Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Angga Bratadharma

Pembaca dan Penulis More Info visit my blog : Bratadharma.blogspot.com

Terapi Ikan, Yuk!!!

REP | 28 October 2012 | 21:36 Dibaca: 722   Komentar: 0   0

Jakarta, AnggaBratadharma(28/10)—Ikan merupakan hewan yang hidup di air. Ikan memiliki jenis dan spesies yang beragam, bahkan bisa mencapai jutaan spesies, baik yang hidup di air tawar maupun yang hidup di air laut. Ikan sendiri mempunyai banyak karakter dan keindahan tersendiri antara satu jenis ikan dengan jenis ikan lainnya. Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan akan mahluk yang bernama ikan.

Beragamnya jenis ikan yang ada didunia, maka setidaknya ada 1 ikan yang penulis ingin share dalam artikel ini, yaitu jenis Ikan Garra Rufa. Ikan ini biasanya sering ditemui pada beberapa tempat yang banyak dikunjungi banyak orang. Maklum, ikan ini sering digunakan untuk menerapi. Ya, ikan ini sering ditemui pada tempat-tempat terapi ikan.

Penulis mengenal ikan ini pada saat berwisata di Taman Wisata Matahari, Cilember, Bogor. Taman Wisata Matahari sendiri berdiri pada lahan seluas 40Ha. Didalam Taman Wisata itu, terdapat beberapa lokasi yang digunakan untuk terapi ikan.Terapi ikan sendiri dilakukan dengan cara menenggelamkan sebagian kaki, dan tangan kita kedalam air yang berisi ikan terapi. Setelah sebagian tubuh kita dimasukkan ke dalam air, maka ikan-ikan tersebut akan mengerubuti bagian tubuh kita dan mulai menerapi, dengan cara menggigit-gigit.

Ketika mencoba terapi ikan

Jujur, ketika pertama kali melakukan terapi ikan, sensasi menggigit sangat mengena. Bahkan, rasa geli sangat memuncak, sehingga bagi yang baru pertama kali mencoba terapi ikan akan merasa kegelian yang luar biasa. Namun, setelah beberapa saat akan terbiasa juga. Setelah terbiasa,  biasanya rasa  sedikit perih dicubit-cubit ikan akan terasa. Namun, jangan takut. Gigitan ikan tersebut tidaklah seperti gigitan ikan piranha. Gigitannya juga tidak menimbulkan efek yang negatif selama terapi yang digunakan sesuai dengan koridor

Saat pertama kali digigit ikan terapi

Saat pertama kali digigit ikan terapi

Rasa dicubit-cubit ikan ini akan menimbulkan rasa seperti refleksi. Kejut-kejutan yang terjadi akibat gigitan ikan terapi akan menenangkan syaraf dikaki. Bahkan, ada beberapa efek dari terapi ikan ini. Kurang lebih yang penulis ingat adalah Menghilangkan sel-sel kulit yang telah mati, menjadi halus , kulit lebih sehat & bersinar sehingga mempermudah untuk penyerapan pelembab, meningkatkan sirkulasi darah- dengan pijat sensasi mikro, menghilangkan bekas luka kecil, meringankan penyakit kulit kronis & eksim ringan, karena menyebabkan sensasi yang menggelitik & menimbulkan tawa, maka bisa membantu untuk mengurangi  stress & ketegangan, memperindah & mencerahkan kulit melalui pembaharuan sel., dan meringankan rasa lelah.

Sensasi menggigit terapi ikan

Sensasi menggigit terapi ikan

Tentu dengan mengetahui rasa digigit ikan terapi ini dan manfaatnya akan timbul pertanyaan, yakni berapa biaya yang dikeluarkan. Jangan takut, untuk terapi ikan dilokasi Taman Matahari ini hanya mengocek uang sebesar Rp5000 untuk 1 jamnya. Cukup terjangkau  bukan. Namun, untuk biaya terapi ikan yang berada dilokasi diluar Taman Wisata penulis kurang mengetahui. Menurut penulis, harga terapi ikan itu tidak terlalu mahal. Soalnya, terapi ikan itu bersifat merakyat dan nikmat

Jadi, tidak perlu lagi berobat ke tempat-tempat yang aneh. Apalagi, berobat ke tempat-tempat yang tidak masuk akal, seperti persugihan dan lain-lain. Dengan terapi ikan, selain berobat, terapi ikan juga bisa digunakan untuk sarana hiburan. Kapan lagi bisa berobat sekaligus berobat. Yuk, terapi ikan. Rasakan sensasinya, dan nikmati manfaatnya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Basuri Tjahaja Purnama: 20 tahun Mendatang …

Olive Bendon | | 01 October 2014 | 06:58

Penumpang KA Minim Empati …

Agung Han | | 01 October 2014 | 04:25

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | | 01 October 2014 | 02:11

Menulis Cerpen Itu Gampang, Mencari Peminat …

Sugiyanto Hadi | | 01 October 2014 | 03:16

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 3 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 5 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 6 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Indonesia Tanpa Pancasila …

Fadjar Hadi | 7 jam lalu

16 Milyar Rupiah Hanya untuk Sumpah Janji …

Muhammad Nur,se | 7 jam lalu

[DAFTAR ONLINE] Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | 7 jam lalu

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | 7 jam lalu

Anggota DPR RI dan Gadget …

Topik Irawan | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: