Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Halimah Tusadiah

Lulusan jurusan Ilmu Komunikasi UNIBI. Lahir di Sukabumi..

Waspada Obat Kimia

OPINI | 07 February 2013 | 13:52 Dibaca: 296   Komentar: 0   1

Obat sudah menjadi bagian dari kebutuhan manusia saat ini. Setiap sakit, masyarakat akan pergi ke warung atau apotik untuk membeli obat yang sesuai dengan penyakitnya. Berbagai jenis obat kini beredar di pasaran. Dari obat yang biasa digunakan untuk menyembuhkan orang sakit, hingga obat yang menimbulkan penyakit rasanya kini mudah didapat. Telah banyak informasi yang beredar di media mengenai obat-obat yang justru menimbulkan penyakit tertentu. Tentunya penyakit tersebut bukan timbul dari penyalahgunaan saja, melainkan juga dari jenis obat yang dikonsumsi. Dan obat yang dapat menimbulkan penyakit baru biasanya termasuk ke dalam obat terlarang yang lebih dikenal dengan sebutan narkoba.
Setelah kasus penangkapan para pengguna narkoba di rumah seorang artis beberapa waktu yang lalu, media kini mulai menyebarkan info bahwa ternyata Indonesia masih menjadi surganya para pengedar narkoba. Hal ini berarti para pengedar akan berusaha dengan giat untuk mengedarkan obat terlarang itu di tanah air Indonesia. Tidak peduli siapa sasarannya, pengedar hanya berpatokan pada bagaimana mereka (para pengedar.red) mendapat untung yang besar. Dan tentunya tidak peduli bagaimana caranya.
Pada pemberitaan di media, telah dikatakan bahwa para pengedar kini sudah semakin cerdik menyelundupkan obat-obat tersebut. Bahkan dengan cara mengkamuflasekannya seperti obat-obat untuk menyembuhkan penyakit lainnya. Seperti dalam tayangan pemberitaan kasus narkoba yang menjerat artis papan atas kemarin. Dalam pemberitaan yang ditayangkan, sekilas penonton akan berpikir itu hanyalah obat biasa atau mungkin suplemen penjaga daya tahan tubuh. Hal ini dikarenakan obat dikemas dalam kapsul yang dimasukkan ke dalam botol suplemen.
Tidak hanya dalam pemberitaan kasus narkoba di rumah Raffi Ahmad saja, masyarakat pun sering melihat di media bahwa narkoba sering dikemas seperti halnya obat lainnya. Misalnya saja dikemas seperti pil KB atau berbentuk bubuk. Bagi masyarakat pada umumnya yang tidak mengetahui tentang jenis-jenis narkoba maupun bentuk narkoba, mungkin akan mudah tertipu. Seseorang bisa saja mengkonsumsinya karena ditawarkan sebagai obat biasa dengan harga yang biasa pula. Namun, jika sudah ketagihan barulah harga dinaikkan. Orang yang telah mengkonsumsi narkoba tidak akan peduli berapa harga yang harus dikeluarkannya. Baginya yang terpenting adalah mendapatkan obat yang menadi kebutuhannya.
Oleh karena itulah, sebaiknya sebagai orang-orang yang memerlukan obat legal untuk benar-benar menyembuhkan penyakit, perlu memerhatikan setiap obat yang akan dibeli. Bukan hanya jenis obat saja yang harus diperhatikan, tetapi tempat membeli obat pun perlu diperhatikan. Lebih baik memilih membeli obat di tempat yang sudah terpercaya. Mungkin tidak menutup kemungkinan tempat yang dipercaya tersebut juga dapat menipu konsumennya dengan memberikan obat-obat palsu. Namun, kemungkinan tersebut menjadi sangat kecil. Apalagi jika konsumen mengenal pemilik tokonya.
Bukan hanya dalam mebeli obat yang dibutuhkan masyarakat harus berhati-hati. Tetapi juga dalam menerima barang maupun makanan atau minuman dari seseorang. Meskipun yang memberikannya adalah orang dikenal baik. Hal ini sangat berlaku bagi mereka yang mendapat posisi penting ataupun terkenal. Karena di dunia ini akan selalu ada orang yang tidak suka dengan kesuksesan dan kebahagiaan seseorang. Setiap orang dapat berubah seiring berjalannya waktu. Bahkan sahabat sekalipun dapat menjatuhkan jika sudah tertutup iri hati. Maka sebaiknya setiap orang berhati-hati. Meskipun tidak dikonsumsi, bisa saja difitnah sebagai pengedar.
Cara paling aman sebenarnya adalah kembali ke zaman primitif yaitu kembali menggunakan obat-obat tradisional. Memang akan terlihat kuno dan lebih rumit. Namun, itulah salah satu jalan teraman bagi masyarakat untuk menghindari narkoba yang dibuat seperti obat-obat buatan pabrik. Dan akan lebih menyehatkan dibandingkan obat-obat pabrik yang memiliki efek samping. Seperti bangsa Cina yang dikenal dengan bangsa yang panang umur dan selalu sehat. Bangsa Cina dikenal selalu menggunakan obat tradisional turun temurun dari nenek moyangnya dan arang menggunakan obat buatan pabrik ataupun pergi ke dokter. Jika penyakitnya sudah cukup parah dan tidak bisa disembuhkan oleh obat tradisional warisan leluhurnya, barulah mereka pergi ke dokter. Lalu mengapa Indonesia tidak mengikutinya? Obat-obat tradisional Indonesia pun tidak sama manjurnya dengan obat dari leluhur bangsa Cina.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: