Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Aku Cerai Kamu Karena Tidak Punya Anak

REP | 14 August 2012 | 13:34 Dibaca: 2531   Komentar: 30   11

Saat saya membaca kompasiana ada teman kirim berita dan menjelaskan tentang keinginan suami menceraikan istri nya.
Alasan nya sangat sederharna “Aku cerai kamu karena tidak punya anak !”
Dengan singkat kata, sang suami menuduh istrinya mandul.

Mandul dalam keluarga adalah ketidak mampuan pasangan untuk mendapatkan keturunan.
Secara teori bisa diakibatkan :
1. Suami dan istri memang dua duanya mandul
2. Hanya suami yang mandul sedang istri mampu punya anak (misalnya dari pernikahan sebelumnya)
3. Hanya istri yang mandul sedangkan suami mampu punya anak (misalnya dari pernikahan sebelumnya)
4. Suami dan istri pernah mempunyai anak tetapi dalam pernikahan ini tidak bisa mendapatkan anak.

Sedangkan untuk mengatakan mandul harus ada latar belakang usaha mendapatkan keturunan.
1. Suami istri memang sungguh ingin mendapatkan keturunan.
2. Pasangan wanita dibawah usia 34 tahun belum pernah mengandung, walaupun minimal 12 bulan berturut turut tanpa mengunakan alat kontrasepsi melakukan hubungan suami istri untuk mendapatkan keturunan. Untuk wanita diatas 34 tahun, hitungannya sekitar 6 bulan terus menerus secara teratur melakukan hubungan suami istri.
3. Mandul juga bisa dikatakan bila saja sang istri bisa hamil tetapi selalu terjadi keguguran alamiah.
4. Hubungan suami istri untuk mendapatkan keturunan harus sekitar 2-3 kali seminggu tanpa alat kontrasepsi di masa subur. Harus dihitung hari subur nya istri.

Apabila syarat untuk bisa terjadi kehamilan seperti diatas telah dilakukan, tetapi belum juga berhasil hamil, maka diperlukan pemeriksaan kedokteran.
Biasanya dokter memeriksa dari yang sangat mudah, murah, cepat dan akurat.
Sebagai pilihan pertama biasanya dokter memilih suami untuk test awal.
Hanya dibutuhkan pemeriksaan sperma , analisa sperma
Artinya sperma suami didapatkan dari onani dan langsung di periksa di laboratorium.

Secara umumnya; kemandulan terletak pada pihak suami sekitar 65 persen.
Sedangkan sekitar 2-3 persen ada di  kedua belah pihak.
Pasangan ini sama sama normal tetapi tetap belum diberikan oleh yang Maha Kuasa.
Sisanya sekitar 30an persen terbagi pada hanya istri yang mandul dan mandul pada suami serta istri.

Berdasarkan data tersebut,maka suami lebih diutamakan untuk di periksa.
Karena untuk periksa istri perlu waktu, dana, kesabaran dan teknologi.
Sebaiknya istri diperiksa apabila pemeriksaan suami sudah dinyatakan sesuai standart untuk bisa menghamilkan istrinya.

Tentu saja akan timbul masalah di pihak suami.
Biasanya suami tidak mau di periksa dengan segala alasan.
karena itu saya sarankan, sebaiknya suami yang pro aktip untuk melakukan test kesuburan.

Demikian saran saya untuk terus mempertahankan pernikahan, sehingga pihak suami tidak pula semena mena untuk menceraikan istrinya tanpa bukti analisa yang akurat.
Sedangkan pendapat cairan sperma encer bukanlah alasan untuk bisa menceraikan istri.

Semoga suami bisa tergugah untuk memeriksakan dirinya dan semoga pernikahannya tetap berlangsung dengan suka cita. Dan jangan lupa untuk terus berdoa kepada yang Maha Kuasa.

Sedangkan pemeriksan selanjutnya akan saya lanjutkan diartikel berikutnya, setelah suami melakukan analisa sperma.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hati-Hati Meletakkan Foto Rahasia di …

Pical Gadi | | 02 September 2014 | 15:36

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Mereka Sedang Latihan Perang …

Arimbi Bimoseno | | 02 September 2014 | 10:15

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 4 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 7 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Kenormalan yang Abnormal …

Sofiatri Tito Hiday... | 8 jam lalu

Aku Akan Pulang …

Dias | 8 jam lalu

Terpenuhikah Hak Kami, Hak Anak Indonesia? …

Syifa Aslamiyah | 8 jam lalu

UUD 1945 Tak Sama dengan Jakarta …

Adinda Agustaulima ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: