Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Krim Perawatan Wajahku Bebas Mercuri?

REP | 01 November 2012 | 20:08 Dibaca: 1102   Komentar: 0   0

13522034491253932195Siapa yang tak ingin memiliki kulit putih, cerah, dan bebas dari noda dan jerawat. Tak hanya perempuan, laki-lakipun pasti menginginkan hal tersebut. Karena kulit yang bersih dan putih akan menimbulkan rasa percaya diri pada pemilik kulit tersebut. Selain itu penampilan akan menjadi lebih menarik, terutama jika anda memiliki pekerjaan atau kegiatan rutin yang mewajibkan untuk berinteraksi dengan orang lain. Penampilan adalah nomer satu, karena kesan pertama berawal dari tatap muka.

Akhir -akhir ini dengan mudah kita mendapatkan beragam produk perawatan kulit, terutama kulit wajah yang menjanjikan kulit bersih, lebih putih dan berseri. Sejumlah iklan dan penyebaran pesan melalui jejaring sosial menawarkan produk perawatan kulit yang banyak keuntungan yang akan didapatkan dengan mudah untuk kecantikan kulit Anda. Mulai dari memutihkan, menghilangkan flek hitam, bekas jerawat, menghasilkan kulit cerah merona dengan waktu yang singkat. Dengan menambahkan lisensi BPOM dan Dokter ahli kulit sebagai orang yang meracik produk perawatan kulit tersebut.

Yakin dengan produk perawatan wajah yang Anda pakai sekarang ini? Amakah bagi kesehatan? Kulit wajah cepat putihnya, mulus, dan bebas flek-flek bekas jerawat. Nahhh, yakin produk perawatan kulit Anda itu bebas dari merkuri dan bahan-bahan berbahaya lainnya?

Apa sih merkuri itu? Merkuri adalah logam murni dan merupakan satu-satunya logam yang pada suhu kamar berwujud cair. Logam murninya berwarna keperakan, tidak berbau, dan mengkilap. Jika merkuri di gunakan pada produk perawatan kulit, maka dapat berbahaya karena merkuri dapat terserap oleh pori-pori dan kemudian mengendap dalam tubuh. Merkuri menhambat pembentukan melanin sehingga menghasilkan warna kulit lebih ringan.

Menurut WHO sabun atau krim pencerah kulit biasanya digunakan di Negara - negara Asia – Afrika yang kaum perempuannya memiliki warna kulit lebih gelap.  Bahan-bahan yang ditemukan pada sabun dan krim pencerah kulit yaitu merkuri anorganik memiliki efek yang serius. Diantaranya kerusakan ginjal, penurunan ketahanan tubuh terhadap infeksi bakteri juga jamur, kecemasan, depresi, psikosis dan neuropati perifer. Kandungan merkuri menghambat pembentukan melanin sehingga menghasilkan warna kulit yang lebih cerah.

Berikut ciri-ciri krim perawatan wajah yang menggunakan merkuri menurut Raharas, supervisor di Cadyakha Skin Care Surabaya :

1. Krim biasanya lengket, sebagian ada yang dicampur dengan bedak dingin (bedak jerawat) agar tampak lebih encer.

2. Krim pada umumnya Homogen (tidak menyatu dan kasar), bila didiamkan minyak akan terpisah dengan bagian yang padat.

3. Bau logam merkuri tercium atau sebagian menggunakan parfum menyengat untuk menghilangkan bau logam merkuri tersebut.

4. Umumnya menggunakan bahan pewarna tekstil (warna kuning) warna krimnya mengkilat.

5. Pada pemakaian awal menyebabkan iritasi pada kulit dan kemerahan bila terkena sinar matahari.

6. Warna putih pada kulit tidak lazim, umumnya pucat.

7. Kulit bisa berubah putih dalam waktu singkat (kurang 1minggu, tergantung kadar merkuri, makin tinggi makin lebih cepat menjadi putih).

8. Tidak akan timbul jerawat karena lapisan kulit epidermis telah rusak sudah tidak mengandung protein dan melanin yang berfungsi untuk melindungi radiasi paparan matahari, sehingga jasad renik ataupun kuman tidak akan menyukai kulit yang telah tercemar merkuri termasuk nyamuk sekalipun.

9. Pori-pori tampak mengecil dan halus karena lapisan kulit wajah terluar telah tipis tergerus oleh logam merkuri.

10. Bila pemakaian krim dihentikan maka akan timbul jerawat kecil-kecil disertai rasa gatal.

11. Akan timbul bintik-bintik hitam di bawah kulit sebagian atau merata di wajah.

12. Warna putih pada kulit lama-kelamaan akan berubah menjadi abu-abu lalu selanjjutnya kehitaman.

13. Selanjutnya dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan jaringan tubuh dan menyebabkan kematian.

14. Dapat menghambat pertumbuhan menyebabkan cacat dan kematian pada janin (pada ibu hamil).

Jadi, sudah tahukan ciri-ciri produk perawatan yang berbahaya bagi kulit. Selektif memilih produk perawatan kulit, dan jangan mudah tergiur janji dan harga yang terjangkau. Mendapatkan kulit cantik dan sehat tidak selalu mahal, karena banyak cara untuk mendapatkan kulit cantik dan sehat yang tidak menguras kantong, cobalah perawatan secara alami dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar anda yang pasti aman dan sehat. Atau konsultasikan pada dokter kulit jika Anda salah satu pemilik kulit sensitif.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Penjelajah Kuburan, Mencintai Indonesia …

Olive Bendon | | 23 October 2014 | 03:53

Batik Tanpa Pakem …

Agung Han | | 23 October 2014 | 07:31

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Putri Presiden Jokowi Ikut Tes CPNS, Salah …

Djarwopapua | | 23 October 2014 | 14:08

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 3 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 10 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 11 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

X-Gene: Dao (1) …

Ryan M. | 7 jam lalu

Pemanasan Global dalam Perspektif Islam …

Kukuh Fany Fatkhulo... | 7 jam lalu

Bangsa yang Merangkak Dewasa …

Adjat R. Sudradjat | 8 jam lalu

Sulitnya Seleksi Menteri, Kabinet Bersih vs …

Arnold Adoe | 8 jam lalu

Astaghfirulloh, Ada Kampung Gay di …

Cakshon | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: