Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Moch Umar Syarifuddin

saya adalah saya dan akan selalu jadi saya

Usus Buntu, karena Makan Biji-bijianan ??, Benarkah?? hmm

OPINI | 21 September 2012 | 20:57 Dibaca: 448   Komentar: 4   0

Dulu kita sering diingatkan orang tua kita jangan telan biji jeruk, nanti usus buntu…!!

Saya pernah diskusi dengan teman yang seorang dokter bedah.

Dokter itu menerangkan bahwa dia sudah ribuan kali mengoperasi orang yang kena sakit usus buntu.

Selama dia operasi usus buntu, belum Pernah dia menemukan di dalam usus buntu itu yang namanya biji jeruk, biji jambu, biji cabe, apalagi biji durian.

Dokter itu menerangkan pula, bahwa sakit usus buntu terjadi karena kita : KURANG MINUM AIR !

Bukan karena makan biji-bijian.

As simple as that ?? Ya, karena kurang minum air, bisa berakibat frekuensi BAB juga berkurang. Frekuensi BAB berkurang, sementara makanan yang kita makan sudah jadi sampah, yang siap dibuang, mampet di usus besar. Akhirnya kotoran tersebut naik, dan masuk ke usus buntu.

Karena sudah berupa kotoran, membusuk, jadilah infeksi. Infeksi terjadi, kadar darah putih naik (karena ada infeksi).

Maka kalau ada gejala Usus Buntu, saat di cek darah, kadar leukosit pasti naik dengan tajam.

Jadi, kalau mau terhindar dari usus buntu : Banyak lah minum air!!

Kotoran didalam usus buntu akan keluar di ‘flushing’ oleh air putih.

Sekedar tips (yang saya dapat di toilet VICO), di tempat Urinoir mereka, ada 4 lingkaran:

yang berwarna putih (bening), lalu kuning muda, kuning agak tua, dan kuning tua sekali.

Lalu dibawahnya ada penjelasan.

Warna bening : You are in good shape !

Warna kuning muda : You still Ok, but drink more Water.

Warna Kuning agak Tua : You are being dehidrated! Drink water now!

Warna kuning tua sekali : Warning, Your body in danger !!!

Kita bisa tahu kita kurang minum dari warna air seni kita.

Keep drinking guys….drink Water, not softdrink, coffee or alcohol…

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: