Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Nino Histiraludin

Mencoba membagi gagasan. Baca juga di www.ninohistiraludin.blogspot.com

Mahalnya Biaya Sambung Gigi

OPINI | 13 September 2012 | 05:53 Dibaca: 3909   Komentar: 2   0

Gigi merupakan salah satu bagian dari tubuh kita yang penting. Merawat gigi agar tidak mudah rusak entah lepas (copot) atau berlubang tidak sekedar bersikat secara rutin. Memeriksakan kesehatan gigi setidaknya 6 bulan sekali seperti anjuran dokter juga penting. Selain memperhatikan makanan, waktu bersikat gigi juga mempengaruhi.

Dulu saya tidak rutin periksa gigi dan rasanya takut kalau diperiksa. Abis letaknya dimulut dan gusi kan sensitif. Makanya saya biarkan saja ada yang copot atau berlubang. Begitu anak-anak mulai tumbuh besar, saya biasakan mereka periksa setidaknya 6 bulan sekali. Ternyata meski sudah dirawat dengan baik, ada saja kejadian yang menyebabkan kerusakan gigi.

Kebetulan ketika jatuh, posisi mulut lebih duluan akibatnya gigi depan patah sekitar 75 persen. Namanya juga masih anak-anak, mereka merasa malu punya gigi yang tak lengkap atau ompong. kemudian kami periksakan ke spesialis dokter gigi. Dia menerangkan bahwa gigi yang patah bisa disambung namun butuh waktu.

Berdasarkan hasil rontgen ternyata ada saraf di gusi yang terkena sehingga menyebabkan gusi bengkak. Sebelum menyambung gigi, ada sedikit gusi yang dipotong karena mengjorok yang diakibatkan bengkak.  Selama menjalani proses perawatan kami harus bolak balik hingga 4 kali. Sekali periksa di RS Ortopedi mencapai biaya hingga Rp 150.000.

Pada perawatan ke empat dipasang gigi palsu sementara sekitar Rp 200.000 (kebetulan ibunya yang antar jadi saya tak faham namanya). Sambungan gigi sementara itu panjangnya belum sama dengan gigi yang lain. Nantinya akan dipasang gigi dengan crown atau akrilik sekitar Rp 500.000 belum biaya jasanya. Dan di RS Ortopedi belum punya alatnya sehingga harus dipasang di tempat praktek dokter bersangkutan.

Kami menggunakan fasilitas eksekutif karena ananda masih bersekolah. Artinya disela-sela sekolah dia bisa pamit 1-2 jam kemudian masuk kelas lagi. Tidak berani total tidak masuk sebab dia kelas VI dan seminggu perlu 2 kali konsultasi dokter. Kalau di pelayanan biasa bisa-bisa ketinggalan pelajaran dan lelah menunggu.

Setidaknya dari 4 kali periksa sebelum giginya disambung dengan gigi permanen dari bahan crown sudah habis Rp 1 juta. Biaya segitu digunakan untuk menyambung satu gigi yang patah. Ternyata biaya menambal gigi bisa sampai segitu, sungguh tidak menyangka.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 6 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 8 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 10 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: