Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Diah Marliati A Soeradiredja

Bermula dari dirangkai. Titik demi titik dirangkai menjadi garis. Garis demi garis dirangkai menjadi huruf. selengkapnya

Efek Samping Karbon Aktif

OPINI | 14 November 2012 | 11:01 Dibaca: 4116   Komentar: 0   1

1352863203609631494

Wikipedia.com

Karbon aktif, juga disebut  arang aktif,  merupakan salah satu tipe karbon yang diproses sedemikian rupa sehingga pori-porinya terbuka dan dengan demikian memiliki daya serap yang tinggi terhadap bahan yang berbentuk larutan atau uap. Karbon aktif terbuat dari bahan-bahan sumber karbon, baik organik maupun nonorganik, seperti tempurung kelapa, batubara, kayu dan kulit kacang.

Karbon aktif memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah untuk menjernihkan air dan memurnikan gas. Di bidang kesehatan, karbon aktif dimanfaatkan untuk mengurangi kolesterol, detoksifikasi tubuh, mengurangi kembung dan menyerap zat beracun. Karbon aktif juga dimanfaatkan sebagai obat anti mencret atau diare karena sangar efektif untuk menyerap racun dalam tubuh dan membersihkan sistem pencernaan dari racun. Karbon aktif dijual di pasaran dalam bentuk pil bernama norit.

Jenis pengobatan ini bukan tanpa resiko karena melibatkan masuknya zat-zat asing ke dalam saluran pencernaan. Reaksi alergi kadangkala muncul setelah mengonsumsi karbon aktif seperti sesak napas, bibir, mulut atau wajah bengkak, ruam kulit dan gatal-gatal. Gatal-gatal dan ruam berupa benjolan-benjolan berisi cairan meletus di kulit kadangkala bisa terjadi juga. Jenis alergi ini harus menjadi alasan untuk segera menghubungi dokter, karena beberapa reaksi alergi bisa mengancam jiwa jika bertambah parah.

Selain itu, untuk sebagian orang yang tidak cocok dengan penggunaan karbon aktif akan menimbulkan efek samping sebagai berikut:

1. Efek samping pencernaan

Efek samping pencernaan merupakan efek samping yang umum. Mereka yang mengonsumsi karbon aktif karena keracunan biasanya mual dan muntah, mengalami obstruksi usus halus dan perforasi saluran pencernaan.  Efek samping lainnya meliputi tinja menghitam dan sembelit.

2. Efek samping metabolis

Efek samping metabolis bisa terjadi jika karbon aktif dicampur dengan sorbitol, gula alkohol yang dimetabolisme oleh tubuh secara perlahan. Sorbitol digunakan sebagai pemanis buatan pada produk permen bebas gula dan sirup obat batuk. Efek samping terkait metabolisme antara lain dehidrasi, syok, gangguan elektrolit, hipernatremia (peningkatan kadar natrium dalam darah) dan hipermagnesemia (peningkatan kadar magnesium dalam darah).

3. Efek samping pernapasan

Efek samping pernapasan meliputi empiema (penumpukan nanah di dalam rongga paru-paru dan membran di sekitarnya), bronchiolitis obliterans (penyumbatan saluran udara kecil dengan jaringan granulasi), sindroma gawat pernapasan akut (kondisi paru-paru kritis yang mengakibatkan menurunnya kadar oksigen dalam darah).

4. Efek samping hematologi

Jumlah dosis yang dikonsumsi salah atau berlebihan akan mengakibatkan eksaserbasi atau peningkatan gejala porfiria variegat. Porfiria adalah suatu penyakit yang disebabkan kekurangan enzim-enzim yang terlibat dalam sintesa heme. Heme adalah senyawa kimia yang membawa oksigen dan memberi warna merah kepada darah. Kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan lesi kulit, sering buang air kecil dan peningkatan kadar porfirin dalam plasma.

5. Efek samping mata

Dalam kasus di mana karbon aktif kontak dengan mata, bisa mengakibatkan abrasi kornea atau kornea lecet.

Karbon aktif harus diresepkan dan diberikan sangat hati-hati untuk menghindari efek samping yang disebutkan di atas. Mencampurnya dengan obat-obat lain dapat meningkatkan resiko efek samping. Bicarakan dengan dokter jika Anda memiliki masalah pencernaan, sedang hamil atau alergi terhadap obat-obat tertentu. Dalam kasus ini, Anda mungkin tidak bisa mengonsumsi karbon aktif atau dosis Anda perlu disesuaikan.

Blog Pribadi: http://whatdiahhasphrased.blogspot.com/2012/11/what-diah-has-mini-researched-efek.html

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 9 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 13 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 13 jam lalu

Jokowi Tak Pernah Janji Rampingkan Kabinet …

Felix | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Sebuah Persembahan untukmu Gus…. …

Puji Anto | 10 jam lalu

Omne Trium Perfectum dan Tri-PAR …

Sam Arnold | 10 jam lalu

Saat R-25 Menjawab Hasrat Pria …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 10 jam lalu

Sombong Kali Kau …

Ian Ninda | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: