifat mendadak dan banyak, misalnya pada kasus perdarahan berlebihan saat persalinan, perdarahan hebat karena luka-luka akibat kecelakaan lalu-lintas ; dalam keadaan seperti ini, kehilangan darah dalam jumlah banyak dan waktu singkat bisa membuat tensi turun. Yang kita bicarakan dalam kaitannya dengan keluhan kepala adalah anemia yang terjadi secara perlahan dan kronis.
Tensi rendah, makan daging kambing/sapi ?  SALAH !
Berangkat dari kesalahpahaman masyarakat tentang penyebab keluhan kepala, tensi rendah (hipotensi) juga sering diyakini sebagai penyebab pusing atau pening, atau keluhan-keluhan kepala lainnya.  Ini berkomplikasi ke kesalahpahaman berikutnya bahwa tensi rendah perlu dinaikkan dengan memakan daging kambing/sapi,  jeroan (organ dalam hewan), kuning telur, dan sebagainya.
Akibat dari mengikuti  nasehat/anjuran yang ’salah kaprah’ tersebut, kolesterol dan lemak darah akan meningkat, mengentalkan darah, menaikkan tensi. Sebagian besar atau hampir semua orang yang mengikuti anjuran sesat ini tidak merasakan perbaikan keluhan kepalanya, karena kenaikan kolesterol dan lemak darah justru memperberat keluhan yang dirasa. Yang terjadi justru sebaliknya ; setelah makan daging kambing/sapi atau jeroan atau kuning telur, keluhan-keluhan kepala menjadi lebih berat.
Pertambahan  umur adalah sebab alamiah yang membuat tensi kita bertambah tinggi. Semakin tua, semakin tinggi tensi - tentunya sampai batas tertentu yang wajar. Di negara kita, orang yang semasa remaja atau dewasa muda dinyatakan bertensi rendah, akan cenderung mempertahankan obsesi atau keyakinan bahwa dirinya selalu bertensi rendah untuk selamanya. Jika di saat berumur/tua ia dinyatakan bertensi tinggi, biasanya yang bersangkutan sulit menerimanya ; atau untuk bisa menerima kenyataan itu diperlukan perdebatan dengan tenaga kesehatan/dokter yang menyatakan hipertensinya.
Tensi rendah tidak menyebabkan keluhan-keluhan kepala ; tensi rendah tidak perlu dinaikkan.
7. Pengapuran tulang belakang daerah tengkuk/leher
Di daerah tengkuk manusia, terdapat 7 ruas tulang belakang ( os vertebra ). Karena terletak di daerah tengkuk atau leher, namanya vertebrae cervicales. Pada sisi kiri dan kanan barisan tulang belakang ini - tepatnya dari ruas vertebra ke-6 sampai vertebra ke-1, berjalan masing-masing satu pembuluh darah (pembuluh nadi) yang dinamakan arteria vertebralis. Pembuluh darah ini selanjutnya masuk ke dalam otak untuk menyuplai darah bagi sebagian otak. Oleh karena itu, gangguan terhadap pembuluh darah ini otomatis menyebabkan keluhan-keluhan kepala. Gangguan yang paling sering dialami adalah pengapuran tulang belakang daerah tengkuk/leher, istilah medisnya Spondyloarthrosis Cervicales. Pengapuran ini membuat arteria vertebralis “tercekik”, mengecilkan diameternya, sehingga mengurangi jumlah darah yang menuju ke otak. Itulah sebabnya pengapuran tulang belakang daerah tengkuk/leher sering menjadi salah satu penyebab keluhan kepala. Tentu saja penyakit ini dialami oleh orang yang berumur, yang sudah mengalami keropos tulang dan pengapuran tulang.
Pahami Dengan Benar,  Kenali dan Hindari
Sungguh masih sangat banyak kemungkinan penyebab keluhan kepala, dan tidak mungkin dibicarakan tuntas satu demi satu dalam kesempatan ini. Tekanan tinggi di dalam kepala akibat trauma kepala atau akibat tumor dalam kepala juga dapat menimbulkan keluhan-keluhan kepala. Uraian di atas ini hanya membahas beberapa penyebab yang paling sering atau paling umum.
Jika anda atau anggota keluarga anda sering mengalami keluhan kepala, ketahuilah secara detail/terperinci sifat-sifat keluhan itu ; lamanya, intensitasnya, keluhan-keluhan sampingan/susulan yang ada, dan pertimbangkanlah kemungkinan-kemungkinan (yang sudah dibahas) di atas sebagai penyebabnya, termasuk di antaranya : makanan/minuman apa yang telah dikonsumsi dalam beberapa hari terakhir -terutama dalam 24 jam terakhir ; faktor keterpaparan terhadap asap rokok, dan lain-lain.
Informasi yang detail dan lengkap sangat perlu didiskusikan bersama dokter anda, karena sangat berguna bagi anda dan dokter anda untuk menemukan penyebab keluhan-keluhan kepala anda.
Selama penyebabnya belum terungkap, obat tensi dan obat pusing/pening/ sakit kepala tidak akan pernah menyelesaikan masalah.
Jadi, jika anda pusing atau pening, sakit kepala, oyong-oyong, atau vertigo, atau keluhan kepala lainnya, jangan salahkan tensi lagi. Jadi salah siapa ?  :-)
Semoga tulisan ini dapat membantu menghapus kesalahpahaman kita selama ini tentang hubungan antara keluhan kepala dan tensi ; memberikan pemahaman baru yang benar tentang penyebab keluhan-keluhan kepala yang sering kita alami, dan menyadari bahwa sebagian besar keluhan-keluhan kepala banyak berkaitan dengan gaya dan kebiasaan hidup kita.
Salam Kompasiana.
Rengat, Februari 2013.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Ahok, Kang Emil, Mas Ganjar, dan Para …

Dean | | 28 November 2014 | 06:03

Serunya Dalang Bocah di Museum BI Jakarta …

Azis Nizar | | 28 November 2014 | 08:50

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | | 28 November 2014 | 09:35

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



HIGHLIGHT

Bos Arus Liar Bicara Bisnis Arung Jeram …

Tuan Yuda | 7 jam lalu

Fenomena Penipuan Berkedok Bisnis Online …

Alan Budiman | 7 jam lalu

5 Artis Ibukota Tes HIV Diam-diam di …

Syaiful W. Harahap | 7 jam lalu

Uji Kompetensi Keperawatan Nasional Luar …

Rinta Wulandari | 8 jam lalu

Hidup Sederhana, Gak Punya Apa-apa tapi …

Natalia Karyawati | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: