Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Narulita Dewi

Dr Narulita Dewi SpKFR - physiatrists. “Children are the world’s most valuable resource and its selengkapnya

Saatnya Hentikan Penderitaan Nyeri Punggung

OPINI | 15 November 2012 | 16:43 Dibaca: 1376   Komentar: 0   1

Nyeri punggung merupakan keluhan nyeri yang sering dikeluhkan oleh sebagian orang. Dalam beberapa individu sebagian mengalami nyeri yang sangat mengganggu dan berkepanjangan. Nyeri punggung atau lumbal strain adalah nyeri punggung yang terjadi secara spontan dan memiliki derajat nyeri yang cukup tinggi sehingga bisa menimbulkan gangguan aktivitas dan postur tubuh. Penyebab adalah postur yang tidak ideal (terlalu gemuk/buncit), trauma yang terjadi di daerah punggung atau bokong dan gerak tubuh yang salah, kurang peregangan senam.

Nyeri punggung diderita 8 dari 10 orang dalam hidupnya. Kaum wanita berisiko nyeri punggung lebih besar daripada pria. Pemicunya adalah postur tubuh yang kurang baik. Kehamilan dan juga aktivitas menggendong anak bisa meningkatkan keluhan ini.

Keluhan nyeri punggung disebabkan karena postur tubuh yang salah atau kurangnya aktivitas fisik sebenarnya bisa dicegah, bahkan keluhannya dikurangi

Penyebab

  • Stress. Punggung sangat sensitive terhadap ketegangan otot akibat stress sehari-hari. Dalam keadaan lemah dan kaku, otot punggung mengalami spasme (kejang). Kondisi ini menyebabkan aliran darah yang mengangkut oksigen menjadi terhambat, sehingga otot kekurangan oksigen. Akibatnya, penderita mengalami nyeri yang semakin parah jika tidak segera ditangani dokter.
  • Postur tubuh yang buruk. Postur tubuh yang kurang tepat menyebabkan lengkung tulang belakang tidak berada dalam satu garis lurus sehingga mudah cedera dan menimbulkan kelainan premature pada diskus. Diskus yang rapuh tidak lagi mampu menjadi bantalan vertebra. Kelainan akibat postur tubuh yang buruk yaitu tulang belakang terlalu melengkung ke depan atau belakang.
  • Kurang Olahraga. 80 % kasus nyeri tulang punggung disebabkan karena buruknya kelenturan (tonus) otot atau kurang berolahraga. Otot yang lemah, terutama pada daerah perut, tentu tidak mampu menyokong punggung secara maksimal.
  • Cedera dan ketegangan otot. Gerakan memutar, membungkuk atau mengangkat beban berat yang tidak dilakukan secara benar, akan mengakibatkan ketegangan pada otot atau cedera ligamen (jaringan elastis yang menjaga kestabilan tulang). Hal yang sama juga dapat terjadi akibat gerakan secara mendadak dalam berolahraga, misalnya ketika berganti arah.
  • Osteoarthritis. Proses penuaan menyebabkan diskus keluar (menonjol) dari tempat semestinya dan menghasilkan pertumbuhan tulangbaru seperti taji yang menimbulkan radang sendi disertai nyeri. Postur tubuh dan perawatan tulang belakang yang baik biasanya dapat meredakannya.
  • Olahraga berat di akhir pekan Kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena nyeri punggung. Keadaan ini diperberat dengan kebiasaan olahraga berlebihan hanya di akhir pekan. Jika kita melakukan sesuatu yang berat setelah sepanjang minggu lebih banyak beraktivitas pasif, kita sangat beresiko mencederai diri. Olahraga high impact yang dilakukan tanpa pemanasan untuk menguatkan batang tubuh (core) akan membuat otot-otot tidak kuat mendukung gerakan yang dilakukan. Disarankan agar setidaknya kita melakukan latihan dasar untuk penguatan batang tubuh 15 menit setiap hari serta pemanasan agar batang tubuh dan otot-otot lebih siap ketika kita berolahraga lebih intens di akhir pekan.
  • Menggendong anak Menggendong anak di punggung, terlebih jika berat badan anak cukup besar, akan menyebabkan tekanan yang besar pada tulang punggung. Apalagi jika si anak banyak bergerak, risikonya adalah salah urat.
  • Duduk membungkuk Duduk dengan punggung melengkung dalam waktu lama akan menyebabkan tulang lumbal tidak tersangga dengan baik sehingga tekanan pada diskus semakin besar. “Akan tetapi tekanan paling besar pada diskus terjadi ketika kita dalam posisi duduk kemudian dalam posisi miring hendak mengambil sesuatu dari lantai. Karena itu jika ingin memungut sesuatu berdirilah dulu baru berjongkok untuk mengambilnya.
  • Merokok Merokok akan menyebabkan diskus memburuk dengan cepat. Diskus atau bantalan tulang ini memiliki dinding fibrosa di bagian luar yang melindungi gel di dalamnya.
  • Memilintir pinggang Semua gerakan yang melibatkan rotasi di bagian perut atas secara berulang-ulang akan menyebabkan trauma mikro pada tulang punggung bawah. Kerusakan ini akan berakumulasi dan beresiko menyebabkan kerusakan di kemudian hari.
  • Kurang tidur Diskus tulang belakang tidak memiliki pembuluh darah sehingga mereka tidak mendapat cukup nutrisi. Akibatnya diskus lebih rentan retak dan dehidrasi. “Usahakan untuk tidur cukup minimal 7 jam setiap malam karena di malam hari diskus akan terhidrasi kembali.
  • Kasur empuk Alas tidur yang terlalu empuk dan melengkung di bagian tengah akan membuat struktur tulang berubah.

Penanganan Nyeri Punggung

Penanganan nyeri punggung akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, keadaan, dan preferensi. Tergantung pada penyebab rasa sakit Anda, pengobatan dapat mencakup satu atau lebih hal berikut:

  • Obat Dalam banyak kasus, pasien yang diresepkan pengobatan sebelum menerima bentuk-bentuk lain dari terapi. Obat-obatan untuk nyeri dapat mencakup:
  • Penghilang rasa sakit non-aspirin Obat-obatan ini,. Seperti asetaminofen (Tylenol), meringankan nyeri ringan dan kadang-kadang dikombinasikan dengan obat lain untuk memberikan pereda nyeri yang lebih besar.
  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) Tersedia di atas meja atau dengan resep dokter, obat-obatan -. Termasuk ibuprofen (Motrin) atau naproxen (Aleve, Naprosyn) – digunakan untuk mengobati nyeri dan peradangan.
  • Kortikosteroid. Tersedia hanya dengan resep dokter, ini kortison-obatan seperti yang digunakan untuk lebih kondisi peradangan parah.
  • Obat nyeri opioid morfin ini-seperti obat-obatan sering diresepkan untuk jangka pendek nyeri akut atau nyeri kanker. Occasionally doctors prescribe them for chronic, non-cancer pain. Kadang-kadang dokter meresepkan mereka untuk sakit kronis, non-kanker.
  • Antidepresan . Awalnya dirancang untuk mengobati depresi , obat ini dapat berguna untuk menghilangkan tertentu jenis nyeri .. Antidepresan juga dapat mempromosikan tidur, yang dapat menjadi sulit ketika Anda kesakitan.

Pengobatan lain mungkin lebih efektif daripada obat-obatan, dan pengobatan mungkin lebih efektif bila dikombinasikan dengan perawatan lainnya. Other available treatments offered by pain centers may include: Perawatan yang tersedia lain yang ditawarkan oleh pusat-pusat nyeri dapat mencakup:

  • Suntikan anestesi lokal, Kadang-kadang dikombinasikan dengan kortikosteroid, dapat disuntikkan di sekitar akar saraf atau ke dalam otot dan sendi untuk meringankan iritasi, bengkak, dan kejang otot.
  • Blok saraf. Jika sekelompok saraf, yang disebut ganglion atau pleksus, menyebabkan nyeri pada daerah organ atau tubuh tertentu, suntikan dengan bius lokal mungkin berguna untuk memblokir rasa sakit di daerah itu
  • Terapi fisik dan air. Sebuah physiatrist (dokter yang mengkhususkan diri dalam rehabilitasi obat-obatan) atau ahli terapi fisik mungkin meresepkan dirancang khusus program latihan untuk meningkatkan fungsi dan mengurangi nyeri. Pilihan terapi lain fisik di klinik nyeri mungkin termasuk terapi whirlpool, USG, dan dalam-otot pijat.
  • Stimulasi Listrik . Bentuk yang paling umum dari stimulasi listrik yang digunakan dalam manajemen nyeri saraf stimulasi listrik transkutan (TENS), suatu teknik yang menggunakan kecil, baterai-dioperasikan perangkat untuk merangsang serat saraf melalui kulit.
  • Akupunktur Praktek Cina kuno melibatkan memasukkan jarum yang sangat tipis pada titik tertentu pada kulit untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Meskipun nyeri adalah sensasi fisik, banyak orang menderita sakit emosional dengan perasaan marah, sedih, dan putus asa. Berurusan dengan nyeri tak henti-hentinya dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk memegang pekerjaan, memelihara rumah, memenuhi kewajiban keluarga, dan berhubungan dengan teman dan anggota keluarga. Dukungan psikologis, bersama dengan pengobatan medis, dapat membantu Anda mengelola kondisi Anda.
  • Teknik relaksasi. Selain konseling, kesehatan mental profesional dapat mengajarkan Anda teknik self-help seperti pelatihan relaksasi atau biofeedback untuk mengurangi stres dan meredakan nyeri.
  • Bedah. Meskipun kadang-kadang diperlukan operasi jelas untuk meringankan masalah yang menyebabkan nyeri, sering itu adalah pengobatan pilihan terakhir. If pain has not responded to any other treatment, surgery on certain nerves may offer relief and allow you to resume normal activities. Jika rasa sakit tidak merespon pengobatan lain, operasi pada saraf tertentu dapat menawarkan bantuan dan memungkinkan Anda untuk melanjutkan aktivitas normal.

Tips Atasi dan Vegah Nyeri Punggung

  • Kuatkan otot perut Perkuat otot-otot di sekitar batang tubuh (core) dengan latihan yang tepat. Caranya, berbaringlah telentang dengan lutut ditekuk dan punggung rata di lantai. Kempiskan perut hingga punggung sedikit terangkat dan otot perut berkontraksi. Lakukan sampai tiga set dengan pengulangan 12 kali.
  • Miliki postur tubuh yang baik Bila pekerjaan mengharuskan Anda duduk lebih dari 5 jam setiap hari, pastikan Anda duduk tegak di sandaran kursi. Bila perlu, tambahkan bantal kecil untuk menyangga punggung. Kedua kaki sebaiknya berada di lantai, bukan disilangkan.
  • Konsumsi brokoli Kalsium memang kunci untuk tulang yang kuat, tetapi penelitian di Jepang menunjukkan ada vitamin lain yang dibutuhkan, yakni vitamin K. Vitamin ini banyak ditemukan pada brokoli, bayam, dan sayuran berdaun hijau gelap lainnya. Konsumsi vitamin K yang cukup membantu kalsium memadatkan tulang sehingga lebih kuat.
  • Kurangi beban Tak banyak orang yang menyadari bahwa tas yang mereka bawa setiap hari merupakan salah satu pemicu sakit punggung. Bila berat tas yang Anda bawa setiap hari lebih dari 10 persen berat badan Anda, itu berarti bebannya terlalu berat. Untuk mencegah sakit punggung, peringan bawaan Anda.
  • Alas tidur yang tepat Studi terbaru yang dilansir dalam jurnal Spine menyebutkan, alas tidur yang keras tidak lebih baik daripada alas tidur yang lembut dalam mencegah nyeri punggung. Perhatikan pula bantal yang dipakai. Sebaiknya bantal tidak terlalu tinggi.

Supported by

Pain Management Clinic (Klinik Khusus Penanganan Nyeri)

CHILDREN GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir JakartaPusat 10210, phone (021) 5703646 - 44466102 CHILDREN GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, phone (021) 44466103 - 97730777 email : judarwanto@gmail.com narulita_md@yahoo.com http://childrengrowup.wordpress.com  WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND NETWORKING INFORMATION . Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

Pain Management Clinic Information Education Network

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Promosi Multikultur ala Australia …

Ahmad Syam | | 18 April 2014 | 16:29

Sesat Pikir Koalisi …

Faisal Basri | | 18 April 2014 | 19:08

Liburan Paskah, Yuk Lihat Gereja Tua di …

Mawan Sidarta | | 18 April 2014 | 14:14

Untuk Capres-Cawapres …

Adhye Panritalopi | | 18 April 2014 | 16:47

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Kue Olahan Amin Rais …

Hamid H. Supratman | 16 jam lalu

Puan Sulit Masuk Bursa Cawapres …

Yunas Windra | 16 jam lalu

Misteri Pertemuan 12 Menit yang Membungkam …

Gatot Swandito | 16 jam lalu

Bila Anak Dilecehkan, Cari Keadilan, …

Ifani | 19 jam lalu

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: