Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Kuncoro Toro

Menulis adalah pekerjaan mudah yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang, namun percayalah dengan membuat selengkapnya

Mengapa Tidak Semua Obat Ditanggung ASKES?

OPINI | 14 February 2013 | 10:46 Dibaca: 1111   Komentar: 0   0

Apakah anda peserta ASKES PNS? Pernahkah anda dirawat inap dirumah sakit dengan menggunakan ASKES? Jika pernah dirawat inap di rumah sakit, pernahkah anda diminta menebus obat yang katanya obat tersebut tidak ditanggung ASKES?

Berdasarkan pengalaman penulis menggunakan fasilitas ASKES sedikit galau karena ada resep-resep yang katanya tidak ditanggung ASKES, terpaksa dah menebus obat diluar apotik ASKES dengan mengeluarkan uang dari kantong pribadi. Pengeluaran untuk obat diluar askes tidaklah sedikit bisa ratusan ribu rupiah.

Pertanyaannya mengapa ada obat yang tidak ditanggung ASKES? Bukankah asuransi ada untuk jaminan kesehatan PNS? Logikanya jika kita dijamin asuransi kesehatan maka disaat menggunakan fasilitas ASKES maka si pasien bebas dari biaya-biaya pengobatan sakitnya.

Namun mengapa si pasien masih dibebankan oleh obat-obatan yang tidak di tanggung ASKES?

Peserta ASKES PNS bukanlah gratis namun premi dibayarkan setiap bulannya melalui pemotongan otomatis dari gajinya dan kepesertaannya adalah WAJIB sehingga PNS tidak punya pilihan, dan kepada pihak ASKES apabila anggota ASKES menggunakan haknya tidak dibebankan oleh obat-obatan yang tidak ditanggung ASKES.

Jika Premi yang dibayarkan terlalu kecil dan tidak menjangkau harga obatnya, mengapa tidak dinaikan saja agar seluruh obat bisa ditanggung oleh pihak ASKES.

Karena siapapun tidak akan pernah tahu kapan penyakit itu datang, dan mengikuti ASKES adalah untuk ketenangan bathin namun jika masih harus menebus obat karena tidak ditanggung ASKES akan menjadi sebaliknya membebankan si Pasien.

Semoga dibaca pihak ASKES dan dapat memberikan jawaban, atas pertanyaan : Mengapa tidak semua obat ditanggung ASKES jika anggota ASkes dirawat inap?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: