Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Joe De Borgt Forester

environmentalis, rimbawan utun dan pejuang sendirian

Korban Klinik TCM (Traditional China Medicine), Akhirnya Meninggal Bersama Raibnya Uang Ratusan Juta

REP | 05 February 2013 | 14:22 Dibaca: 3470   Komentar: 11   4

Sekitar tahun 2012, sering kita mendengar Plesetan tentang “KLINIK TONG FANG” Iklan yang begitu lama dengan pola penegasan (diulang ulang) menjadikan pemirsa dengan mudah menghafal Iklan Klinik Tong Fang tersebut. “Dulu saya … , setelah berobat ke Klinik Tong Fang, sekarang saya … Terimakasih Tong Fang!” , plesetannya antara lain.

· Dulu saya susah makan, setelah ke klinik Tong Fang, sekarang saya susah cari makan. Terimakasih Tong Fang.

· Dulu teman saya jomblo, setelah saya sarankan berobat ke klinik Tong Fang, sekarang dia homo.

· Sudah 3 Tahun saya menderita kemiskinan, setelah saya merampok di klinik Tong Fang, kini saya kaya raya. Terimakasih Tong Fang.

· Dulu saya susah tidur, setelah ke klinik Tong Fang, sekarang saya tidak pernah tidur.

Masih banyak lagi plesetan tersebut yang bisa kita baca di medsos, tapi saat ini plesetan tersebut terasa sudah tidak lucu ketika saya membaca Majalah Tempo edisi 4 – 10 Februari 2013 halaman Investigasi Klinik Herbal Cina.

Klinik Herbal Cina atau dikenal dengan Traditional Chinese Medicine (TCM) yang selama puluhan tahun tumbuh subur di negeri rempah-rempah ini telah banyak menjaring pasien dengan janji penyembuhan kanker tanpa operasi dan tanpa terapi kemo.

Klinik TCM tersebut antara lain : HARAPAN BARU, CITRA INSANI , FU JENG TANG, NAN FANG, TAY SHAN, CANG JIANG dan TONG FANG.

Berdasarkan investigasi majalah tempo pada salah satu TCM HARAPAN BARU, ternyata klinik ini telah menipu pasien dengan mengunakan obat-obat kimia berdosis tinggi bahkan menggunakan zat kemoterapi yang sewajarnya dipergunakan di dunia kedokteran, sementara disisi lain pasien hanya diberitau mengunakan herbal. Iklan yang menyesatkan di televisi tersebut telah banyak makan korban uang puluhan dan ratusan juta dari pasien pengidap kanker dan teragisnya bukannya sembuh malah meninggal dunia.

Praktek penipuan dinegeri ini seringkali seperti dilegalkan dan bahkan ada semacam pembiaran dari pemerintah, yang lebih menyedihkan lagi telepisi seakan tidak mempunyai tanggung jawab moral untuk melindungi warga bangsa dari berbagai bentuk penipuan yang di iklankan.

Orang sakit memang ingin segera sembuh bahkan seringkali tidak perduli apakah proses pengobatannya masuk akal atau tidak, kesempatan ini tidak saja diambil oleh pengobatan dari cina tetapi sekarang pengobatan local dengan mengemas dengan warna agama tertentu juga laris manis dan mampu menyembuhkan segala macam jenis penyakit.

Iklan-iklan di telepisi pengobatan lokal juga sudah sangat mengila dan hampir sama modusnya dengan klinik Tong Fang, dimana pasien diminta memberikan testimony kesembuhan setelah berobat di pengobatan tradisional tersebut.

Semoga masyarakat semakin sadar

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 3 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 4 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 6 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 7 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: