Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Imelda Mohamad

Seorang wanita, seorang istri

Mengenal Rhinitis Alergi

OPINI | 01 September 2012 | 03:08 Dibaca: 5835   Komentar: 0   0

Sering bersin, hidung tersumbat dan gatal? Biasanya kita mengggapnya sebagai penyakit flu biasa, padahal mungkin saja anda mengidap rhinitis alergi. Apa itu rhinitis alergi? Rinitis alergi adalah peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi tubuh terhadap zat dari luar tubuh.

Untuk mengetahui apakah kita mengidap rhinitis alergi, kita harus mengetahui gejala-gejalanya. Rinitis alergi ditandai dengan tiga gejala utama yaitu beringus, bersin-bersin dan hidung tersumbat, selain itu dapat disertai oleh gejala lainnya seperti rasa gatal pada hidung dan mata, rasa tersumbat pada telinga, rasa gatal pada langit-langit mulut dan tenggorokan. Pada keadaan yang berat dapat terjadi serangan asma (sesak napas).

Rinitis alergi dapat terjadi musiman , dan ada pula yang terjadi sepanjang tahun (perennial). Gejala keduanya hampir sama, hanya berbeda dalam sifat berlangsungnya.

Pada rhinitis dengan gejala ringan, penderita dapat tidur dengan normal, aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Sedangkan pada rhinitis dengan gejala berat, ditemukan penderita tidur terganggu, aktivitas sehari-hari, saat olah raga dan saat santai terganggu.

Berikut adalah zat-zat yang dapat menyebabkan terjadinya rhinitis alergi :

- Debu rumah, tanpa kita sadari debu dalam rumah kita mengandung partikel-partikel yang dapat menyebabkan alergi, partikel-partikel tersebut diantaranya adalah partikel kapas, serpihan kulit manusia, dan lain-lain. Debu rumah biasanya terdapat pada seprei, karpet, dan sarung furniture.

- Tungau, hidup pada suhu 21 - 26°C, tidak ada pada ketinggian lebih dari 5000 kaki.

- Serpihan kulit binatang, seperti anjing dan kucing.

- Kecoa, alergi terhadap kecoa biasanya berhubungan dengan asma pada anak-anak.

- Serbuk sari tanaman yang dapat diterbangkan oleh angin.

- Iklim, udara yang lembab, perubahan suhu, angin.

- Hormonal, wanita yang mempunyai bakat alergi dapat menderita rhinitis alergi pada saat hamil atau karena mengkonsumsi pil KB.

- Psikis, emosi, tegang.

- Infeksi

- Asap rokok dan bahan polusi lainnya.

- Genetik, rata-rata penderita mempunyai riwayat keluarga yang juga menderita alergi.

Bagaimanakah cara untukmengobati rhinitis alergi? Satu-satunya cara yang paling jitu adalah dengan menghindari faktor pemicu alergi. Rutin membersihkan rumah dari debu dan kotoran lainnya, memakai masker pada saat cuaca dingin jika kita alergi dengan cuaca dingin. Untuk meredakan gejala dokter biasanya meresepkan dekongestan untuk melegakan pernapasan, serta antihistamin dan kortikosteroid untuk meredakan gejala alerginya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 14 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 15 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 16 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 19 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: