Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Herdian Armandhani

Kalau Tidak Mampu untuk Menjadi Pohon Beringin yang Kuat untuk Berteduh, Jadilah Saja Semak Belukar selengkapnya

Wanita dengan Satu Indung Telur Ternyata Bisa Hamil Juga

REP | 25 December 2012 | 11:44 Dibaca: 2186   Komentar: 0   0

13564105891009435606

ilustrasi saluran indung telur dan komponen organ reproduksi wanita ( sumber : www.kisara.or.id)

Indung telur atau ovarium merupakan kelenjar kelamin yang dimiliki oleh wanita. Terdapat dua ovarium dalam sistem reproduksi wanita. Ovarium berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon steroid dan peptide seperti estrogen dan progesteron. Hormon estrogen dan progesteron ini berperan dalam persiapan dinding rahim untuk implantasi telur yang dibuahi. Hormon-hormon ini juga berperan memberikan sinyal pada kelenjar hipotalamus dan pituari dalam mengatur siklus menstruasi. Setelah sel telur diovulasikan maka akan masuk ke tuba fallopi dan bergerak menuju rahim. Jika ada sperma yang masuk maka sel telur akan melakukan implantasi pada dinding uterus dan berkembang menjadi proses kehamilan.

Berbicara mengenai indung telur pada organ yang dianugerahkan Tuhan kepada wanita.Sedikit berbagi pengalaman dengan kompasiners dimanapun berada khususnya para wanita di seluruh Indonesia. Ibu penulis merupakan seorang wanita rumah tangga yang sudah tidak bekerja sesudah menikah. Ibu pernah melahirkan anak pertama setelah kakak pertama penulis lahir. Karena ibu penulis adalah orang yang aktif dan tidak bisa diam sejenak untuk mengurusi keperluan rumah tangga ibu tidak menyadari bahwa dirinya hamil anak kedua. Beliau terus melakukan kegiatan seperti ibu rumah tangga biasanya.

Memasuki bulan ketiga ibu penulis mengalami keguguran selain itu juga karena suatu infeksi dokter kandungan yang menangani memberi saran bahwa ibu harus dipotong salah satu indung telurnya dan dokter sudah memprediksi bahwa ibu sudah tidak bisa memiliki momongan lagi dengan presentase 99,99%. Ibu hanya bisa pasrah sebab ia masih bersyukur bahwa sudah memiliki seorang anak yakni kakak penulis. Pertengahan Bulan Juni 1990 ibu tidak kunjung mendapatkan haid sebagaimana lazimnya wanita produktif lainnya. Setelah di cek ke dokter bersama ayah, ibu diperiksa ke dokter kandungan. Dokter kandungan setelah memeriksa kondisi ibu mengatakan bahwa beliau sedang mengandung. Vonis dokter yang mengatakan bahwa ibu 99,99% tidak bisa memilik anak lagi terpatahkan malahan setelah bayi yang dikandung ibu terlahir sehat dan tidak kekurangan satu apapun yakni penulis sendiri.

Bagi anda para kaum wanita yang sudah menikah dan memiliki permasalahan yang sama seperti ibu penulis yakni dipotong satu indung telurnya jangan buru-buru cemas dan khawatir tidak bisa memiliki momongan. Penulis adalah bukti nyata terlahir dari ibu yang memiliki satu indung telur. Jika itu terjadi kepada anda jangan putus asa. Banyak cara bisa dilakukan untuk memiliki momongan baik dengan cara medis maupun tradisional. Salam

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Lebaran di Jerman dengan Salad …

Gitanyali Ratitia | | 29 July 2014 | 16:53

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Memilih Tempat yang Patut di Kunjungi, Serta …

Tjiptadinata Effend... | | 29 July 2014 | 19:46


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: