Back to Kompasiana
Artikel

Medis

Leo Kurniawan

Dokter dan penulis tentang vaksin, vaksinasi untuk bayi, dewasa, orang tua dan pelancong. Juga tertarik selengkapnya

Masa Kadaluarsa Vaksin – Expiration Date Vaccine

OPINI | 23 July 2012 | 16:12 Dibaca: 431   Komentar: 1   0

Masa Kadaluarsa Vaksin - Expiration Date Vaccine

Waktu Kadaluarsa Vaksin, atau Expiration Date Vaccine (ED), Apa artinya, bagaimana membacanya dan apa interpretasinya ?

Dalam kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman actual saya semasa masih aktif bekerja sebagai Medical Manager disuatu perusahaan pembuat vaksin raksasa multinasional dari Prancis, yaitu Sanofi Pasteur Indonesia.

Disuatu pagi yang tenang, tiba tiba computer laptop saya berbunyi, yang berarti ada email yang masuk dalam mail box saya,  dan secara reflex saya langsung membuka mail box saya dan membaca surat yang baru masuk tadi. Isinya adalah pertanyaan seorang kolega yang berada di Jawa Tengah, yang menanyakan kepada saya tentang waktu kadaluarsa vaksin Influenza yang dimiliki oleh kolega tersebut, dibungkus karton dan juga di pada vaksin Influenza tersebut tertera kata –kata sebagai berikut : ED June 2012, kolega tersebut menanyakan apakah vaksin Influenza tersebut masih boleh disuntikan kepada pasien yang sudah menunggu didepan  matanya ? Saat itu adalah hari Rabu, 20 Juni 2012.

Di lain kesempatan, saya juga dikejutkan dengan bunyi handphone saya yang tiba-tiba, karena saat itu saya sedang memberikan presentasi tentang vaksin Hepatitis B kepada para dokter umum di kota Palembang, ternyata panggilan itu berasal dari rekan sekantor saya yang menanyakan apakah vaksin DPT-Hib yang sedang dipasarkan itu masih baik dan layak dipergunakan, karena waktu kadaluarsa vaksin tersebut ada dua, yaitu satu waktu ED yang tertera untuk vaksin DPT nya yang tertulis ED 11-2011 dan untuk vaksin Hib nya tertera ED 08-2011, rekan tersebut yang dikantor itu bingung, karena waktu expirasi atau kadaluarsa mana yang harus dipakai sebagai patokan setelah kedua vaksin tersebut digabung / dicampur jadi satu menjadi vaksin kombinasi DTP-Hib ?

Beberapa tahun yang lalu, saya juga pernah ditelpon oleh seorang kolega di Cimahi, Jawa Barat, kolega itu meminta bantuan kepada saya karena telah memberikan vaksinasi  seorang bayi dengan vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine selama hampir 3 tahun lamanya, ceritanya karena pagi naas itu si kolega sedang kurang enak badan, dan kedatangan dirumahnya yang juga dipakai untuk praktek pribadi, orang tua yang membawa bayinya untuk minta diberikan vaksinasi. Karenasudah biasa memberi pelayanan vaksinasi dan bayi tersebut adalah pasien langganan kolega tersebut. Maka tana ragu ragu sedikitpun, sang kolega mempersiapkan vaksinnya dan segera menyuntikkan vaksin tersebut kedalam lengan atas bayi.

Setelah berbasa basi dengan orang tua bayi sambil memberikan bekas kemasan vaksin kepada bayi untuk bermain, secara kebetulan orang tua bayi itu mengambil kemasan vaksin dan membacanya. Langsung saat itu juga siorang tua terkesima dn berteriak, bahwa dokter telah emberikan vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration date Vaccine, sehingga terjadi hebooh dan orang tua tidak bias menerima penjelasan dokter dan akan menuntut dokter tersebut secara hukum.Maka  dengan rasa panic, kolega ini mnelpon saya minta bantuan dan dukungan untuk mengatasi masalah vaksinasi yang menghebohkan ini.

Masa Kadaluarsa Vaksin (Source: Google Image)

Dari rangkaian cerita dan pengalaman saya sebagai seorang dokter yang mendalami masalah vaksin dan aspek yang berkaitan dengan segi keamanan dan efektifitas vaksin, maka saya coba menghimpun pertanyaan pertanyaan seputar masalah Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine dan kekuatiran yang timbul dari dokter dan orang awam tentang efek dan akibat yang terjadi setelah mendapatkan vaksin yang telah kadaluarsa tersebut.

Pertanyaan tentang waktu atau masa kadaluarsa vaksin sering ditanyakan oleh pemakai vaksin, seperti kolega dokter juga kaum awam.

Pertanyaan mereka adalah seputar :
1. Apa itu Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration DateVaccine ?
2. Tujuan pabrik pembuat vaksin menetukan Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ?
3. Bagaimana cara membaca Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vacciine ? Dan bagaimana menginterpretasikannya ?
4. Apakah vaksin yang telah mendekati atau bahkan telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine, akan langsung tidak berguna lagi untuk diberikan kepada orang untuk mencegah penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut ?
5. Misalnya karena kelalaian atau secara tidak sengaja, tersuntik dengan vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration date Vaccine, apakah :
- Apa efeknya terhadap tubuh dan kesehataan kita ?
- Apakah ini berbahaya bagi orang yang mendapat vakssin yang telah kadaluarsa atau expired vaccine ?
- Apakah vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine masih berguna atau efektif mencegah penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut?
- Apa yang harus kita lakukan bila terjadi hal demikian ?
- Apakah ada cara-cara atau tips mencegah terjadinya pemakaian vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ?

Saya akan menjawab pertanyaan diatas sesuai urutannya :

1. Apa itu Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration DateVaccine ?
Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine adalah satu waktu yang ditentukan oleh pabrik pembuat vasin tersebut yang menentukan bahwa vaksin tersebut sejak tanggal dibuat maka harus dipergunakn dalam tenggang waktu tertentu, biasaanya antara 1 tahun hingga yang paling lama yaitu 3 tahun kemudian, ini tergantung jenis vaksinnya apakah vaksin hidup yang lebih singkat waktu kadaluarsanya atau vaksin mati yang biasanya akan lebih panjang masa kadaluarsanya.

2. Tujuan pabrik pembuat vaksin menetukan Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ?
Tujuannya adalah untuk memberikan patokan yang pasti tentang batas waktu tenggang yang bisa ditoleransi secara ilmiah, yang artinya adalah, karena vaksin terbuat dari bahan biologi protein bakteri atau virus, untuk menjaga bahan tersebut tetap baik dan dapat menimbulkan efek stimulasi sistim imunologi yang optimal sehingga bisa memproteksi tubuh terhadap invasi bibit penyakit innfeksi yang ingin dicegah

3. Bagaimana cara membaca Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vacciine ? Dan bagaimana meng-interpretasi-kannya ?
Bila pada kemasan vaksin hanya tercantum bulan dan tahun saja, misalnya 10-2012, ini berarti bahwa vaksin ini layak dan baik dipergynakan hingga AKHIR OKTOBER 2012, yakni    hingga 31 Oktober 2012.
Bila pada kemasan vaksin tercantum tangggal-bulan –tahun, misalnya 25-July-2012, ini berarti bahwa vaksin ini jangan dipergunakan lagi pada tanggal 26 July 2012.
Bila vaksin yang dipergunakan adalah vaksin kombinasi, misalnya kombinasi antara vaksin DTP dan vaksin Hib, yang masing –masing mempunyai masa kadaluarsa yang berbeda, misalnya untuk vaksin DTP masa kadaluarsanya adalah 17 November 2012, yang akan digabung menjadi vaksin kombinasi dengan vaksin Hib yang mempunyai masa kadaluarsa 05 Agustus 2012, dalam hal ini, maka masa kadaluarsa yang harus kita pakai adalah yang terpendek yang terdapat pada vaksin Hib, yaitu 05 Agustus 2012.

Semua vaksin yang telah dibuka, atau yang telah disiapkan dalam jarum suntik, harus segera dipergunakan, tidak dianjurkan untuk disimpan dalam lemari pendingin untuk dipakai pada kesempatan berikutnya.

4. Apakah vaksin yang telah mendekati atau bahkan telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine, akan langsung tidak berguna lagi untuk diberikan kepada orang untuk mencegah penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut ?
Untuk vaksin yang telah mendekati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine tidak berarti vaksin ttersebut sudah tidak berguna dan tidak dapat dipergunakn lagi, seperti pembahasan kita sebelumnya, karena zat aktif vaksin terbuat dari bahan protein kuman atau virus, maka semakin mendekati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date, maka efektifitas vaksin tersebut akan mulai menurun, dan konsekuensinya adalah keampuhan vaksin untuk mencegah penyakit yang dimaksud akan semakin lemah dan bahkan menghilang, sehingga orang yang mendapat vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ini tetap akan terkena penyakit infeksi yang sebenarnya ingin kita cegah.
Dengan kata lain,dokter dianjurkan se-segera mungkin mempergunakan vaksin yang telah mendekati Masa Kadaluarsa dengan tujuan mendapatkan efek perlindungan optimal vaksin terhadap penyakit yang dituju bagi pamakai vaksin ini.

5. Misalnya karena kelalaian atau secara tidak sengaja, tersuntik dengan vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration date Vaccine, apakah :

- Apa efeknya terhadap tubuh dan kesehataan kita ?
Tidak akan menimbulkan efek apapun pada tubuh dan kesehatan kita, dengan syarat :  Sepanjang vaksin itu tetap disimpan dalam kondisi baik, yaitu dalam suhu 2 – 8 derajat Celsius.sesuai anjuran rantai dingin / cold chain vaccine, tidak terpapar langsung dengan sinar matahari langsung, dan tidak ada perubahan fisik apapun pada vaksin tersebut, misalnya warna berubah, cairan vaksin menjadi keruh, ada endapan partikel dalam cairan vaksin  dan lain-lain.

Dalam hal ini  vaksin yang kita suntikkan sama dengan “plasebo” yaitu zat yang mirip sekali vaksin tapi sama sekali tidak ada efek pencegahan terhadap penyakit infeksi yang dituju, sehingga konsekuensinya orang tersebut mempunyai bahaya tetap bisa terinfeksi dan menjadi sakit karena penyakit tersebut.
- Apakah ini berbahaya bagi orang yang mendapat vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin  atau Expiration Date Vaccine ?
Pertanyaan ini yang paling sering dilontarkan oleh dokter juga awam yang telah secara tidak sengaja disuntik dengan vaksin yang kadaluarsa.

Jawabannya adalah tidak berbahaya bagi tubuh dan kesehatan, namun juga tidak bermanfaat untuk mencegah penyakit yang dituju oleh vaksin tersebut.
Tidak berbahaya dengan syarat-syarat seperti yang disebutkan diatas.
Tidak bermanfaat karena zat aktif vaksin yang terbuat dari protein kuman atau virus telah mengalami denaturalisasi protein menjadi rusak, sehingga tidak lagi mempunyai efek untuk merangsang sistim imunologi tubuh untuk membuat zat antibody yang diperlukan tubuh untuk melawan penyakit infeksi yang dituju oleh vaksin tersebut
- Apa yang harus kita lakukan bila terjadi hal demikian ?
Yang pertama adalah tidak perlu panik, dan juga tidak perlu melakukan tindakan medis apapun, karena pada saat setelah vaksin disuntikkan dalam tubuh, maka tidak ada hal yang dapat kita lakukan seperti kalau kita salah minum obat, bisa dilakukan kuras dan cuci lambung.
Seperti yang diterangkan diatas, vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine, sebenarnya tidak berbahaya, maka kita hanya perlu melakukan tindakan pengawasan atau monitor terhadap efek samping yang mungkin timbul, dan efek samping yang timbul bukan semata-mata karena vaksin yang telah kadaluarsa, namun lebih banyak karena sifat bawaan vaksin itu sendiri, misalnya vaksin DPT yang  memang lebih sering menimbulkan efek demam pada bayi dan anak setelah vaksinasi, jadi efek demam itu bukan karena vaksin yang telah tidak layak kita pakai.
Dan kalau mungkin adalah mengukur titer atau jumlah antibody yang ditimbulkan oleh vaksin tersebut selang setelah 14 hari atau lebih, untuk mengetahui apakah vaksin kadaluarsa ini apakah masih mampu merangsang sistim imunologi tubuh untuk membuat zat antibody untuk  menagkal penyakit yang dituju.
Bila hal ini tidak mungkin atau sulit dilakukan, karena terbentur fasilitas laboratorium yang tidak memadai, atau karena biaya pemeriksaan yang mahal, maka tindakan yang paling gampang dan murah adalah dengan mengulang lagi vaksinasi untuk bayi tersebut, dengan vaksin yang baik dan tidak melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date vaccine. Apakah tidak terjadi over dosis vaksin buat bayi tersebut ? Dalam vaksinasi, tidak ada kejadian yang disebut over dosis, karena jumlah antigen yang disuntikkan dalam setiap dosis vaksin adalah sangat kecil, sehingga dosis tambahan untuk memastikan bahwa vaksin benar benar efektif, adalah tidak menjadi masalah kesehatan.

- Apakah ada cara-cara atau tips mencegah terjadinya pemakaian vaksin yang telah melewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine ?
Ada cara pencegahan yang mudah yaitu saat anda atau bayi anda akan diberikan vaksinasi, selalu minta dokter vaksinator memperlihatkan kemasan dan vaksin yang akan dipakai, dengan demikian anda akan yakin bahwa untuk bayi anda akan dberikan vaksin yang dijadwalkan dan masih dalam tenggang waktu Masa Kaadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine.
Untuk rumah sakit juga klinik dan dokter yang melakukan vaksinasi bayi dan anak, periksalah secara rutin dan berkala, setiap sediaan vaksin yang ada, misalnya kemasannya, keadaan fisik vaksin termasuk nama      vaksin dan Masa Kadaluarsa Vaksin atau expiration date Vaccine, sebelum disuntikkan kedalam tubuh pasien bayi dan anak.
Juga pakai  sistim FIFO (First In First Out) dalam lemari pendingin penyimpan vaksin, yaitu vaksin yang baru dibeli dengan Masa Kadaluarsa Vaksin yang tentu lebih panjang atau lama, selalu disimpan dibagian belakang lemari pendingin vaksin,  sedangkan vaksin yang telah ada dimajukan kedepan dengan maksud untuk dipakai segera begitu ada kesempatan memberikan pelayanan vaksinasi.
Dengan cara penyimpan vaksin FIFO ini diharapkan tidak ada vaksin yang telah mendekati Masa Kadaluarsa Vaksin yang tertinggal di bagian belakang lemari pendingin vaksin, sehingga pada keaadaan tergesa-gesa ada kemungkinan salah mengabil vaksin tersebut untuk dipakai dalam pelayanan vaksinasi bayi dan anak yang memerlukan vaksinasi.

Demikian penjelasan tentang masalah Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date Vaccine, apa tujuan pabrik pembuat menentukan tanggal ini dan akibat yang mungkin terjadi pada kesehatan dan tubuh kita bila secara tidak sengaja kita diberikan vaksinasi dengan vaksin yang telah mmelewati Masa Kadaluarsa Vaksin atau Expiration Date vaccine. Semoga bermanfaat bagi semua yang membaca paparan ini.

www.selukbelukvaksin.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 12 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 13 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 14 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 17 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: