Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Kosasi Kwek

Dokter umum, lulusan FK-Universitas Tarumanagara, Jakarta, tahun 1998. Lahir di Medan. Tinggal dan bekerja di Rengat, Propinsi Riau, selengkapnya

Tangan Berkeringat : Bukan Sakit Jantung, Jadi Sakit Apa?

HL | 04 February 2013 | 06:18 Dibaca: 41375   Komentar: 42   16

135995509527655799

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Di Indonesia, jika kita mendengar atau merasakan sendiri keluhan keringat berlebihan pada telapak tangan dan/atau telapak kaki, maka yang paling sering disebut sebagai penyebabnya adalah penyakit jantung dan stress/ketegangan pikiran.

Pendapat ini sudah terlanjur mendarah daging, terlanjur diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat kita, dan sudah menjadi semacam teori yang dipercaya oleh banyak orang, termasuk oleh sebagian besar kalangan medis.

Tapi benarkah keringat berlebihan pada telapak tangan dan/atau telapak kaki disebabkan oleh penyakit jantung dan stress ? Tidak benar.

Jadi apa penyakit penyebab sebenarnya ? Keluhan keringat berlebihan pada telapak tangan ( palm sweating ) dan/atau telapak kaki ( plantar sweating ) hampir selalu disebabkan oleh kelebihan kadar gondok/tiroid dalam darah; yang dalam bahasa medis disebut “hipertiroid/hyperthyroidism”. Kita sering menyebutnya dengan “penyakit kelebihan gondok”.

Gondok ( Tiroid ) : Mengapa bisa berlebih ?

Gondok atau tiroid/thyroid adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar gondok. Setiap orang - tanpa kecuali, memiliki kelenjar gondok, yang terletak di daerah leher, tepatnya di depan batang tenggorok, sedikit di bawah jakun. Dalam keadaan normal, kelenjar gondok sulit teraba/terasa oleh tangan kita, karena strukturnya sangat lentur dan seperti bercampur dengan lapisan lemak di daerah leher.

Hormon gondok atau tiroid berperan penting dalam proses aktivitas/metabolisme semua sel tubuh ; ia berperan sebagai pemicu proses pembakaran di tingkat sel. (Ibarat kita membakar tumpukan kertas/sampah, tambahan sedikit bensin membuat proses pembakaran menjadi lebih cepat dan besar).

Untuk membentuk hormon gondok, tubuh kita memerlukan yodium (jodium/iodium/iodine) sebagai bahan bakunya. Secara alamiah, yodium dalam jumlah tertentu dijumpai dalam banyak sayur-sayuran, buah-buahan, dan daging hewan. Tambahan yodium kita dapatkan dari garam beryodium yang kita konsumsi sehari-hari.

Sudah menjadi kesepakatan internasional untuk menambahkan ’secuil’ yodium dalam proses produksi garam di seluruh dunia. Tujuan penambahan ini adalah untuk mencegah kekurangan yodium pada wanita hamil.

Dari Sabang sampai Merauke, mayoritas dari masyarakat kita suka makan ikan teri, ikan asin, sambal terasi / belacan. Selain itu ada pula macam-macam makanan yang diasinkan, seperti sayur asin, telur asin, cumi-cumi kering asin, asinan buah-buahan, dan lain-lain. Kelebihan atau kebanyakan makan makanan asin/yang diasinkan otomatis berarti kelebihan asupan (intake) yodium. Kelebihan asupan yodium inilah yang menjadi penyebab tersering timbulnya penyakit kelebihan gondok atau hipertiroid.

Oleh karena itu, dapat dimengerti bahwa kelebihan gondok cenderung terjadi pada orang yang :

  • kelebihan makan makanan asin.
  • selama dalam kandungan, sang ibu kelebihan makan makanan asin.

Gejala dan tanda-tanda kelebihan gondok ( hipertiroid )

Semua keluhan/gejala dan tanda-tanda penyakit kelebihan gondok merupakan perwujudan/manifestasi dari proses metabolisme dan pembakaran yang berlebihan di dalam semua sel tubuh, termasuk di dalamnya adalah proses produksi air keringat secara berlebihan oleh kelenjar keringat di bawah kulit. Oleh karena itu, keringat berlebihan pada telapak tangan dan/atau telapak kaki adalah salah satu gejala dari kelebihan gondok / hipertiroid.

Perlu diperhatikan bahwa gejala dan tanda penyakit ini cukup bervariasi, dan tidak semua penderita hipertiroid mengalami semua keluhan yang sama. Sebagian penderita hanya mengalami gejala dan tanda yang samar-samar/tidak jelas, sebagian penderita mengalami satu-dua gejala/tanda, sebagian lain mengalami banyak gejala/tanda sekaligus.

Gejala dan tanda-tanda kelebihan gondok (hipertiroid) :

  1. Mudah lelah/capek ; lemas atau lemah.
  2. Sering pusing/pening atau sakit kepala.
  3. Sering berdebar-debar.
  4. Sering merasa kepanasan ; tidak tahan panas. Sering merasa kepanasan walaupun berada di tempat sejuk atau ruangan ber-AC.
  5. Sering/mudah berkeringat ; di telapak tangan dan/atau telapak kaki, di daerah ketiak, atau di seluruh tubuh.
  6. Bau badan.
  7. Mudah terkejut/terkaget-kaget ( irritability ).
  8. Tangan gemetar ( tremor ).
  9. Sering/banyak buang air besar ( tapi bukan diare ).
  10. Berat badan berkurang/menyusut walaupun nafsu makan tetap baik.
  11. Rambut rontok.
  12. Penampilan mata melotot ( eksoftalmos/exophthalmos ).
  13. Tenggorokan sering berdahak, sering ingin mendehem atau meludah.
  14. Rasa mencekik di tenggorokan.
  15. Rasa mengganjal jika menelan ( saat minum dan makan ).
  16. Sering merasa gelisah atau ketakutan.
  17. Susah tidur ( insomnia ).
  18. Siklus menstruasi menjadi kacau.
  19. Kulit terasa lembab dan hangat.
  20. Kelenjar gondok membesar/menonjol.
  21. Tensi tinggi (hipertensi) dan denyut jantung cepat (tachycardia).

Tidak semua penderita kelebihan gondok mengalami pembesaran kelenjar gondok. Hal ini harus kita pahami dengan benar. Banyak penderita yang tidak bisa menerima vonis hipertiroid karena merasa kelenjar gondoknya tidak membesar. Sebaliknya, kekurangan gondok atau hipotiroid/hypothyroidism juga bisa menimbulkan pembesaran kelenjar gondok. Jadi, kelenjar gondok yang membesar bisa disebabkan hipertiroid ataupun hipotiroid. Keluhan/gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh penderita hipotiroid umumnya bertolak belakang dengan penderita hipertiroid.

Jika kita bertanya pada semua penderita kelebihan gondok (hipertiroid) secara teliti dan mendetail, maka jelas  bahwa keluhan-keluhan jantung (nomor 3, nomor 21) dan keluhan-keluhan kejiwaan (nomor 7, 16, 17) sangat sering ditemukan. Itulah sebabnya di negara kita, orang selalu percaya bahwa telapak tangan dan/atau telapak kaki yang berkeringat berlebihan disebabkan oleh penyakit jantung dan stress! Padahal ketiga macam keluhan/tanda itu merupakan gejala dan tanda dari penyakit kelebihan gondok. Memang benar hipertiroid dapat berkomplikasi ke gangguan jantung, tapi penyebab dasarnya adalah kelebihan gondok.

Di Indonesia belum ada data yang pasti tentang jumlah penderita hipertiroid. Tapi jika kita perhatikan orang-orang di sekitar kita, tetangga kita, dalam keluarga besar kita, lingkungan kerja kita ; cukup banyak orang yang mengalami keluhan/gejala dan tanda-tanda penyakit ini. Mereka mungkin sudah berobat ke mana-mana, tapi masih banyak yang belum berhasil mengalami perbaikan atau kesembuhan. Mereka sering divonis sakit jantung dan stress, padahal mereka tidak berpenyakit jantung dan tidak stress.

Ada bermacam-macam obat untuk hipertiroid. Salah satu jenis yang paling umum dipakai di seluruh dunia (termasuk di Indonesia, Malaysia, Singapore) juga diproduksi oleh perusahaan farmasi milik negara. Jadi obat ini (seharusnya) ada di semua puskesmas di seluruh Indonesia. Saat ini harga obat tersebut berkisar Rp300,- per tablet. Jika anda telah dipastikan menderita hipertiroid oleh dokter, maka penyakit ini bisa diobati oleh semua dokter di Indonesia, di  mana pun anda berada.

Semoga tulisan ini dapat membantu sebuah langkah awal untuk mengoreksi kesalahpahaman kita selama ini tentang masalah  penyebab tangan/kaki yang berkeringat berlebihan. Mungkin diperlukan waktu puluhan tahun untuk bisa menghapus mitos yang salah yang sudah terlanjur hidup dalam masyarakat kita.

Bagi saudara-saudara kita yang mengalami keluhan-keluhan dan tanda-tanda kelebihan gondok, semoga memperoleh pengertian baru yang benar dan dapat didiskusikan bersama dokter masing-masing untuk memastikan apa penyakit penyebab sesungguhnya. Dan hikmah terpenting yang dapat dipetik oleh para pembaca yang tidak menderita penyakit ini adalah, kita menjadi tahu bahwa penyakit kelebihan gondok itu dapat dicegah.

Salam Kompasiana.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59



Subscribe and Follow Kompasiana: