Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Leo Kusima

Tidak lulus SMA karena sekolah disegel rejim suharto. berkecimpung di bidang transportasi (sistim transportasi) Jembatan/Jalan Layang selengkapnya

Diabetes Saya Sekarang Sudah Normal

REP | 19 December 2012 | 20:53 Dibaca: 698   Komentar: 16   10

Saya mengidap penyakit diabetes sudah lebih dari 25 tahun. Saya dapat diabetes karena keturunan.

selama ini, saya makan obat, dan gula saya tidak pernah turun dari 200 (HAB1C=10), pernah hampir stroke dan masuk rumah sakit 2 kali. Saya sudah anggap lumrah.

Yang agak meringankan diabetes saya adalah saya orangnya periang, dan keras kepala, saya tidak hiraukan penyakit saya walaupun gulanya tidak turun-turun. Tapi mungkin sifat periang ini, diabetes saya juga tidak terlalu gawat.

15 bulan yang lalu, saya operasi mata, dan gula harus turun dibawah 200 (HAB1C=10), selesai operasi, saudara saya beritahukan saya, untuk mencoba minum alkohol yang dibuat dari daun pinus (yang tidak terkontaminasi), setiap hari 5-10 CC. Setelah minum 2 bulan, HAB1C saya turun terus, dari angka 7 sampai 6,5, kemudian 6,4, ketika sudah 6,4 (bearti sudah normal), saya coba tidak mau makan obat, dan naik sedikit, menjadi 6,7 sekian.

Dari sini saya berkesimpulan, sebaiknya tetap makan obat ditambah alkohol pinus, dan terakhir saya test darah saya, HAB1Cnya 6,3, dan akhirnya dokter menurunkan kadar obat gula (Nevox 500 XL) dari satu hari 3 kali menjadi 2 kali.

Kepada kawan-kawan kompasiana yang juga mengalami diabetes, boleh coba, tapi sebaiknya dibawah bimbingan dokter.

Sayangnya dokter barat tidak pernah menganggap “resep” ini, beliau tidak menghiraukan.

Cara membuat alkohol pinus :

Ambil daun (jarum) pinus, dicuci sampai bersih soalnya udara indonesia sudah polusi berat. diisi di toples besar (tentu sebelumnya dicuci bersih), sudah itu masukan air yang sudah diseteril (tidak boleh pakai air AQUA, nanti tidak ada rasa alkohol, bearti fermentasinya gagal), diisi dengan air mendidih, didinginkanm, tapi air uapnya jangan tetes masuk kedalam air tersebut, jika tetes masuk, akan jadi asem. ditambah gula batu dan ditutup rapat (disegel) dijemur atau kena hujan selama 40 hari, jadilah alkohol pinus. disaring, bewarna bening, kalau diminum, ada rasa arak Tiongkok. setiap hari hanya minum 5-10 cc.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 3 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 7 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 8 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 8 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Raihan di Liga Champions 2009, Bekal …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Paradigma (Esai Orang Pinggiran) …

Tasch Taufan | 9 jam lalu

Sempat Disangka Kurang Waras …

Sukardi Sukardi | 9 jam lalu

“Curhat Jokowi Gundah Kena Jebakan …

Suhindro Wibisono | 9 jam lalu

Menaikkan BBM, Menghapus Subsidinya, …

Popy Indriana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: