Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Niken Purbo Laras

i'm a girl,, and i like a freedom

Trauma healing Sebagai Wujud Tanggap Bencana Mahasiswa Keperawatan

OPINI | 27 September 2012 | 20:08 Dibaca: 1326   Komentar: 0   0

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul:

“TRAUMA HEALING SEBAGAI WUJUD TANGGAP BENCANA MAHASISWA KEPERAWATAN”

Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Saya menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik. Demi kesempurnaan makalah ini, diharapkan kritik dan sarannya.

Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Semarang,   September 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul i

Kata Pengantar ii

Daftar Isi iii

BAB I    PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1

C. Tujuan Penulisan 1

D. Manfaat Penulisan 1

BAB II  TRAUMA HEALING SEBAGAI WUJUD TANGGAP BENCANA MAHASISWA KEPERAWATAN

A. Pengertian Trauma Healing 2

B. Manfaat Trauma Healing 2

C. Kegiatan Trauma Healing 3

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 9

B. Kritik dan Saran 9

Daftar pustaka 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

1. Berdasarkan kriteria dan persyaratan peserta LKMM Nasional ILMIKI, sebagai pemenuhan persyaratan sebagai peserta LKMM Nasional ILMIKI di Universitas Diponegoro.

2. Trauma healing adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain untuk mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang sedang dialami yang diakibatkan syok atau trauma. Mahasiswa keperawatan harus peka dengan lingkungan sekitar, memberikan pengabdian yang seutuhnya kepada masyarakat. Ketika ada bencana alam pun, kita sebaiknya menolong sesama. Trauma healing inilah yang menjadi alternatif bagi kita sebagai alat membantu sesama.

B. RUMUSAN MASALAH

Apakah pengertian dan manfaat Trauma Healing ?

Bagaiman kegiatan trauma healing?

C. TUJUAN PENULISAN

1. Memenuhi persyaratan peserta LKMM nasional ILMIKI

2. Memberikan pengetahuan kepada pembaca

3. Memberikan pengertian tentang trauma healing

D. MANFAAT PENULISAN

1. Terpenuhinya persyaratan peserta LKMM nasional ILMIKI

2. Menambah wawasan bagi penulis dan pembaca

3. Mengerti tentang trauma healing

BAB II

TRAUMA HEALING SEBAGAI WUJUD TANGGAP BENCANA MAHASISWA KEPERAWATAN

A. PENGERTIAN TRAUMA HEALING

Trauma dalam  istilah psikologis menunjukkan kondisi yang syok dan tertekan oleh suatu peristiwa yang membekas relatif lama pada korban. Beberapa kondisi yang dapat potensial menjadi peristiwa traumatis menurut Taylor (2000) antara lain bencana, menjadi korban kriminal, kehilangan orang yang dicintai, kehilangan harta benda. Parkinson (2000) menjelaskan bahwa peristiwa traumatis dapat terjadi pada saat bencana terjadi hingga bencana telah berlalu, dalam kondisi terakhir ini yang disebut post traumatic stress disorder (PTSD)

Trauma healing adalah suatu kegiatan atau tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau  menghilangkan trauma yang ada. Di sisi lain, trauma healing adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain yang sedang mengalami gangguan dalam psikologisnya yang diakibatkan syok atau trauma.

B. MANFAAT TRAUMA HEALING

Kegiatan trauma healing mempunyai banyak manfaat bagi masyarat yang menjalani trauma healing ini. berikut ini merupakan manfaat dari trauma healing :

a. Menghilangkan beban di pikiran

b. Membuat bahagia

c. Menjadi pribadi yang lebih ikhlas

d. Menjadi semangat kembali

e. Membuat hati tenang dan tentram

f. Lebih peka untuk menyikapi keadaan yang ada

C. KEGIATAN TRAUMA HEALING

Banyak cara atau teknik yang dapat dilakukan sebagai bentuk upaya trauma healing, ini berbagai cara yang dapat dilakukan ketika mahasiswa keperawatan akan melakukan trauma healing di tempat bencana :

1. Terapi bermain

Bermain adalah merupakan suatu aktifitas yang dilakukan dengan sukarela atas dasar rasa senang dan menumbuhkan aktifitas yang dilakukan secara spontan

Terapi bermain merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan  dengan siapa saja, karena dari anak kecil sampai dewasa suka dengan yang namanya bermain. Permainan yang dapat dilakukan dalam terapi ini tergantung situasi dan kondisi yang ada. Contohnya ketika di suatu tempat bencana disana tidak ada apa-apa, kita sebagai mahasiswa juga tidak mempunyai perlengkapan yang cukup untuk melakukan suatu permainan yang besar, tapi semua itu tidak membatasi kita untuk melakukan terapi bermain ini, kita bisa menggunakan permainan klasik yang adik-adik di tenda penampungan biasa mainkan, kita harus bisa meyakinkan mereka untuk bangkit, untuk melakukan aktifitas seperti biasa, dan mensyukuri apa yang masih ada.

Dengan terapi bermain ini, pelakunya mampu menghilangkan beban dihati, bisa tersenyum dan bahagia walaupun kondisinya saat ini lagi kurang beruntung.

2. Terapi Aktifitas Kelompok

TAK (Terapi Aktivitas Kelompok) adalah salah satu terapi modalitas yang dilakukan oleh perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok digunakan sebagai target asuhan. Sehingga di dalam kelompok tersebut terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat klien

berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang maladaptive (Budi Anna Keliat dan Akemat, 2005).

Terapi Aktifitas Kelompok ini dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan seperti menggambar, mendengarkan musik, mendengarkan lagu dan lain-lain.

Dalam terapi ini, masyarakat dibentuk dalam sebuah kelompok dan masing-masing kelompok terdapat sekitar sepuluh orang. Di dalam kelompok tersebut kita sebagai mahasiswa yang memimpin dan sebagai fasilitator.

3. SELF (Spiritual Emotional Freedom Technique)

SEFT merupakan pengembangan dari EFT dari Hale Downskin, dimana dalam teknik SEFT ditambahkan dengan sugesti spiritual kepada penyitas. Teknik ini mengkombinasikan teknik relaksasi-meditatif dan akunpuntur. Kegiatan SELF ini dilakukan sekitar 3-5 menit.

4. Terapi Memasak

Memasak pada prinsipnya  adalah proses atau pemberian panas pada bahan makanan sehingga bahan itu menjadi mudah dicerna, aman dan lezat serta mengubah bentuk penyajian.

Terapi memasak ini dilakukan oleh masyarakat dengan cara memasak secara bersama-sama sehingga ada interaksi artar individu, dan masing-masing individu tidak berlarut-larut dalam kesedihan mereka masing-masing.

Pada terapi ini masyarakat saling berusaha membantu teman atau saudaranya dengan menyediakan masakan untuk dimakan bersama-sama.

5. Relaksasi

Relaksasi adalah upaya menjadi rilaks, bukan hanya tubuh fisik, tetapi juga batin kita. Namun relaksasi bukanlah meditasi. Relaksasi adalah anak tangga menuju meditasi

Relaksasi ini dapat dilakukan dengan tujuan untuk menenangkan diri, menyelaraskan apa yang ada pada diri individu, dan menghilangkan beban yang ada, sehingga lebih rilaks dan merasa nyaman.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa :

1. trauma healing adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membantu orang lain untuk mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis yang sedang dialami yang diakibatkan syok atau trauma.

2. Kegiatan Trauma Healing bisa berupa Terapi Bermain, Terapi Aktifitas Kelompok, SELF, Terapi Memasak, Relaksasi, dan lain-lain.

B. KRITIK DAN SARAN

Bagi pembaca apabila ada kekurangan dalam penyusunan atas makalah ini, saya mohon kritik dan sarannya, sebagai bahan koreksi kami atas makalah  ini, dan dapat sebagai acuan dalam menyusun makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Keliat, Budi Anna. 2005. Keperawatan Jiwa Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: EGC

Parkinson, frank. 2000. Post trauma Stress : A Personal Guide to Reduce the longterm Effects and Hidden damage caused by Violence and Disarter. Fisher book

Slegel, Danille J; Solomon, marion. 2003. Healing Trauma ; Attachment. Mind and Brain. New York : WWW Norton & Company

Effendi, Tjiptadinata. 2005. Meditasi Jalan menuju Kesembuhan Lahir dan Batin. Jakarta : Gramedia

blog.unnes.ac.id/ermagizi/files/…/TEKNIK-DASAR-MEMASAK.doc (diakses 11 september 2012)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelantikan Presiden Jokowi Menggema di …

Ely Yuliana | | 20 October 2014 | 20:18

Jokowi Jadi Cover Story Tabloid ChinaDaily …

Rahmat Hadi | | 20 October 2014 | 20:13

Apakah Kamu Pelari? Ceritakan di Sini! …

Kompasiana | | 25 September 2014 | 11:05

Hampir Tertipu dengan ‘Ancaman’ Petugas …

Niko Simamora | | 20 October 2014 | 19:49

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00



HIGHLIGHT

Trip to Banda Aceh #1 …

Rinta Wulandari | 8 jam lalu

Menjadi Manusia yang Sebenarnya …

Dayoe Yogeswary | 8 jam lalu

Inilah Akibat Buku Jendela Dunia …

Andre Jayaprana | 8 jam lalu

Asa Negeri …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Jika Tak Dikelola, Kerbau bisa Terancam …

Panca Nugraha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: